Perusahaan MakeupLuz pukul 12:00
Saat itu tepat pada jam Makan Siang aku Lilia LuzQiana Harus memperdulikan perut orang lain dari pada perut ku sendiri." Hos.. hos.. dasar Orang Gila Setres!" Ucap kesal Lilia yang terlihat terengah engah sembari membawa Sekresek penuh manakan dan Minum di depan Perusahaan WolldenQin.
Beberapa menit yang Lalu.
Davit Morgan: "Apa kau baik baik saja? Kau kan baru saja sembuh tapi langsung kerja seperti ini." Ucap nya yang terlihat sangat Khawatir karena perusahaan Lagi mengalami kendala dan Lilia Terpaksa Mengurus semuanya.
Lilia LuzQiana: "Wahh.. Apa ini? Biasa nya kau manusia yang paling suka melihat aku bekerja! Sebenar nya siapa dirimu? Ucap nya dengan nada bercanda.
"Aku hanya Khawatir, sudah lah jika Kau baik baik saja, Mari istitahat Kau harus mengisi Ayam jago yang di perutmu itu kan." 4 menit kemudian Restoran." Akhhhhh.. Akhir nya Sampai." Ucap Lega Lilia sesampai di Restoran Karena Jalan Yang cukup macet." Kau tunggu sini saja aku yang akan memesan Makanan." Ucap Davit bergegas pergi." Huft.. Hari ini sungguh melelahkan, aku ingin tidur tenang sebentar saja." Ucap Lilia mulai memejamkan Matanya." Pisau! Pisau untuk membunuh mu membunuh mu! p.i.s.a.u!!" Dengungan suara di mimpi Lilia." Ukhh.. Brrr!.. brrr Suara Dengusan Lilia dan hampir semua badan nya menggigil ketakutan. Drett.. Drettt! tiba tiba Telephone Lilia berbunyi." Drett.. drettt! Hoss.. hos! Mimpi itu lagi! Untung lah ada telephone ini, nomer tak di kenal? Sudah lah matikan saja." Ucap Lilia langsung mematikan telephone itu." Drettt.. drett.. Huh! Lapar Davit Lama sekali! Dretttt.. Drettt! Akhhhhhhh.. siapa si! Menggangu Iblis yang sedang kelaparan saja! HALO!!" Ucap Lilia langsung mengangkat Telephone itu dengan nada kerasnya." Hmm..? Halo? Kau tuli? Jika tidak ada jawaban aku akan mematikannya!" Ucap Lilia dengan nada kesal nya." Kau Lupa dengan majikan mu ya? Kucing kecil ku!" Ucap Raiyen.
Lilia LuzQiana: "Ternyata kau! Orang gila! Dengar ya kau bukan majikkan ku aku juga bukan Kucing kecil mu!" Ucap Lilia sembari berteriak.
Raiyen Qin: "Uhh.. Pita suara mu tuh besar sekali! Baiklah jika bukan Kucil kecil ku lalu.. Anjing besar ku?" Ucap nya dengan nada ngeledek.
"Dengar ya Aku tak sudi jadi apa pun yang kau mau atau kau katakan! Sudah! Aku matikan." Ucap Lilia dengan Nada kesal nya." Halo! Apa kau mendengarku?" Ucap Lilia yang masih belum mematikan Telephone." Apa kau tau jam berapa ini?" Ucap Raiyen dengan santai." Uh! Dia mulai Bicara lagi kenapa tadi aku tak langsung matikan saja!" Jam 12:20 memang nya kenapa?" Ucap ketus Lilia." Hmmm.. kalau gitu tolong bawakan 2 paket FrisChiken beserta minum nya ke kentorku! Sekarang kutunggu 10 menit harus sudah sampai." Ucap Raiyen langsung mematikan Telephone nya." Akhhhhhh... bisa Gila aku! seenak nya Dia menyuruh Aku mengurusi perut nya perut ku saja Masih Kosong! Dan 10 menit itu Sedikit sekali Dan blablabla." Gerutuan Lilia yang membuat heboh para pembeli di Restoran Frischiken itu.
Davit Morgan: "Sudah cukup Gumaman mu mari Pergi aku sudah membukus makanannya, kupikir kau akan suka jika makannya di kantor." Ucap Davit sembari membawa Sekeresek penuh Frischiken beserta minuman nya.
Lilia LuzQiana: "Membungkus! Ah! Davit kau memang pintar! Aku akan mengambil semua ini! Kau pesan saja lagi! Drapp.. drap." Ucap senang Lilia memeluk Davit dan bergegas pergi.
"Mau di bawa kemana? Makanan sebanyak itu? Aku kan juga Lapar! Huhuhuhu.. sudahlah pesan lagi." Ucap sedih Davit yang habis Kecopetan makanan." Tinnn.. Tinnn! Suara kemacetan yang begitu Luar biasa." Huh! Jika aku Naik mobil menuju ke kantor WolldenQim bisa saja membutuhkan waktu 15 menit! Kalau berlari dan mengambil jalan Pintas aku bisa sampai 8 sampai 9 menit! Aku harus cepat! Drapp.. Drapp." Ucap Lilia bergegas menuju Kantor WolldenQin.
Lilia LuzQiana: "Hoss.. hos Entah lah makanan ini masih rapih atau berantakkan Aku sungguh tak peduli!" Ucap kesal Lilia memasuki Kantor WolldenQin. "Permisi! Bisa kah aku bertemu dengan Presiden Qin?" Ucap Lilia menanyai Resepsonis Perusahaan Wollden Qin.
"Ah.. Maaf Presiden Qin kami tidak bisa di temui sembarangan Orang! Jadi silahkan pergi sebelum kami bertindak." Ucap Resepsonis itu." Aku tak bisa ini tinggal 2 menit lagi! Aku CEO MakeupLuz." Ucap Lilia." Maaf Kami kurang yakin jika anda CEO MakeupLuz karena Setahu kami Ia Sangat Berkarisma dan Jika Presiden Kami mempunyai Janji kami pasti akan di beri tahu jadi mohon keluar dengan Baik baik." Ucap Resepsonis Itu dengan nada merendahkan." HEI! Cih Penampilan ku berantakan juga Karena Terburu buru! Aku harus Cepat." Ucap Lilia mencoba menerobos." Tangkap Orang gila Itu! Jangan biarkan Dia masuk!" Ucap Para penjaga yang Menahan Lilia." Lepaskan! Kau akan membahayakan Repotasiku Tau!" Ucap Lilia mendorong keras para penjaga." Justru Nona yang akan membuat kami di pecat!" Ucap Penjaga itu." Apa yang terjadi? Apa ada wanita Gila lagi yang mengaku Kekasih Presiden RaiyenQin?" Ucap Lion menanyai Resepsonis itu." Eh? Pak Lion, kali ini Ia mengaku sebagai CEO MakeupLuz dan memaksa menemui Presiden Qin." Ucap Resepsonis itu." CEO ya.. Apa! MakeupLuz? Lilia!" Ucap Lion langsung menghampiri Lilia." Lepaskan Dasar pengganggu Plakk!!" Ucap kesal Lilia yang tak sengaja Menampar wajah Lion.
2 menit kemudian.
Lilia LuzQiana: "Anu.. Soal tadi aku minta Maaf, aku tak berniat menampar mu." Ucap Lilia yang merasa sedikit canggung karena telah menampar Lion.
Lion Ziling: "Tak.. Apa Toh juga tak sengaja! Tak menyangka ya CEO MakeupLuz mempunyai Kekuatan yang begitu besar ini masih berdenyut loh." Ucap Nya sembari menunjuk bekas tamparan Lilia.
"Aduhh.. bagaimana ini Sakit banget ya? Beri saja Nomer Headphone mu aku akan bertanggung jawab." Ucap panik Lilia." Ah.. tak perlu kau juga tak sengaja aku bisa mengobatinya sendiri." Ucap Santai Lion." Su.. sungguh? Bagaimana Ya aku jadi tidak Enak! Maaf.. maaf." Ucap Lilia sembari membungkuk." Imut sekali! Ya dia memang Lilia! Mungkin saja Raiyen sangat menyukai nya Karena Ini." Pikiran Lion." Tak apa kau tak perlu menunduk seperti itu, bagaimana jika orang lain tau CEO MakeupLuz Yang sangat Berkarisma Tetapi menunduk dengan Seseorang sekreataris biasa, Nah kita sudah sampai! Kalau begitu sampai jumpa." Ucap Lion sembari tersenyum bergegas pergi.
Lilia LuzQiana: Blusss.." Dia Baik sekali! Udah gitu Tampan dan tau bagaimana bersikap ramah kepada seseorang, Andaikan saja aku kemari dengan Berpenampilan Pantas! Pasti aku mempunyai Muka untuk berbicara lebih lama dengannya." Ucap Lilia Yang terlihat sangat Kagum.
Ceklek!! Suara Lilia membuka Pintu Ruangan Presiden WolldenQin." Permisi Anu.. apa kah Ada Orang? Eeeee.. Brug! " Ucap Lilia yang tiba tiba terpojok di pintu." Kenapa lama sekali! Aku sudah sangat Lapar tau.. cepat beri aku makanan." Ucap Raiyen yang berada sangat dekat dengan Lilia." Deg!.. deg! Ukhhhhh.. kenapa Nih jantung Malah senam Si! Pikiran Lilia Dengan wajah Nya yang memerah." Duh! Makanya jangan dekat dekat Dong! Nih! Makanannya Jika Tidak bisa di makan Ya Masa bodo siapa suruh memberi waktu hanya 9 menit!" Ucap Lilia langsung menyodor kan Sekeresek makanan itu Dan sekejap hilang di bawa Raiyen." Huh! Kelihattannya sangat Enak aku juga ingin makan!" Pikiran Lilia yang melihat Raiyen menikmati makanan itu." Kalau begitu aku pulang!" Ucap ketus Lilia." Tunggu! Kau juga pasti belum makan kan? Mau makan ini bersama?" Ucap Raiyen yang duduk tenang menikmati makanan itu." Sok tau! Aku sudah makan tuh! Dan jika aku makan bersama mu yang ada malah menghambat Nafsu makanku! KRUYUKKK!!" Ucap ketus Lilia yang mencoba berbohong namun perut Lilia ingin berkata jujur." Tap.. tap.. tap Brug! Suara langkah kaki Lilia yang tiba tiba duduk di depan Raiyen.
Raiyen Qin: "Cih Ternyata kebiasan Buruk nya masih tetap sama, sepertinya momen makan bersama nya sudah lama sekali tidak ku rasakan namun hari ini aku sungguh bersyukur." Ucap Raiyen yang terus memandangi Lilia yang sangat lahap ketika makan.
Lilia LuzQiana: "Apa kau suka sekali melihat Orang Sedang makan Ya? Aku jadi merasa Enak Tau." Ucap Lilia Memandang Raiyen dengan Tatapan Sinis nya.
"Cih! Cepat putar wajah mu yang jelek ketika makan itu! Wekkk!! Jelek sekali!" Ucap Raiyen sembari menutup mulutnya." Hah..? Kau bilang wajah ku jelek! Aku berantakkan seperti ini karena mu tau! Apa kau tau betapa susah payah nya aku kemari!" Ucap kesal Lilia dengan nada marahnya." Kau juga terlambat 3 menit tuh." Ucap Santai Raiyen." Woi! 3 menit terlambat karena penjaga mu tau!" Ucap Lilia langsung menjawab." Itu bukan salah penjaga Ku kau yang salah! sebagai seorang pembisnis tuh harus tepat waktu." Ucap ketus Raiyen." Kau perhitungan dengan waktu? Baiklah apa kau tau! Ini adalah jam Istirahat ku, Aku Langsung menuju kesini untuk mengantar makanan untuk mu! Tanpa memperdulikan perut ku yang kekosongan! Dan seenak nya kau.." Gumaman Lilia tanpa Henti yang mulutnya masih di penuhi makanan." Baiklah.. Aku minta maaf dan sekarang telan dulu itu! Penuhkan perutmu dulu baru bicara lagi." Ucap lembut Raiyen sembari mengelus elus Kepala Lilia.
Lilia LuzQiana: "Huh! Nggak adil mana bisa sifat Peraturannya hilang sekejap dan menjadi Selembut seperti ini! Huh! Bodo ah aku nggak akan Luluh!" Pikiran Lilia semakin lahap makan.
Raiyen Qin: "Makanya Santai aja dong! Udah kaya kalah saing aja! Aku juga Sudah kenyang dengan melihat wajah mu yang jelek Ketika makan." Ucap Raiyen kembali mengomentari cara makan Lilia.
"Nyenyenye! Mau bilang apa pun aku tak peduli aku sudah malas bertengkar! Anggap saja Omongannya seperti suara jangkrik" Pikiran Lilia Yang mengabaikan ucapan Raiyen dan Fokus makan." Heh!! Aku di Abaikan? Hei apa mulut mu Terkena Lem? Atau tak bisa bicara karena Kekenyangan? Woi? Krik.. krik.. krikk." Ucap Raiyen namun Lilia pura pura tidak dengar. Drettt.. drett tiba tiba suara Telephone Raiyen berbunyi." Aiss! Sudah lah Halo..? Hmmm.. aku mengerti tahan Dia sekitar Setengah jam." Ucap Serius Raiyen.
Lilia LuzQiana: Menengok kearah Raiyen." Wlee!! Rasakan Siapa suruh Bikin kesal! Hehehe.. ternyata Enak juga Jadi batu." Ucap Lilia sembari tersenyum.
"Lihat ini aku seperti sedang mengasih makan Hewan kelaparan." Ucap Raiyen kembali menghina Lilia namun Lilia masih dalam mode Batu." Aissss.. Kau masih tidak mau bicara Ya? Baiklah kalau gitu untuk apa kau disini." Ucap Raiyen tiba tiba mengangkat Lilia." Eeee? Lepaskan! Apa kau ingin Semua orang melihat ini!" Ucap Lilia memukul d**a Raiyen." Akhir nya bicara juga Ku kira kau terkena serangan Bisu." Ucap Santai Raiyen." Ma.. mana Ada! Cepat turunkan aku! Kau mau membawa ku memana!" Ucap Lilia yang sedikit Malu karena semua Karyawan WolldenQin melihat mereka berdua." Aku mau mengantar mu pulang, duduk lah yang tenang!" Ucap Raiyen memasukan Lilia kedalam mobil nya dengan Lembut." A.. aku bisa pulang sendiri Toh nggak begitu jauh." Ucap gugup Lilia yang ingin membuka pintu mobil itu." Ceklek.. kau suka sekali Di pakaikan Sabuk mobil dengan Orang lain ya? Duduk lah yang nyaman!" Ucap Raiyen memakaikan nya Sabuk pengaman mobil dan Menancap Gas mobil dengan cepat." Woi! Woi! Pelan pelan Dong! Kalau kaya gini bisa bisa jantung gua Copot!" Ucap ketakutan Lilia yang melihat Bagaimana Raiyen mengebut." Tenang lah Aku itu pembalap Ahli! Akan ku Kawal sampai Rumah dengan selamat!" Ucap Raiyen menambah kecepatan mobil nya." Setannnn! Dasar Setannnn!!" Teriakan Lilia yang sangat bergema.