Kediaman Qin pukul 08:00 saat itu semua orang sedang sibuk menata Raiyen Qin mulai dari Penampilan Rambut bahkan sampai hal hal terkecil.
Sris.. srissss suara semprotan Parfum Raiyen yang sangat ngebul itu.
Lion Ziling: "Hei! Biasa saja makainya! Kau wangi sekali seperti kemenyan!" Ucap nya sembari menutup Hidung nya karena sangking Wangi Parfum Raiyen.
Raiyen Qin: "Siapa suruh punya Hidung! Toh Yang lain nya Diam saja! Dan menurut ku ini masih kurang Wangi, bukan kah Begitu?" Ucap Santai nya.
"Berarti kita tidak mempunyai Hidung? Terkadang Pak Qin sungguh tak berperasaan, mulut nya ringan seperti sehelai rambut." Pikiran Sedih para Fashion Stylist Raiyen Qin." Hei! Kalian berhenti! Kau sungguh merasa bau itu belum cukup?" Ucap teriak Lion memberhentikan Fashion Stylist Itu mengambil Parfum lagi." YA.. Lalu kenapa? Kalau perlu aku ingin membuat baju ku basah dengan Air Parfum! Bagaimana menurutmu?" Ucap polos Raiyen." Sung.. guh! Aku meragukan kau itu Jenius Atau setengah! Pokoknya jangan! Cepat kita harus pergi mengantar Rara." Ucap Lion langsung menarik Raiyen sampai di depan pintu Rumah nya." Tunggu! Aku melupakan sesuatu! Celana Ku mana?" Ucap Raiyen yang baru Tersadar Ia belum memakai Celana hanya memakai Kolor kuning bergambar anak Ayam karena Asik memakai Parfum." Astagaahhhh! Kau sungguh memalukan Cepat cepat ganti!" Ucap kesal Lion yang sudah tak sanggup berkata kata apa pun lagi.
10 menit kemudian di kantor WolldenQin setelah kerempongan seorang Raiyen.
Tap.. tap.. tap suara langkah kaki Presiden Raiyen Qin yang di sambut hangat para Karyawannya Namun hal Aneh terjadi." Uwahhh! Kau tau mengapa aku bekerja di sini? Karena bisa melihat wajah Presiden Qin." Haiss.. entah ada di mana Jodoh nya! Jika masih bernapas aku doa kan ngilang, jika tidak bernapas akan ku pinang Presiden Qin." Kau bicara apa? Tentu saja jodoh nya itu aku." Hmmm.. Ukh?! Ba.. bau A.. apa ini!? Nye.. nyengat sekali!" Ucap Para karyawan wanita yang tidak sengaja mencium Aroma Parfum Raiyen yang ngebul." Ahh.. kau Mora kan? Terimakasih karena kerja keras mu kemarin! Aku sangat berterimakasih." Ucap Raiyen dengan pedenya mengulurkan tangan kesalah satu Karyawan Wanita namun karena Wangi nya yang ngebul wanita itu." Hmm!! Wa.. wangi apa ini! Menyan!?.. Ahh.. Sa.. saya sungguh WoahhChimmm!! dan tak sengaja Karyawan Wanita Itu bershin pas Di tangan Raiyen Qin dan sedikit terkena Air Liur nya." Ah! Ma.. maaf pak saya WoahhChimmm! Sa.. saya Woahhchimmm!" Presiden Qin maaf kan Tingkah Nona Mora ini karena keseriusan nya dalam bekerja kemarin sampai membuat nya terkena Flu, kami akan mengecek kesehatannya mohon Pamit." Ucap Salah satu Karyawan itu bergegas membawa Mora Pergi. Dan tak tau kenapa Raiyen Diam tak berkutik seperti Es.
Lion Ziling: "I.. ini! Elap Tangan mu! Dan bicara lah!" Ucap panik Lion memberikan Elap Ke Raiyen karena Tangan Raiyen penuh dengan Cipratan Air bersin tadi.
Raiyen Qin: "Hahahha.. Aku sungguh tak apa, ini hanya Air! Ya Air.. Hahahaha lanjukan pekerjaan Kalian dan jangan lupa menikmati makan Siang nanti." Ucap kaku Raiyen bergegas pergi.
Beberapa menit kemudian.
Raiyen: "Huh! Apa ini karena Wangi ku? Haiss.. mereka saja yang Aneh Ini wangi kok! Dan ku yakin Lilia Akan suka mencium Aroma nya! Dan jika mereka bersin karena ini.. Hidung mereka saja yang tak mampu!" Gumaman nya yang tak jelas. Ceklek Suara pintu terbuka." Dimana Rara? Apa dia kabur?" Ucap Santai Raiyen yang tak melihat Lion sendiri tak Bersama Rara.
Lion Ziling: "Dia tidak kabur, dia sudah berangkat sendiri Jam 7 pagi tadi, bahkan dia sudah datang kesini untuk meminta surat persetujuan dan jelang 25 menit Ia berangkat ke Amerika.
"Bagus! Tapi bukan kah ini Terlalu mudah? Dan tenang? Apa tidak ada Yang aneh?" Ucap Raiyen yang Curiga karena Rara tak menunjukkan Perlawanan." Coba lah menghormati Rara, Dia selalu mengikuti semua perintah mu! Dan perkataan mu itu sama saja memfitnah nya!" Ucap tegas Lion." Ya!.. ya sudah lah jangan menceramahi ku lagi! Oh ya Undur semua pertemuan Hari ini aku hanya ingin Bertemu dengan Lilia, kau boleh pergi." Ucap Santai Raiyen
"Baiklah.. Jika begitu aku ada waktu Luang kan kalau boleh aku ingin Libur untuk hari ini." Ucap Lion yang tak ingin membuang kesempatan yang jarang Ia temui." Libur saja! Aku juga tak mau di ganggu Oleh mu nanti! Cepat pergi sana." Ucap ketus Raiyen." Horeeeee.. Hahaha benar Ya? Nggak ada potong gaji Kan! Yasudah kalau begitu aku pergi Wahahaha.." tertawaan senang nya bergegas pergi sembari melompat lompat." Nyeh! Harus sesenang itu apa? Ngomong ngomong! Aku memang tak pernah memberinya Libur si hanya lembur terus, Ya Tapi kan itu menandakan dia Cukup berguna." Pikiran Raiyen yang nggak ada Akhlak.
Tring.. tring.. suara Handphone Rara tiba tiba berbunyi." Kau tak merencanakan sesuatu kan?" Ucap Lion." Cih! Apa Urusan mu? Jangan mencampuri Urusan ku! Kau itu bukan apa apa!" Ucap ketus Rara." Kau itu wanita seharus nya mengerti setelah Kejadian waktu itu! Kau telah melakukannya pada ku." Ujar Lion." Heh! Maksud mu aku harus bertanggung jawab? Jangan bermimpi di siang bolong dan Fikir lah apa kau Layak dengan ku? Sebaik nya kau buang saja Rasa Cinta itu karna percuma aku tak akan membalasnya! Ahhh.. Dan ya Aku tak akan lama Di Amerika Nanti kubari lagi!" Ujar ketus Rara langsung mematikan Telephone dari Lion." Kenapa! Kenapa! Aku harus mencintai mu! Kenapa? Kenapa hanya kau! Aku pun bingung dengan Diri ku sendiri Kenapa aku mencintai Wanita yang sudah mencintai seseorang di Hati nya Kenapa! Hiks.. Hiks.." Ujar Lion.
Sementara itu di Kediaman Luz.
"PFFT.. Tumben sekali memasak! Hati hati tuh Gosong." Ucap Davit dengan nada ngeledek nya yang melihat Lilia sibuk memasak." Hei! Bantuin Dong! Udah tau aku nggak bisa memasak!" Ucap kesal Lilia yang terdengar kewalahan." Haisss.. Sudahlah Jika kau lapar kan bisa Beli Di luar kenapa memasak Sendiri?" Ujar Davit." A.. aku juga terpaksa tau! Lihat tangan ku jadi Cemong seperti ini! Oh Iya kenapa di Dapur sama sekali tidak ada pisau apa kau?" Ucap Lilia sembari menunjukkan Tangan nya yang sangat kotor itu." Kemari biar ku bersihkan Tangan mu dulu, dengar ya jika kau ingin makan sesuatu kata kan pada ku walaupun Itu sangat susah di dapatkan aku akan mencari nya dan Soal pisau Di Dapur Maaf aku sudah Menaruh nya di tempat Lain agar kau tak melihat nya, Maaf jika Baru memberitahu mu! Aku hanya takut kau akan Sakit lagi." Ucap Davit sembari mengelap tangan Lilia dengan lembut." Kalau di lihat dari dekat seperti ini Davit memang sangat Tampan dan juga dia sangat baik dan selalu ada di samping ku! Aku sempat berfikir.. Beep.. Beep suara dering Handphone Lilia." Hei.. Aku sudah tak ingin Memakan Ayam goreng buatan mu tiba tiba aku ingin Kebab Dan kopi Macchiato, piccolo, dan Long Black Aku tunggu 25 menit lagi." Isi dari Pesan Raiyen." Heh! Dia pikir aku Pelayan di Lestoran! Dasar! Sumpah demi apa pun aku ingin sekali mencari kelemahannya!" Ucap kesal Lilia Sembari mengepal kan Tangannya." Hmm.. seperti ada Aura dingin ya?" Ucap Davit tiba tiba merinding." Puk!.. Cepatlah kita harus Mencari Sesuatu!" Ucap Mengerikan Lilia sembari menepuk Pundak Davit.
Parkiran Mobil Kantor WolldenQin.
Davit Morgan: "Apa harus membawa makanan? Kita kan hanya akan membahas tentang pekerjaan! Apa ini salah satu mencari muka?" Ucap Davit Yang melihat Lilia membawa Sekresek Makanan dan minuman.
Lilia LuzQiana: "Hilih! Untuk apa aku mencari muka dengan nya! Aku melakukakan ini juga karna Terpaksa Ia yang meminta!" Ucap Lilia langsung Menjawab.
"Terpaksa? Apa Kau di paksa Oleh Presiden Qin itu?" Ucap kaget Davit." Waduhh mampus! Keceplosan! Hmm.. mana mungkin, aku hanya Asal bicara sudahlah Ayo masuk presiden Qin Pasti sedang menunggu kita." Ucap Gugup Lilia." Greb! Tunggu.. Jika benar kau sedang di Ancam akan sesuatu Oleh presiden Qin katakan kepada ku! Aku akan membantu mu!" Ucap Davit memegang tangan Lilia." Hehehe.. Iya iya.. kau selalu saja khawatir! Aku takut kelama lamaan jadi suka padamu! Sudah Ayo masuk!" Ucap Lilia langsung menarik Davit.
"Aku seperti ini juga karena Mu, Entah kenapa aku tak bisa melihat mu sengsara Makanya aku ingin selalu membantu semua masalah mu dan mengemban Semua penderitaan mu Agar kau tetap tersenyum dan menjadi Seorang Mahkluk yang sangat bahagia di Dunia ini." Pikiran Davit sembari mengerut kan kedua Alis nya.
Sementara Itu Di penerbangan Taoxian China Tringg.. Tringg." Halo Nona.. Orang terbaik sudah kami siap kan, berapa orang yang perlu kami kirim?" Ucap Ravit Kapten Mafia." Hmm.. bagus! Bawa saja 1 orang yang paling handal dan bersihkan Sisa nya Setelah itu kau tau harus berbuat apa kan?" Ucap Rara." Baik.. Saya mengerti." Ucap patuh Ravit." Oh Ya.. Rahasiakan Ini dari Ayah." Ucap Rara langsung mematikan Telephone Itu." Sungguh melelahkan! jika saja dia tidak memaksa ku pergi mungkin hal merepotkan ini tak akan terjadi! Aku sungguh Minta maaf Hahaha.. Tapi ini sangat menyenangkan!" Ucap Rara sembari menyeringai.
Lilia LuzQiana: "Permisi saya CEO MakeupLuz , saya memiliki janji bertemu dengan Presiden Qin." Ucap Lilia yang Berbicara dengan Resepsonis Itu.
"CIH! Dia kembali lagi ya! Maaf seperti nya Presiden Qin kami tidak Akan menemui Anda lagi! Dan ya! Tolong sadar diri sedikit! Kau.. w************n yang mengejar ngejar Presiden Qin seperti layak nya hewan! Cepat pergi sebelum aku mengusirmu." Ucap ketus Resepsonis itu." Apa maksud mu dengan mengejar ngejar! aku kesini untuk membahas Persoalaan kerja sama yang sedang kita jalani!" Ucap Tegas Lilia." Apa kau pikir Aku akan percaya dengan perkataan mu yang selalu mengkhayal tentang CEO MakeupLuz? Cih! Pasti wajah cantik mu ini kebanyu Makeup kan? Dengan wajah seperti ini kau berani Genit dengan Presiden Qin! Mari akan ku tunjukkan wajah asli mu!" Ucap nya yang ingin mengguyur Lilia dengan Air namun Davit menghalangi nya."
Davit Morgan: Byurrr.. Tes! Tes! Suara Siraman dan Tetesan air yang mengenai Davit." Lilia kau tidak apa apa? Apa ini yang kalian lakukan Kepada Rekan Business? Jika kalian menjadi Karyawaan ku! Akan ku pastikan Kalian Tidak akan di terima oleh Perusahaan Apa pun!" Ucap Davit dengan nada memakinya.
"EH? Itu kan Sekretaris Makeup Luz Davit Morgan!" Benarkah? Apa kau mengenal nya." Dengan melihat wajah nya pun aku sudah Tau! Itu benar Dia! dan wanita itu? Jadi benar dia CEO Makeup Luz!" Kalau begitu Veno akan mengalami masalah besar!" Ucap para karyawan yang melihat kejadian itu.
"Pak Davit? Ma.. maaf belakangan Nona ini sering mengunjungi Presiden Qin Kukira Dia sedang mengejar ngejar Cinta Presiden Qin seperti Orang gila yang biasa nya datang." Ucap gugup Veno si Resepsonis Itu." Jadi kau menyamakan CEO Kami sebagai orang Gila yang mengemis Cinta! Apa Mata mu tak bisa melihat jelas?" Teriakan Davit yang terdengar sangat marah.
Taps.. taps.. tap.. Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang sangat bergema seperti malaikat turun dari langit.