Rara Ayundira: "Apa yang kak Raiyen Sibuk Uruskan? Sampai melupakan aku untuk datang ke pesta ini?" Ucap Rara menghampiri Raiyen.
Raiyen Qin: "Eh? Benarkah? AHH.. pantas Aku merasa Aneh Ketumbenan Kau tidak datang ke pesta! Sudah Ya aku Ingin pulang capek sekali." Ucap Raiyen berjalan menuju mobilnya.
"Apa karena wanita tadi? Makanya kau sengaja tak mengundang ku kepesta?" Ucap dingin Rara." Taps.. tiba tiba langkah kaki Raiyen berhenti." Apa pun yang ku lakukan tidak ada hubungannya dengan mu Rara! Dan jangan sampai kau melewati garis batas itu! Brak! Breummmmm." Ucap ketus Raiyen memasuki mobil nya bergegas pergi." Cih! Apa hati mu sudah di rebut oleh wanita Lain lagi? Kenapa kau bisa mencintai wanita lain selain Lilia! Tapi kenapa aku tidak! Aku sungguh menunggu mu menatap ku kak Raiyen! Aku tak akan biarkan Siapa pun merebut mu dari ku! Aku akan menghancurkan siapa pun wanita yang kau cintai." Ucap Kesal Rara sembari mengepal kencang kedua tangannya.
Keesokan Harinya, di Taman Kediaman keluarga Luz.
Lilia LuzQiana: "Hahaha.. sudah lah Davit kau tak harus merasa menyesal seperti itu! Toh aku sudah baik baik saja kan? Hentikan wajah konyol mu itu." Ucap Lilia yang melihat Davit terus saja Cemberut Karena merasa menyesal.
Davit Morgan: "Bagaimana bisa aku melupakannya begitu saja! Kau hampir terluka kemarin karena kelalaian ku! Tapi aku masih di sini tanpa menerima hukuman, bukankah aku sangat tidak berguna." Ucap Davit dengan wajah melas nya.
"Kau ingin Hukuman kan? Baiklah aku akan memberimu hukuman, bagaimana jika." Ucap Lilia Namun Bibi Ani tiba tiba menyela pembicaraan." Maaf Nona Lilia, di depan terdapat Karangan Bunga apa perlu aku membawa nya kesini?" Ucap Bibi Ani." Karangan bunga? Dari siapa? Ah.. Ya Bibi tolong ya." Ucap Lilia." Tak.. usah biar aku saja! Aku yang mengambil nya." Ucap Davit bergegas pergi." Kira kira Siapa yang mengirim Bunga ini? kelihattannya sungguh mahal." Ucap Davit membawa bunga itu ke Lilia." Wahh.. apa ini bunga nya? Cantik sekali, lihat warna nya sangat indah Sudah kau baca siapa pengirimnya? Ucap Lilia Sembari mencium Bunga itu." A.. apa? Dari Presiden WolldenQin, Semoga Nona Lilia cepat sembuh dan kita bisa bertemu lagi, Raiyen Qin." Isi Surat yang mengirim bunga itu.
Lilia LuzQiana: "Presiden Qin? Wekkkk! Ngapain aku mencium bunga ini! Kalau aku tau pengirimnya Dia!" Ucap kesal Lilia langsung membuang Bunga itu.
Bibi Ani: "Duh Nona! Kenapa Di buang, jika Nona tidak menyukai pengirimnya Lalu apa salah bunga ini? Toh pengirimnya bukan yang menanam bunga ini." Ucap Bibi Ani Langsung mengambil Bunga itu kembali.
"HMM.. benar juga! Toh dia bukan yang menanam bunga ini! Bunga ini tidak salah Huh maaf yaa aku jadi membuang mu! Padahal kau sangat indah." Ucap Lilia kembali Mencium bunga itu." Kenapa Presiden Qin mengirim kan bunga? Yah memang wajar si Nona Lilia jadi Sakit karena datang kepesta yang Ia buat! Tapi apa maksud dari kata katanya semalam? Memang tugas ku tolong jaga Lilia Ku! Apa mungkin presiden Qin menyukai Lilia? Ah.. aku berfikir apa si palingan ini hanya permintaan Maaf." Pikiran Davit.
Lilia LuzQiana: "Davit! Davit? Davittt!! Kau kenapa malamun si? Apa kau sedang melamun kan Wanita?" Ucap Nya yang melihat Davit melamun.
Davit morgan: "Eee? Mana ada aku saja tak memiliki Wanita!" Ucap Davit dengan cepat membalas Lilia.
"Aisss.. Memang benar si Kau kan hampir tak pernah berkencan! Aku jadi curiga apa kau..? Kemari mendekat lah! Apa kau suka sesama jenis? Jika benar aku berjanji akan merahasiakannya." Ucap Aneh Lilia berbisik di telinga Davit." PFFF.. pikiran mu Aneh! Mana mungkin aku menyukai sesama jenis! Aku punya wanita yang kusukai kok!" Ucap Davit sembari tertawa sehabis mendengar perkataaan bodoh Lilia. "Ternyata kau punya juga ya! Kira kira siapa wanita itu apa dia cinta pertama mu?" Ucap Lilia dengan wajah penuh ingin tau." Ya Ia Cinta pertama ku! Wanitaa Itu.."
5 tahun Yang Lalu di Universitas Singapur.
"Wahh.. Apa dia anak baru itu? Tampan sekali!" Kudengar Ia pindahan ke sini karena di biayai Guru Seni." Benarkah? Apa dia nggak Mampu?" Benar juga si Sekolah ini kan khusus orang kaya!" Benar yang sekolah di sinikan hanya Anak anak pilihan." Cih buat apa tampan doang tapi koret isi nya." Ih jijiy dasar miskin!" Iss.. aku nggak mau dekat dekat dengan nya nanti ketularan Miskin." Ucap para Siswa dan Siswi yang melihat Davit morgan.
Dan Mulai dari itu aku Davit morgan sama sekali tidak mempunyai teman bahkan selalu di jauhi dan di katai miskin bahkan meja dan lokerku Selalu di coret coret dengan kata miskin, Aku tidak bisa marah karna memang benar aku orang miskin yang tidak mampu membayar kuliah sampai di Biayai teman Ibu ku sampai tiba waktu dimana aku bertemu dengan seseorang yang seperti Malaikat.
"Ayo semua nya lempari dia sampai sangat Bau seperti Layaknya kotoran!" Ucap Para Siswa dan siswi yang menghancurkan Sepeda milik Davit dan melempari nya dengan Telur tepung dan Air kotor." Tuk.. brak.. brak Byurrr! Hahahhaa.. Lihat itu Kau mirip sekali kotoran! Ups! Kau kan memang kotoran Di Kampus Mewah ini!" Ucap sombong Salah satu Pria yang Kesal dan takut kalah saing dengan ketampanan Davit." Ayo cepat Beri aku Telur! Pluk!" Suara telur yang terkena Wajah seseorang namun bukan Davit." Eh? Lilia? Lilia LuzQiana?" Ucap kaget Para siswa dan siswi." Heh! Jadi ini perlakuan yang kalian banggakan Untuk Kampus Mewah ini, namun Isi nya seperti Bau buah yang busuk!" Ucap Lilia dengan tegas." Nona Lilia, Ini hanya salah paham! Mohon jangan katakan ini ke kepala sekolah maaf kan kami!" Ucap Siswa dan siswi sembari menunduk." Heh! Baiklah aku tak akan Bicarakan Ini! Namun kalian akan kuhukum membersihkan seluruh Wc yang ada di Kampus ini! Jika tidak kalian tau kan! Aku bisa membuat kalian tidak di terima di kampus mana pun." Ucap Lilia sembari menyeringai." Ba.. baik! Maaf kan kami! Maaf kan kami!" Ucap ketakutan siswa dan siswi." Dan Ya satu lagi! Sekarang aku mengumumkan aku berpacaran dengan Bocah Bertepung ini! Jika Ada yang berani membuli nya atau mengerjainya aku Lilia LuzQiana sebagai pacarnya akan Maju! Kalian mengerti?" Ucap Tegas Lilia." Ka.. kami mengerti! Ka.. kami permisi." Ucap siswa dan siswi langsung lari kebirit birit." Kenapa diam saja? Mari bangun! Seorang lelaki tidak boleh Lemah!" Ucap Lilia tersenyum sembari mengulurkan Tangannya.
Dan semenjak saat Itu semua orang mengira aku berpacaran dengan Lilia mereka mulai menghormatiku bahkan setiap bertatapan dengan ku mereka selalu tersenyum! Bahkan Lelaki sekalipun! Apa kalian tau betapa Risih nya itu? Aku selalu menganggap pertolongan Itu anugrah atau siksaan. Tapi aku juga cukup senang karena bisa selalu bersama Dia Lilia LuzQiana Si malaikat penolongku, Waktu kewaktu aku mulai menyukai nya sampai aku memberanikam Diri.
Davit Morgan: "Ini Aku membuat Kue jahe untuk mu, Ah? Lilia Tentang Pernyataan bahwa kita pacaran Saat itu." Ucap Davit sembari memberikan kue ke Lilia.
Lilia LuzQiana: "Wahh.. Kueh Jahe! Oh soal itu Tenang saja aku hanya bercanda, aku tak sungguhan kok! kau tak perlu merasa terbebani. Lagian Aku sudah memiliki Orang yang ku cintai." Ucap Lilia sembari menikmati Kue Jahe pembetian Davit.
"Ah.. seperti Itu ya!" Dan semenjak Lilia mengatakan Itu Hati ku sungguh Sakit seperti hancur berkeping keping, namun masih tetap sama, aku Davit Morgan yang tak bisa melakukan apa apa! Dan saat itu aku lebih memilih memendam perasaan dan lebih memilih Untuk tetap di sampingnya bahkan saat Kita Lulus dan Kerja bersama, dan tak sengaja aku dipilih menjadi sekretaris nya saat Ia di Angkat menjadi CEO MakeupLuz. Menurutku aku masih bersyukur karena bisa selalu ada untuk nya, walaupun aku tau menahan perasaan itu sangat sakit seperti menahan Lapar yang sangat perih.
Lilia LuzQian: "Woi? Davit Kamu sakit ya? Kok jadi suka ngelamun? Perlu ku panggilkan Dokter?" Ucap Lilia sembari memegang Hening Davit.
Davit Morgan: Blusss!" A.. apa? Ahh! Aku tidak sakit kok. Sungguh!" Ucap Davit dengan Wajah Merona nya.
"AH.. yang benar? Lihat tuh wajah mu mulai merah, sepertinya kau terkena demam! Aku akan Telephone Doktet dulu." Ucap Lilia Yang terlihat sangat khawatir.
"Grep!.. Aku Tak sakit. Sungguh." Ucap Davit yang memegang tangan Lilia." Huh! Baiklah jika kau bersihkeras! Kau beneran tak apa?" Ucap nya yang terlihat masih Curiga." I.. Y.. A aku baik baik saja." Ucap Davit dengan tegas." Ya.. Sudah lalu kenapa kau sering melamun? Apa kau memikirkan sesuatu?" Ucap Lilia." Hmm.. Itu aku memikirkan Ibu ku pasti dia sangat Rindu kepada Anak nya Yang Guanteng ini." Ucap Davit dengan wajah sombong nya." Heleh! Guanteng kaya sekuteng belum mateng aja bangga! Ya kalau di pikir pikir Aku juga kangen Bibi! Dia kan Ibu ku di singapur." Ucap Lilia." Heh! Dia ibu ku! Dia hanya ibu ku! Bukan ibu mu!" Ucap Davit dengan wajah konyolnya." Dih! Dasar anak Mama! Kau tak tahu kan ibu mu pernah memberi semua makanan kesukaan mu pada ku tau! TANPA SEPENGETAHUAN MU! Hahaha." Ucap Lilia langsung Kabur." A.. apa? Kapan! Ah pantas saja saat itu semua nya habis! Apa kau tau aku menahan lapar? Kemari kau! Cepat kembalikan." Ucap nya mengejar Lilia." YA sudah kau ambil saja di sepiteng Rumah mu! Pasti Ada Hahahha.." ucap Lilia dengan girang." Uhhhh.. cepatt kembalikan!" Ucap Davit mengerjar Lilia.
Sementara Itu di Cafe BuilVos.
Rara Ayundira: "Aku akan tanyakan Yang sebenarnya! Kenapa Aku tak di undang ke pesta! Bahkan Siapa wanita yang di Papah Kak Raiyen!" Gumaman Rara sembari menggigit jari nya.
Lion Ziling: "Jangan menggigit jari mu! Apa kau tau, kau itu Artis yang lagi Aktif dalam dunia hiburan. Jika kau sering keluar seperti ini apa kau tak takut akan terpotret Wartawan." Ucap nya sembari duduk di depan meja Rara.
"LION!" Ucap kaget Rara dengan nada keras nya." A.. Apa! Huh.. pertama tama hilangin dulu kebiasaan buruk mu itu! Bikin jantung ku Senam saja!" Ucap Lion yang sedikit kaget." Uhhh.. maaf, Bukan! Aku bukan mau membicarakan ini! Kenapa kemarin kak Raiyen mengadakan pesta dan aku tidak di undang? Apa gara gara Wanita Itu!" Ucap Rara sembari memukul meja." Bukan kah saat itu kau sibuk dengan Iklan dan Rencana Suting baru mu." Ucap nya langsung menjawab." Eh? Kalau di pikir pikir benar juga kemarin kan aku sangat sibuk." Gumaman Rara." Huh! Syukur lah di memikir itu! Padahal sengaja aku yang Mempadat kan Jadwal nya kemarin karena aku tak mau mempertemukannya dengan Lilia, aku takut Ia akan berubah seperti iblis lagi." Pikiran Lion sembari mengerutkan Alisnga." Lion.. apa kau tau siapa wanita yang kemarin itu? Kenapa kak Raiyen terlihat sangat peduli." Ucap Rara." Hap.. sudah kubilang Rara jangan Terlalu ikut campur apa lagi dalam Urusan Raiyen! Berhentilah sampai sini dan hiduplah Seperti sekarang Yang di cintai banyak Orang." Ucap Lion langsung berdiri." Tunggu! Kau tak memberitahu pada kak Raiyen Apa yang kita lakukan waktu itu kan?" Ucap Rara memegang tangan Lion." Mana ada seseorang yang menceritakan Masalah pribadi nya terhadap Orang lain!" Ucap Lion bergegas pergi.
Rara Ayundira: "Huh!.. Untung saja dia dapat di andalkan jika tidak hancur lah Wajah ku jika Kak Raiyen mengetahui nya! Tapi Soal Urusan Raiyen apa lagi yang berkaitan dengan Wanita! Aku tak akan tinggal diam! Aku harus mencari tahu siapa wanita itu." Pikiran Rara yang terlihat sangat gelisah sembari menggigit Bibir nya.