50. Tempat Ini

2386 Words
Pagi hari di kediaman Luz. Brak.. Tap.. drap.. drap suara langkah kaki Heboh Lilia yang sedang bersiap siap." Huh! Kenapa tuh orang ngabarin nya mendadak si!" Gumaman Lilia yang sedang Repot merapihkan Rambut nya yang terlihat berantakkan itu. 5 menit yang lalu." Di ruang makan Keluarga Luz." Hoammm.. Akhhh.. enak nya Ibu tumben sekali memasak seenak ini." Ujar Lilia yang baru saja bangun tidur langsung ke ruang makan tanpa mencuci muka nya terlebih dahulu." Ini masakan Bibi Ani, tanpa sengaja kau mengatai masakan yang di buat Ibu tidak enak ya?" ujar lesu Vivia Luz." Bukan begitu.. ini mungkin Lilia terlalu lapar jadi enak jika makan apa pun.." Pretttttt.. Ahhhhh.. akhirnya keluar." Ujar Lega Lilia setelah mengeluarkan Buntelan kentut nya." Ukh! Jorok! Kau pikir Ibu ingin mencium Gas beracun mu itu? Cepat pergi! Kau bahkan belum menyentuh Air sedikit pun! Apa kau tau, saat Ibu seumuran mu ibu sangat menjaga Kebersihan.." Ocehan Vivia yang kini memarahi Lilia." Aku tidak tahu! Jika aku tidak seperti ibu berarti Aku menuruni sifat Ayah! Jadi jangan memarahi ku! Marahi lah ayah" Ujar Santai Lilia berbicara dengan mulut yang penuh makanan itu." Iw.. iw! Palingkan muka mu yang jelek itu! Mengganggu selera makan ku saja!" ujar Loveta yang terlihat Enak karena melihat Cara makan Lilia." Lihat itu anak mu menjadi seperti mu!" ujar Vivia sembari memarahi suaminya Luziang." maaf kan aku, lagian jika anak kita menuruni sifat ku berarti kau sangat mencintai ku!" saut Luziang seketika membuat Vivia Luz tambah kesal." Cinta.. cinta! Kau selalu membicarakan Cinta! Dasar Pria bucin!" Duk! Ujar Vivia sembari memukuli Suami nya." Ahhh.. sayangg ampunn!" Teriakan Luziang. Loveta" Lihat itu ayah Dan ibu berisik sekali! Ini gara gara mu!" Gumaman nya. Lilia" Gapapa Itung itung olahraga Pendengaran!" Saut santai nya. "Jadi Kak Davit pindah ke kota Beijing ya.." ucap Loveta sembari memasukan makanan kedalam mulut nya." Iyaa.. kenapa? Kau merasa kehilangan kan? Tenang saja kalau kau mau aku akan mendekatkan mu dengan Davit." Ucap Lilia." Uhuk.. uhuk! Si.. siapa yang merasa kehilangan si! Malah kaka yang terlihat kualahan karena kepergian kak Davit." saut Panik Loveta." Benar juga perkataan mu itu, Makanya Di hari libur ini kaka berjanji Akan Tidur Di kasur tanpa melakukan apa pun!" ujar semangat Lilia sembari mengepal tangan kanan nya dengan kencang. Bulan itu terlihat kesepian.. Ia terasa seperti sedang menangis.. suara nada Handphone Lilia yang berbunyi." Eh! Raiyen? Di memakai nomor yang biasa? Jadii diaa." ujar Lilia yang terkejut Mendapat Telehphone dari Raiyen." Udahh Cepat angkat! Keburu mati tuh." Ujar Loveta." Bentar bentar! Tarikk nafass buangg! Nafass buangg! Ha.." tut.. tut.. ucap gugup Lilia tiba tiba telephone dari Raiyen Mati." Tuh kan kebanyakan Gaya si." ucap Loveta." Huh! Kenapa mati? Apa dia salah sambung tadi?" Srekkk.. Ujar lesu Lilia sembari melempar Telephone nya Di meja. Bulan itu terlihat kesepian.. Ia terasa seperti sedang menangis.. di langit malam yang cerah.. Suara Nada Telephone Lilia kembali berbunyi seketika membuat Lilia bergegas mengangkat Telephone itu." Haloo.. " ujar berbarengan Raiyen dan Lilia." Mmm.. kau saja duluan." Ujar Raiyen dan Lilia kembali berbicara berbarengan." Ku.. kira kau tadi hanya salah sambung." ujar Lembut Lilia." Awal nya memang begitu." ujar Cepat Raiyen yang membuat Lilia curiga siapa yang ingin Raiyen Telephone." Jadi kau ingin menelephone orang lain? Siapa itu?" ucap Lilia." Ekhmmmm.. Hati hati kak Raiyen kaka Lilia mulai mengeluarkan tanduk nya." ucap si nyamuk loveta." Diam kau! Aku hanya sedang bertanya siapa yang mengeluarkan taduk! Hei! Apa sekarang kau bisu? Kau ingin menelephone siapa Hah?" Ocehan Lilia dengan nada marah nya." Heheheh.. Jadii jika kau cemburu Nada suara mu seperti ini ya? Aku hanya bercanda soal ingin menelephone orang lain Toh Di w******p ku Hanya ada panggilan terakhir dari mu." Saut Raiyen." Benar kan? Apa hanya aku? Tak mungkin pasti ada orang lain kan?" ujar Cemburu Lilia." Tidak adaa.. jika ada mungkin dari Lion apa kau juga cemburu pada Lion?" Saut Raiyen." Si.. siapa yang kau bilang cemburu! Aku tuh hanya memastikan!" ujar konyol Lilia seketika membuat Ayah beserta Ibu dan Loveta yang mendengar nya tertawa terbahak bahak." Hahaha..hahaha" Dia bukan Anak ku!" ujar Vivia Luz." Putri ku adalah jeplakan Diri ku!" ucap bangga Luziang." Kaka sungguh bodoh!" Ucap Loveta. "Mmmm.. Lilia, seperti yang kau tanu aku sudah kembali ke kota Shenyang, tebak sekarang aku ada di mana?" ujar Raiyen" Yaa.. makanya kau menelephone pakai nomor ini, aku tidak tahu kau ada di mana emang?" Saut Lilia." Di depan Rumah mu.. bersiap lah dalam 5 menit dan temui aku di luar.. kau tak berniat menghabiskan waktu libur hanya untuk tidur kan?" Ujar Raiyen yang dari tadi menunggu Lilia didepan Rumah nya." Ti.. tidak! Mana ada hari libur kita hanya tidur tidur saja! Tunggu aku! Aku akan bersiap dalam wakti 7 menit lagi!" Saut Lilia sembari bergegas Pergi ke kamar nya." Kan hanya 5 menit kok nambah." ujar Raiyen." Kau pikir aku tak perlu mandi? 7 menit sudah paling cepat! Kau diam saja dan tunggu aku!" Tut.. tutttt.." ocehan Lilia langsung mematikan Telephone Dari Raiyen. Vivia Luz" Syukur deh anak itu jadi tidak tidur seharian! Hah! Untung ada nak Raiyen." Gumaman Ibu Lilia. 7 menit kemudian di depan Kediaman Luz." Hutff.. apa ini yang di rasakan para pria jika menjemput Wanita nya? Walaupun dia tidak dandan juga cantik kok kenapa Ia harus Dandan? Padahal aku akan terus menganggap nya cantik apa mungkin untuk di lihat pria lain? Akhhhh.. enggakk! Aku harus Apus! Make up Lilia nanti!" Gumaman Kesal Raiyen sembari mengerut kan Bibir nya. Tuk.. tuk.. tuk" Lama Ya?" ujar Lilia sembari mengetuk ngetuk pundak Raiyen." Ini dia! Tuh kan dia benar Dandan dan makin terlihat Cantik! Tak bisa di biarkan, Aku harus mengapus nya!" Fikiran Raiyen dengan wajah serius nya Ingin menghapus Make Up yang ada di wajah Lilia." Aaaa.. kau ingin berbuat apa?" ujar Lilia memberhentikan tangan Raiyen." Wajah!.. wajah mu tak boleh terlalu cantik." ujar Lesu Raiyen." Eh? Kenapa? Toh aku berdandan Cantik juga Untuk mu." Saut Lilia." Yaa tujuan mu memang begitu, namun jika pria lain Lihat Dia akan jatuh cinta jika melihat mu seperti ini.. hapuss Yaa.." Ujar Raiyen dengan Wajah melas nya itu. 3 menit kemudian. Jeng.. jeng.. jengg" sudah puas?" ujar Lilia sehabis Mencuci Make up nya yang sudah Ia buat dengan susah payah." Puass.. Ayoo kita pergi." Ujar Raiyen sembari mengangguk angguk. Brmmmmmmm.. Suara mobil Raiyen berjalan Ke Arah Pegunungan dan melewati jembatan Vinghil." Memang nya kita mau kemana? Kenapa ke arah pegunungan?" ujar Lilia." Ke suatu tempat.. Kau tidak mengingat nya ya?" ujar Raiyen." Hmm.. apa kita pernah ke sini ketika Dulu?" Ucap Lilia." Sedih jika kau melupaknnya Lilia.. Duduk yang manis aku akan menunjukkam tempat yang menurut mu paling indah." ujar Raiyenn sembari menambah laju Kecepatan mobilnya. Cekrittttt.. suara Mobil Raiyen berhenti di Garasi." Ternayat di dalam hutan ada Garasi juga ya." Ucap takjub Lilia." Hehehe.. tentu saja asal kau tau tempat yang kau kunjungi waktu itu dan sekarang berbeda, sekarang jauh lebih indah mari Genggam tanganku." ujar Raiyen sembari menyodorkan tangannya." Untuk apa! Kita kan tak akan menyebrang!" saut Lilia." Walaupun ini di buat dan di jaga oleh ku tentu saja ini masih Pegunungan dan Hutan jika kau tak takut di Apelin Serigala dan Babi hutan si Yasudah! aku duluan." ujar Raiyen yang sengaja menakut nakuti Lilia sembari berjalan pergi." Apelin? Tu.. tunggu! Aku mau memegang tangan mu!" ujar Malu malu Lilia langsung memegang Tangan Raiyen, Raiyen pun kembali memgang nya dengan Erat. "Apa kita masih Jauh? Kurasa kita hanya memutar mutari tempat ini saja." ujar Lilia." Benarkah? Kenapa kau merasa begitu?" Saut Raiyen." Aku melihat pohon Kelapa ini! Jangan jangan kita tersesat ya?" ujar Polos Lilia yang tidak mengetahui Bahwa Raiyen sengaja memutar mutari Tempat itu." Ah! Sialan kenapa ada pohon kelapa si! Aku kan hanya ingin berpegangan agak lama dengannya!" Fikiran Raiyen sembari menatap Pegangan nya bersama Lilia. " Tidakk.. kita tidak tersesat, Pohon kelapa ini saja yang mengikuti kita! Ayoo perhatikan langkah mu saja!" ujar Raiyen dengan nada kesal nya membawa Lilia pergi." Mana ada pohon bisa berjalan? Seperti nya Raiyen sakit." Fikiran Lilia sembari mengikuti Arah yang di tunjukkan Raiyen. Bzhhhhhhh.. Byurrrrr!.. Suara Ombak yang tertabrak Bebatuan." Oh? Apa kau dengar itu? Suara ombak dan percikkan Air! Apa kita dekat dengan pantai? Ah! Mana ada Pantai di tengah Pegunungan dan hutan ini!" Gumaman Lilia." Dia itu terkadang Bodoh Ya! Jelas Yang sedang Ia injak dari tadi Adalah Pasir! Hehe.. lucu nya." Fikiran Raiyen dengan senyum kecil nya." Eh! Apa itu?" ujar tiba tiba Lilia." A.. apa? Bikin kaget saja!" Ucap terkejut Raiyen." Kau baru saja tersenyum!" ujar Lilia." Lalu? Apa ada yang melarang ku tersenyum? Sudah lah ayo jangan banyak Bicara dikit lagi kita mau sampai.." ucap Raiyen." Aku bukannya melarang nya tersenyum, namun jika wajah tersenyum seperti itu Ia lebih Imut dari pada senyuman Bayi kecil." Fikiran Lilia yang dari tadi melamun." Ini diaa.. Kita sampai Di pulau Rahasia.. Cantik bukan?" ujar Raiyen sembari melihat Pantai Itu. Bzhhhhhhh.. Byurrrrr!.. suara percikkan Air pantai dan ombak." I.. ini! Tempat ini.." ujar terkejut Lilia sehabis melihat Pantai itu." Akhirnya kau ingat! Ini pulau Rahasia yang pernah kita kunjungi 6 tahun yang lalu.. Dan tempat ini.." ujar Raiyen menatap pantai itu dengan pandangan sayu nya." Tempat berbagi Cinta Bibi mu dengan kekasih nya, jika aku tahu kau akan bersedih jika ke tempat ini, lebih baik kita tak usah kemari." ujar Lilia." Mana bisa! Dulu kau sangat suka tempat ini semenjak kepergian mu tempat ini selalu ku jaga bahkan Tak ada Satu orang pun yang berani kemari." ujar Raiyen." Jika tahu tidak ada satu pun orang, kenapa kau menyuruh ku menghapus make up? Apa kau tau betapa susah nya aku tadi?" ujar Lilia menatap Sengit Raiyen." Hehehe.. Iya iya, maaf aku hanya suka melihat mu tampil Alami." saut Raiyen." Cih! Kau aneh! Mana ada jaman sekarang Pria tidak memandang Fisik? Ngomong ngomong.. tempat ini sangat berbeda ya, bahkan jauh lebih indah dan cantik." ujar Lilia sembari melihat sekeliling tempat itu." Aku lebih memilih mejadi pria Aneh dari para Normal! Apa kau tau? Sejelek jelek nya wanita pasti Ia akan di anggap Cantik di mata pria yang tepat! Dan menurut ku aku sudah menemukan Wanita itu." Saut Raiyen sembari memegang Rambut Lilia dan mencium nya. "Ekhmm! Kau jago gombal ternyata! Entah berapa wanita yang kau Gombali semenjak aku pergi! Aku tak percaya tuh kau hanya menyukai ku selama ini." ujar Lilia menarik Rambut nya dari Tangan Raiyen." Aku hanya mencintai mu! Memang susah menjaga perasaan jika di sekitar ku terlalu bayak wanita seksi dan Cantik tapi.." Ujar Raiyen seketika membuat Lilia marah Dan memukuli nya. Duk!.. Tak!.. Duak!" Dasar pria m***m! Kenapa kau tak memacari Wanita Seksi itu saja! Dan sekalian kau jadi kan pajangan! Aku ingin pulang!" ujar kesal Lilia berjalan pergi. Grebb!" Dengarkan dulu aku kan belum selesai Bicara." ujar Raiyen tiba tiba memeluk Lilia dari belakang." Sesuai perkataan ku tadi, memang cukup susah menahannya! namun berkat Cinta ku yang terlalu banyak untuk mu dan hati ku yang sudah terkunci oleh mu dan hanya nama mu yang di fikiran ku itu lah yang membuat aku tak melirik wanita Lain, aku hanya mencintai mu selama 6 tahun ini Lilia bahkan tak sekali pun kau hilang dari Fikiran ku! Jadii jangan lah melangkah menjauh dari ku!" Ujar Raiyen sembari memeluk Erat Lilia. Pluk!!" Apa kau pikir aku akan luluh dengan Ucapan mu! Berhentilah berbicara seperti itu! Aku tak ingin mendengar nya!" Saut Lilia kembali memeluk Erat Raiyen." Heheheh.. dia memang wanita yang bergerak namun beda dengan ucapannya!" Fikiran Raiyen sembari mengelus Elus kepala Lilia." Lilia.. aku tau kau sudah mengetahui Isi Hati ku ini aku juga tau apa isi hati mu namun kita tak bisa hanya dekat saja jika boleh aku ingin melangkah lebih maju." Ujar serius Riyen." Apa tidak cukup dengan seperti ini? Walaupun aku tak mengatakannya aku juga mencintai mu!" Saut Lilia. Raiyen" Kau satu satu nya Wanita yang tidak mau Hubungannya Melangkah Lebih maju! Apa kau tak berniat bersama ku selamnya Ya? Jadi kau hanya ingin memainkan ku saja ya? Aku tak ingin menjadi mainan mu! Aku meminta untuk melangkah lebih maju!" ujar Nya dengan wajah imut nya itu. Lilia" Hehehe.. kau berbicara apa sih! Tentu saja aku ingin melakukan itu, jika begitu aku ingin kau menunjukkan langkah untuk maju nya hubungan kita!" Saut Lilia dengan senyum Indah nya. Drapp.. drapp.. drap.. Sreekkkkk.. srekkkk.. srekkkkk. Suara langkah kaki heboh Raiyen yang mencoba membuat sebuh gambar dan tulisan Di pasir pantai." Dia buat apa sih?" Gumaman Lilia yang terlihat bingung ketika melihat Raiyen." Jangan Lihat lihat! Kejam.. kejamkan mata mu!" ujar Raiyen seketika Lilia pun mengikuti perintah nya." Huft! Dia terkadang seperti anak kecil! Apa sih yang ia ingin buat!" Fikiran Lilia sembari memejamkan mata nya. 1 menit kemudian." Hos.. hoss.. hoss! Selesai! Lilia! Buka lah mata mu sekarang." Teriakan Raiyen yang berada di tengah tengah Gambar Love dan Terdapat Tulisan L. M. K. K. M. D. K." Eh? Bisa kah kau menjelaskan Huruf Di tengah Gambar Love itu?" Teriakan Lilia yang terlihat bingung Karena Huruf yang di buat Raiyen." Baikk! Bolehkah aku membaca nya sembari berteriak?" Ujar Raiyen." Tentu jika itu perlu!" Saut Lilia." Okee.. dengar kan Baik baik! Liliaaaaa... Mauu... Kah.. kauuuu.. Menikahh.. Dengann.. Kuuuuuu!" Teriakan Raiyen yang sedang mengartikan Huruf Yang Ia tulis untuk Lilia." " Dheg!! Hahahahaha.. apa aku perlu menjawab nya sekarang?" Saut Lilia." Apa kau tak ingin menikah dengan ku? Aku tau ini terlalu cepat tapii.." ujara Raiyen tiba tiba di Sela Teriakan Lilia yang menggelegar." Yaaa!! Akuu.. Lilia Ingin menikahi mu Raiyeennnn!" Teriakan Lilia seketika membuat Raiyen terbeku dan tak berkutik sehingga membuat Lilia panik dan menuju ke Arah Raiyen yang berdiri si tengah Gambar Love itu." Eh? Raiyen? Kenapa kau diam Saja? Apa kau sakit? Jangan jangan kau mengidam Setruk!" Ujar Lilia sembari menggoyang goyang kan Tubuh Raiyen. Tep! Suara Raiyen tiba tiba memegang wajah Lilia dengan kedua tangannya." Kau bicara apa tadi?" Ujar kaku Raiyen." Hihihi.. Aku mau menikahi mu!" Saut Lilia dengan senyumnya. Grebb!" Hahah.. hahahah.. apa Kalian dengar! Lilia ingin menikahi ku!" ujar Riang Raiyen sembari mengangkat Lilia." Hahaha.. sesenang itu kah?" Ujar Lilia yang melihat Tingkah Raiyen. Plukkk!" Tentu! Apa kau tau betapa Ingin nya aku mendengar kata ini? Akhirnya!.. akhirnya aku mendapatkannya! Terimakasih!.. terimakasih Lilia!" Ujar Raiyen sembari memeluk Erat Lilia dan tak sengaja Air mata kebahagiannya Keluar." Hiks!.. hiks! Terimakasih kembali telah bertahan selama ini untuk mencinta ku! Aku mencintai mu Raiyenn!" Isakkan Lilia yang kini kembali memeluk Erat Raiyen.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD