24. Terpaksa

1736 Words
Cekrittttt.. suara mobil Raiyen berhenti didepan Kantor pusat MakeupLuz." Kau tak ingin keluar? Atau Ingin ku Gendong?" Ucap Raiyen Yang membukakan Pintu mobil." Eee.. enggak! Ini gara gara kau tau! badan ku jadi gemetar." Ucap kesal Lilia Buru buru Turun dari mobil." Hah.. Lilia kemana Ya? Ini kan sudah jam 3 Di telpon pun enggak di angkat! Harus cari di mana? Eh? Itu Presiden Qin! Dan Lilia?" Ucap Davit Yang ada di depan kantor MakeupLuz. Davit Morgan: "Nona Lilia!! Kenapa tidak mengangkat Telephone Ku? Dan habis pergi kemana? Apa Nona tau aku sangat khawatir! Untunglah nona baik baik saja." Ucap khawatir Davit sembari memegang Tangan Lilia. Raiyen Qin: "Jauhkan tangan mu itu!" Ucap tegas nya sembari mengerut kan Alisnya." Maksudku, Sikap mu itu terlalu berlebihan dalam mengkhawatir kan Atasanmu! Yang sudah jelas baik baik saja!" Ucap nya yang kesal melihat Davit memegang tangan Lilia. "Ahhh.. Presiden Qin, Rupanya ada Anda Di sini! Apa anda ingin mampir ke Kantor kami? Hmm.. tapi sayang kami sedang tidak menerima Tamu." Ucap ketus Davit sembari tersenyum." Dia sengaja Ya? Dasar!" Pikiran Raiyen." Haha.. Aku Tidak ingin bertamu, aku hanya sedang mengantar kan Tamu Cantik ku yang sudah susah payah membawakan makan siang untuk ku tadi." Ucap Ketus Raiyen sembari menatap Lilia dengan senyuman." Mengantar kan makanan? Lilia?" Pikiran Davit yang tampak kesal." Benarkah? Kalau begitu Terimakasih telah mengantarkan Nona Lilia, dan bukankah bapak harus menjaga Tata bicara anda dengan baik, Kata Cantikku tidak pantas Untuk CEO Lilia kami! Panggilah dengan CEO Lilia." Ucap ketus Davit." Hehehe.. bagaimana Ya? Menurutku sangat Cocok! Seperti nya aku tak akan menggantinya." Ucap tegas nya sembari tersenyum." Hmm.. kalau begitu Pak presiden Qin akan kami anggap tidak sopan." Ucap Ketus Davit. Lilia LuzQiana: "Ee.. waduh! Malah jadi adu mulut!" Pikiran Lilia yang berada di tengah tengah pembicaran Davit Dan Raiyen yang seperti terkena sambaran petir." Stopp!! Kau! Terimakasih telah mengantar ku dan silahkan pulang." Ucap Lilia berbicara dengan Raiyen." Dan Davit Ayo cepat masuk sedikit lagi Rapat mau di mulaikan?" Ucap Lilia langsung mendorong Davit. "Baiklah jika itu Perintah dari cantikku! Oh ya, aku tak akan Betamu sekarang Namun secepat nya Aku akan bertamu, mungkin bisa saja Kalian.. sampai jumpa." Ucap Raiyen langsung menaiki mobilnya dan bergegas pergi." Huh! Kenapa tuh mulut Ringan bangat si Cantikku.. cantikku! Apanya bikin gerah sore sore!" Pikiran Lilia yang tampak kesal namun Wajah nya sangat merona." Ada apa dengan mu? Kenapa wajah mu memerah? Apa mungkin kau baper ya dengan Presiden Qin?" Ucap Davit yang melihat wajah Lilia Memerah." Ma.. mana mungkin! Ini efek karena panas tau! Ayo cepat kita kan harus Rapat." Ucap Lilia tersipu malu Bergegas pergi." Rapat kan Sudah selesai dari tadi! Huh! Kenapa aku kesal si liat Presiden Qin dan Lilia bersama tadi!" Pikiran Davit. Kantor pusat WolldenQin. Ceklek! suara Pintu Ruang Presiden Qin terbuka." Raiyen! Kenapa kamu menerima kontrak Perfileman Di Amerika itu! Bukan kah kau sudah janji akan membiarkan ku istirahat Disini!" Ucap Rara sembari berteriak." Haaaa.. Baru juga masuk udah denger terompet aja!" Gumaman Raiyen." Hei! Kau pikir aku akan bicara seperti ini jika kau tak menepati janji mu itu? Cepat batalkan!" Ucap marah Rara." Raiyen maaf kan jika Rara tidak sopan, aku akan membawa nya keluar." Ucap Lion yang sedikit gelisah." Tidak! Aku tidak mau keluar! Kau sengaja kan membiarkan aku pergi! Karena mau menjauhkan aku dengan wanita yang ada di Kapal Newton itu!" Ucap Rara dengan nada membantahnya." Raiyen Qin: "Siapa yang tidak menepati janji bukankah saat itu kau sendiri yang memutuskan? Dan untuk apa aku menjauhi mu dengan Wanita Itu? Keluar lah! Dan turuti Dengan tenang Keberangkatan mu akan di atur Lion!" Ucap ketus nya. Rara Ayundira: Drap.. Drap.. Drap! Suara langkah kaki Rara bergegas pergi dari Ruang itu." Cih! Aku akan melakukan apa pun agar tidak kesana! Dengan cara apa pun! Apa pun itu!!" Pikiran Rara sembari menggertakkan Giginya. Lion Ziling: "Raiyen aku tau apa yang kau lalukan pasti benar! Tapi kau tau cara berfikir Rara jangan sampai Orang lain terluka karena keputusan mu ini! Aku permisih." Ucap nya bergegas pergi. 2 hari kemudian Di kantor pusat MakeupLuz terjadi kegaduhan yang sangat membagongkan karena CEO nya ngilang ngilang seperti Jin." Akhhhhhh!! Sebenarnya harga diri ku dimana? Kemana Jiwa ku yang berkarisma!" Teriakan Lilia Di kantor WolldenQin." Disini! Harga diri sekaligus karisma mu!" Ucap Raiyen Sembari menyeringai menghampiri Lilia yang terlihat sangat berantakan. Selama 2 hari ini Aku Lilia LuzQiana terus mematuhi perintah Sang Presiden Qin, karena Kalah dalam taruhan Konyol bahkan saat pertengahan Rapat aku harus pergi mengantar kan kopi." Hei aku haus, Kopi Flat White!!" Pesan dari Raiyen." Se.. sekarang? Ini kan sedang rapat! Tapi jika Aku tidak menurutinya Repotasi ku? Karisma ku? Tak bisa!" Ucap Lilia serentak pergi dari Rapat itu dan membuat rapat menjadi Kacau." 7 menit kemudian." Woi.. aku tak sengaja terluka belikan aku Plester + salep!" Pesan dari Raiyen." Dan sejekap Lilia kembali menuju Kantor WolldenQin." Hos.. hos! Ini cepat ambil!" Ucap Lilia sembari terengah engah." Itu apa? Aku kan meminta permen kapas!" Ucap Raiyen sembari memiring kan kepalanya." Kau!! Kan terluka! Ini salep dan plesternya!" Ucap Lilia sembari berteriak." Luka ini tak butuh di obati! Tiba tiba aku ingin permen kapas." Ucap Raiyen yang sengaja mempermainkan Lilia." Dan sekejap Lilia kembali membawa Permen Kapas." Hmm.. terimakasih! Dan tolong pakaikan Plesternya! Aku takut luka ini akan infeksi." Ucap Raiyen mengulurkan Tangannya sembari memakan permen kapas itu." Heh! Ku Harap Luka ini akan infeksi dan berbekas! Hehehe.. cepatlah infeksi Luka kecil! Cepat lah besar! Ibu menunggu mu! Kretekkk!!" Ucap kesal Lilia memakai kan Plester Luka Raiyen dengan kekuatan Penuh." Akkkkk.. Dia ingin menambah Luka ku ya? Nyut!.. nyut!! Sakit." Gumaman Raiyen yang kesakitan. Lilia LuzQiana: "Haaaah.. melelahkan sampai kapan aku akan begini ini semua gara gara Orang gila ini! Apanya Presiden Qin si Dewa Shenyang! Aku hanya melihat Dia itu si pembuat Peraturan!" Pikiran nya sembari Berdengus. Raiyen Qin: "Sikap apa itu? Dengusan mu mengganggu pendengaran ku! Merusak Mood ku saja." Ucap ketus nya. "Nyenyenye.. Ini! Kue lapis nya! DAN.. jangan menyuruhku! Bolak balik seperti ini dong! Apa kau tau betapa malu nya aku Dengan para karyawan mu! Jangan mencoba membuat kelinci menjadi kangguru." Ucap kesal Lilia dengan tatapan mematikannya." E..eee serem juga." Hmm.. kalau begitu bagaimana jika kita bekerja sama dalam bisnis? Jadi kau bisa Datang dengan Alasan Bisnis." Ucap Raiyen dengan Santai." Heh! Jadi dia masih mau memperlakukan ku seperti Ini? Tapi.. kalau di pikir pikir Aku Bisa mendapat keuntungan berbisnis dengan nya dan mensetabilkan MakeupLuz! juga mempermudah Misalnya Dia menyuruh ku! Ya!! Jadi aku akan mendapat kan Karisma ku lagi!" Pikiran Lilia." Bagaimana? Mau tidak? kalau tidak ya sudah aku masuk!" Ucap Raiyen berjalan pergi." Ya! Aku mau! Ehmmm.. maksudku, kau kirim saja Perwakilan mu kekantor ku! Aku akan melihat nya nanti." Ucap Lilia Bergegas pergi dengan cepat karena takut Raiyen meminta Hal yang Aneh lagi." Eh? Apa perlu secepat itu? Hahaha.. padahal aku masih ingin melihat nya! Tapi aku akan lebih memiliki banyak kesempatan! Sabar lah Raiyen sesuatu yang di Percepat itu tidak baik!" Gumaman Raiyen yang terlihat senang. Malam hari di kediaman Luz. Lilia LuzQiana: "Huuuuuu.. Ayah Ibu kalian kapan pulang? Apa kalian tau Lilia sangat lelah karena mengurus semua nya sendirian?" Ucap nya yang VidioCall dengan Orang tuanya. Davit Morgan: "Heleh! jangan Percaya Semua nya yang mengurus aku! Lilia asik memberi makan Pria Genit!" Ucap nya yang terdengar mengngompori. "Hei! Tapi kan aku juga hadir saat Rapat! juga Aku, Hmmm.. Dan juga I.. ituu." Ucap gugup Lilia berusaha berfikir Keras." Apa! Apa! Memang seharian ini kau hanya mondar mandir! Tak jelas! Atau jangan jangan kau suka dengan pria genit itu!" Ucap Davit dengan nada mengejek. "Hahaha.. sudah lah jangan berdebat! Jika kalian masih berdebat Ibu Akan mematikan Telephonenya." Ucap Vivia Luz Ibu Lilia." Ma.. maaf Kami Akan berhenti..kau si!" Ini gara gara kau yang comel!" Ucap Dua sejoli yang Nggak Idep itu." Sudahlah kalian Akur akur disana, jangan seperti macan garong! Ayah dan ibu Tuh masih menikmati Honeymoon yang vindah bukan kah begitu Sayang?" Ucap Luziang Ayah Lilia sembari mencium manja Pipi Istrinya Vivia Luz." Apa kau serius dengan Ingin mempunyai satu Lagi? Jika Lilia tau dia akan marah loh." Ucap Bisik bisik Vivia Luz namun tetap terdengar Lilia." Tenang lah aku akan mencoba merayu nya." Bisikan kembali Luziang." Tidakkkkkk!! Aku tidakk mau mempunyai Adik! Aku sudah besar seperti ini! Pokoknya Jika Ayah menghamili Ibu aku akan maju! Sudah lah aku Harus kerja!" Teriakan Lilia langsung mematikan Telephone. "Kau si! Kan sudah ku bilang Lilia pasti akan marah!" Ucap Vivia Luz langsung memukul Suaminya." Ma.. maaf aku hanya Iseng, lagian tak mungkin jika kita mempunyai Anak lagi kita sudah mempunyai dua putri yang sangat menjanjikan." Ucap bangga Luziang yang merasa berhasil sebagai seorang Ayah." Siapa dulu yang melahirkan!" Dan siapa yang membuat nya Ada?" Heh! jika tidak ada Rahim ku juga kau tak punya!" Tapi kan aku yang membuat nya dengan semangat!" Aku juga menahan kesakitannya!" Apa sesakit itu?" Tentu saja! Makanya aku takut anak kita akan merasakan nya!" Maaf.. saat itu aku sangat Bersemangat." Ekhmmm.. sudah lah! Kau tak lihat anak muda di belakang Mereka mendengar nya tau!" Ah? Mana? Eh? Hmmm.." Ucap Vivia Luz Dan Luziang Langsung membeku karena Malu. Davit Morgan: "PFFT... Lihat ini Seorang wanita besar Mengamuk kerena tidak ingin mempunyai Adik! Hahaha.. takut kalah saing Mbak nya? Ya wajar Si kau kan anak Yang susah di atur pasti Orang tua mu akan." Ucap Nya dengan nada mengejek. Lilia LuzQiana: Brug! Suara pukulan di kepala Davit." Huf! Cepat belikan aku 2 ekor Ayam! Extra pedas! Dan Yeahh jangan lupa Bir nya! AKU TUNGGU CEPAT LAHH!!" Ucap nya dengan wajah mengerikan. "HUHUHU.. Dasar! Dia selalu begitu jika Berhubungan dengan Adik baru! Tapi jika melihat Anak kecil sangat girang! Dasar wanita! mau nya apa sih?" Gumaman kesal Davit yang terpaksa Mematuhi Kemauman Lilia dan bergegas pergi. Keesokan Harinya di kantor Pusat Wollden Qin. Tap.. tap.. tap suara langkah kaki Rara yang tak sengaja mendengar pembincangan Dari karyawan." Apa kau Tak Curiga dengan wanita yang sering menemui Presiden Qin?" Bukankah dia CEO MakeupLuz?" Mana mungkin! Itu hanya omongannya saja! apa kau percaya? CEO MakeupLuz tuh sangat berkarisma dan Cantik seperti Dewi! Tak mungkin dengan wanita yang sering datang dengan baju kumuh dan Rambut Acak acakan seperti itu." Aissss.. apa mungkin Dia wanita Yang mengejar ngejar Presiden Qin?" seperti nya begitu sungguh Murah ya!" Ucap para Karyawan Itu." Heh! Sleramu sungguh Murahan! Bahkan sama sekali tak cocok untuk mengelap Sepatu ku!" Gumaman Rara yang mendengar Gibahan para Karyawan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD