Kreekkk.. suara pintu terbuka." Ibu!" ujar Davit. 23 menit yang lalu Nitt.. suara Lift Davit berhenti Di Lantai 150." Hehe.. untung saja Ketemu Abang abang penjual Rujak, Ibu pasti suka.. Loh? kenapa pintu nya terbuka?" ujar Davit Tiba tiba mendengar Suara Ibu nya beserta Satu pria seketika membuat nya tercengang." Apa yang barusan Kalian katakan Benar?" ujar Davit.
Diana" I.. ini tidak seperti yang Kamu dengar! orang ini hanya mabuk dan bicara nya mengaur!" ucap gugup Diana ketika melihat Davit.
Xuan" Ya! Aku lah Ayah mu, Ini tes DNA kau dan Diri ku." ujar Nya sembari memberi selembar kertas yang berisi tes DNA Itu seketika membuat Davit terdiam.
"Maaf.. maaf Atas ketelatan Ayah tentang mengetahui keberadaan mu, Ayah saat itu bodoh membiarkan Ibu mu pergi tanpa mengetahui Apa yang ingin Ibu mu bicarakan! Ayah tau, Ayah tak pantas berada di depan mu sekarang! Jika! Jika bukan Kehadiran Anak itu! Pasti kita bertiga akan hidup bahagia." ujar Xuan Dira sembari mengepal kencang kedua tangannya. Bruk!" Ayahhhh! Kau benar Ayah ku? Kenapa baru muncul sekarang? Apa kau tau betapa Inginnya aku mempunyai seorang Ayah?" ucap Davit sembari memeluk Xuan Dira." Eh?.. Da.. Davit." ucap terkejut Diana." Maaf.. Ayahh sungguh minta maaf, Apa kau tak ingin bergabung?" ujar Xuan Menoleh ke Arah Diana. Bruk!" Sayangg.. berhenti lah menangis." ujar Diana Sembari memeluk Davit Dan Xuan.
Ruang Televisi" Senang nya kau bisa menerima ku kembali Davit.. kupikir kau tidak akan mau menerima ku kembali" ujar Xuan dengan senyum lega nya." Hehe.. Tentu saja kau kan Ayah ku, bagaimana bisa aku menolak mu." ujar cepat Davit." Aku sangat lega memiliki putra seperti mu, kau sangat cocok mewarisi MV Ayah.. bagaimana kalau kita bertiga kembali Ke rumah.. tentu saja di Beijing sana?" ujar Xuan." Soal itu biarlah Ibu yang menentukan.. Davit kan penurut." saut Davit dengan senyum lebar nya." Hmmm.. aku belum memikir itu.. kurasa aku perlu waktu, menurut mu?" ujar Diana." Tentu saja Ingin pulang kerumah Yang sebenarnya." Saut Ceria Davit." Huft! Jika itu mau mu.. ibu akan memberikan kesempatan pada Xuan namun tentang kembali ke kota Beijing ibu yang menentukan Hari nya." ujar Diana seketika membuat Xuan Dira Merasa sangat senang." Hahaha.. Ayo! Kita makan Rujak nya! Rasa nya Asam namun jadi manis karena makan bersama kalian.. Davit terimakasih." ujar Senang Xuan yang kini menatap Davit dengan wajah Lega nya." Cih! Kau pikir aku mempercayai Secarik kertas ini? Bahkan jika kau Ayah sebenar nya! Aku tak peduli Aku sudah muak dengan kata Ayah! Tujuan ku menerima mu Adalah Rara! Bagaimana pun juga aku harus Membalaskan Dendam Dan untuk melindungi Lilia!" fikiran Davit.
Keesokkan Pagi nya Masih di Apartemen Primus Residence Shanghai Hongqiao. Jrengg! Suasana hening di Ruang makan yang kini terdapat Lilia Loveta Davit beserta Diana Dan Xuan Dira." Duhh.. Mau bahas apa ya? enggak terkejut juga si karena dari Awal Davit memang mirip Tuan Xuan, Huft! Suasana nya jadi hening begini aku harus apa?" Fikiran Lilia yang kini sangat gelisah." Mampus! Sebenarnya nggak mau kesini karena takut ketemu kak Davit tapi mau gimana lagi? Aku penasaran dengan Apa yang terjadi, ternyata Dia beneran Ayah Davit ya? Tapi kenapa baru muncul sekarang? Mmm.. mungkin Davit sangat menginginkan Seorang Ayah Namun.. dia bodoh atau gimana? Masa langsung menerima nya yang sudah menelantarkan nya 24 tahun!" Fikiran Loveta sembari menatap Xuan." Hehehe.. Aku harus memperkenalkan diri ku lagi Atau tidak ya? Seperti nya kalian berdua memang sudah mengenalku." ucap Xuan." Hahaha.. aku tak menyangka Tuan Xuan Adalah Ayah kandung Davit, Yaa.. tak sedikit terkejut si dipandang dari sisi manapun kalian memang mirip.. Mmmm Ini Adik Ku Loveta Dan Loveta Ini Tuan Xuan
." ujar Lilia di sela Oleh Loveta." Si pengganggu Bibi, Tak menyangka kita bertemu yang ke 2 kali nya." ucap Santai Loveta." Hahahah.. Jadi kau mengenal ku dengan itu? Seperti nya hitungan mu salah, kita sudah bertemu yang ketiga kali saat kau memberi bekal untuk kaka mu." ucap cepat Xuan Dira." " paman kan bertemu dengan Kaka ku bukan dengan ku, Dan Saat itu juga Saya Tak melihat pamam." ucap Loveta." Namun sama saja bukan? Kita sudah bertemu untuk yang ke 3 kali nya." Saut Xuan." 2 bukan 3 paman" ucap keras kepala Loveta." 3 dan Pasti 3." Saut Xuan masih dengan pendiriannya. Brak! Suara Tendangan Melayang ke Arah Kaki meja." Bisa kah Kalian Diam!" ujar bersamaan Diana Dan Lilia seketika membuat Loveta Dan Xuan Terdiam." Jika kau berani mengatakan satu kata tanpa seijin ku.. aku berjanji tidak akan menginjakkan kaki ku di beijing Nanti!" ujar Diana dengan nada menyeramkannya seketika membuat Xuan Terdiam. 15 menit kemudian." Makanannya Enak sekali Bibi Terimakasih." ujar Lilia." Hehe.. makasih ya padahal bibi tak pandai memasak loh.. sebentar Tadi bibi menyiap kan makanan penutup nya, kau tau di mana?" ujar Diana sembari menatap Xuan Yang hanya Terdiam." Kau tau dimana?" ujar kembali Diana namun Xuan masih Tidak mau membuka mulut." sekarang kau pura pura tidak mendengar ku Ya! Kemari kau biar ku buka pintu yang ada di telinga mu itu!" ujar Kesal Diana Sembari meremas jari nya." Tunggu ibu mungkin Tuan Xuan tidak mau berbicara karena Ibu menyuruh nya tadi." ujar Davit." Ah? Benarkan?" ujar Diana langsung menatap Xuan dan Xuan pun mengangguk kan kepalanya." Huft.. pria bodoh! hentikan permainan bisu mu itu Kau ku perboleh kan Bicara! Dan cepat ambil kan makanan penutup nya." ujar Diana kembali duduk dengan Ramah." Hahhahha.. Bibi bisa garang juga." ujar Lilia dengan senyum manis nya." Kau hanya tau kelembutannya belum kerasnya." Saut Davit." Barusan yang aku dengarr.. Davit memanggil nya Tuan bukan Ayah! Jika Davit tergila gila menginginkan seorang Ayah walaupun jangka waktu pendek seperti ini pasti Ia akan memanggil nya Ayah bukan Tuan, Sebenarnya apa yang sedang di Fikirkan Davit?" Fikiran Loveta.
Davit" Sungguh mengesal kan! Aku ingin cepat berakhir." fikiran Davit.
Lilia" Syukurlah Davit sekarang mempunyai keluarga Sempura semoga kalian bertiga Bahagia." Fikiran Lilia
Malam Hari di kediaman Luz jam 10:00. Terpancar sinar bulan yang begitu Indah Di kamar Lilia yang kini terlihat sepi." Beberapa hari ini Dia jarang menemui ku.. tentu saja aku bukannya Kangen! bukan kah sudah ku katakan tak usah mencari Rara lagi, namun Ia masih saja mencari nya, walaupun Rara sering sekali menyakitiku namun itu juga salah ku karena telah merebut cinta nya. Namun jika Ia mengatakannya Dari awal pasti Akhir dari pertemanan Kita Tidak akan kandas seperti ini, bagaikan Sedekat Nadi sekarang sejauh mentari." Gumaman Lilia sembari memandangi Bulan Itu dari kamar jendelanya." Tringg.. tringg suara Telephone Yang berdering dari Handphone Lilia." Eh? Nomor Siapa ini?" ujar Lilia yang mendapat Telephone dari nomor yang tidak di kenal." Halo.. Dengan siapa ya?" ujar Lilia." Dengan Raiyen Qin si pemegang Kuncir Hati Lilia, apa nona Lilia masih belum tidur di jam segini? Boleh kan saya tahu alasannya?" ujar Raiyen sengaja Membercandai Lilia." Hehehe.. ada ada saja, sepertinya Ia sedang memikirkan seseorang sampai membuat nya tidak bisa mengejamkan matanya walau hanya sebentar." Saut Lilia." Hmmmm.. begitu Ya, Saya bisa menyanyikan lagu pengantar tidur, apa Nona Ingin mendengar nya?" ujar Raiyen." Boleh.. tunggu! Aku akan ketempat tidur sekarang." ujar Lilia sembari berjalan ke arah Tempat tidurnya." Kau tidak tidur dengan Pria lain kan?" Saut Raiyen." Kau pikir aku apa? Lagian apa urusan mu." saut tengil Lilia." Urusan ku! 100 persen urusanku! Hanya aku yang boleh tidur satu ranjang dengan mu tidak dengan pria lain! Ingat itu." ujar Tegas Raiyen." Hehehe.. maka berusahalah tidur di.. Ran.. jang.. ku!" Ujar Lembut Lilia seketika membuat telinga Raiyen memerah." Curang!" Saut Raiyen dengan nada melas nya." Eh? Kenapa?" Ucap cepat Lilia." Kau menggoda ku! Dan membuat aku ingin kembali ke kota Shenyang sekarang dan Kawin lari bersama mu!" ujar Raiyen dengan nada melas nya." Hahaha.. masa kawin lari si, jika begitu maka cepatlah kembali." Ucap Lilia." Hmmm.. akan secepatnya" ujar Raiyen langsung menyanyikan Lagu pengantar Tidur untuk Lilia."
" Bulan itu terlihat kesepian
Ia terasa seperti sedang menangis di langit malam yang cerah..
Meskipun kutahu.. akan menjadi pagi suatu hari..
Aku ingin tinggal di langit cerahmu seperti bintang..
Setiap hari, setiap saat
Jika kutahu ini akan terjadi
Aku akan menyimpan lebih banyak Waktu." Nyanyian merdu Raiyen seketika membuat Lilia berhasil mengantuk." Raiyenn.." ujar Lilia." Hmmm.. Iya?" Saut Raiyen." Aku mencintai mu." Gumaman Lilia langsung terlelap." Aku juga sangat mencintai mu Lilia, tidur lah yang nyenyak." ujar Raiyen langsung mematikan Telephone.
Raiyen" Dheg! Huft! Tak bisa begini! Aku sudah tak bisa menahannya lagi! Lilia tunggu aku Di Shenyang Aku akan kembali." ujar Raiyen dengan wajah Memerah nya.
Keesokkan Pagi nya Di kediaman Dira Kota Beijing." Apa? Ayah sudah kembali? Berarti Davit sudah di bunuh? Hahahha.. bodoh! Kenapa aku tak menyuruh Ayah saja yang melakukannya Dari dulu!" ujar Riang Rara." Tapi Nona Ada yang harus saya sampaikan." ujar Bloson." Sudah lah Nanti saja! Dimana Ayah sekarang?" ujar Rara." Sekarang Tuan Berada di Ruang Tamu." ujar Bloson." Hahaha..! Aku harus memeluk Ayah ku!" Ujar senang Rara yang berlari sembari menuruni tangga. Drap.. drap.. drap! Ayahh! Ayah kem.. bali?" ujar Rara tiba tiba berhenti berlari karena terkejut melihat Davit yang duduk Santai di Sofa Itu bersama Wanita Di samping nya Diana Morgan. Davit yang melihat Terkejutnya Rara seketika membuat Davit tersenyum kecil Dan berdiri." Halo Saudara Tiri ku." Ujar seringai Davit yang membuat Rara berjalan Mundur dan kembali berlari ke kamarnya.
Davit" Rupanya Dia begitu kaget ketika mendengar Memiliki sodara, bukan begitu Ayah? Hah! Sudah lah aku ingin berbaring di kasur ku." ujar Davit.
"Bloson, cepat tunjukkan Kamar Davit dan biarkan Ia beristirahat." ujar Xuan. 3 menit kemudian setelah Davit pergi kekamarnya." Dia Anak yang kau bilang itu?" ujar Diana sembari menikmati Coffee." Iya.. mirip seperti Raiva bukan? Mmm.. ingin mengunjungi makam Wanita itu besok?" ucap Xuan." Boleh.. aku ingin mengatai dan merusak makamnya." ujar Diana sembari mengerutkan Dahinya." Menurut mu, apa Davit Bisa akrab dengan Rara? Mereka seumur, tapi jika Kau ingin Rara di usir dari Rumah ini Aku akan melakukannya Toh dia bukan lah Garis keturunan ku, membunuh nya juga boleh Dia itu anak yang menyusahkan!" ujar sadis Xuan Dira." Kau pikir aku akan melakukan Itu pada Anak yang sudah tak memiliki ke dua Orang tua? walaupun Dia anak yang membuat hidup ku hancur! Itu bukan salah nya Namun salah Yang melahirkannya! Biarlah Ia tinggal di rumah ini, walaupun aku tak menyukai nya Aku akan menjaga nya seperti Anak kandung ku sendiri." Saut Diana seketika membuat Xuan terharu." Hisk!.. hiks! Kau sama sekali tidak berubah! Aku jadi makin Cintaa padamuu!" ujar Xuan yang kini ingin mencium Diana namun Diana langsung mendorong nya!" Bruk!" Aw! Kenapa kau mendorong ku!" ucap Xuan." Walaupun kita sudah mempunyai Anak bersama! Namun secara hukum kita belum sah! Jadi menjauh lah sana aku ingin tidur!" ujar ketus Diana Bergegas pergi meninggal kan Xuan yang kini masih duduk di lantai." Harus begitu ya..? Maka aku akan menikahi mu segera!" ujar nya sembari menyeringai.
10 menit kemudian" Tak mungkin! Tak mungkin Itu Davit! Ia Sudah mati kan? Jika! Jika Ia mengetahui ku disini! Bukan kah Raiyen pasti akan mengetahui nya! Dan a.. apa maksud Perkataan Sodara Tiri? Ma..mana mungkin Ayah menikahi Wanita Lain di belakang ibu? Tak bisaa aku harus bertemu Ayah." ujar gemetaran Rara bergegas ke Arah Ruang Pribadi Xuan Dira. Ceklek! Suara pintu Yang terbuka." Akhirnya kau datang Kukira kau terdiam bisu di kamar mu." ujar Xuan yang menyadari Rara Datang." Drap!. drap.. drap!" Ayah! Kenapa Pria itu masih hidup! Dan apa maksud dari perkataannya! Saudara Tiri! Ini hanyalah omong kosong belaka kan!" Teriak Rara sembari mengepal keras Bahu Xuan." Ayah tak bisa membunuh nya Dia adalah Anak ku dengan Diana." Plaak! Ujar Xuan seketika mendapat Tamparan dari Rara." Anak mu? Bisa bisa nya kau memiliki anak dengan wanita lain mentang mentang Ibu meninggal! Bukan kah Ayah mengatakan Kalau Ayah sangat mencintai Ibu? Kau pria keji! Kau pembohong Ayah!" Duk!.. duk.. duk! ujar Rara sembari memukul mukul d**a Xuan." Heh! Kau ingin tau Pembohong dan keji itu siapa? Apa kau tau kau bukan lah Anak ku! Kau Adalah Anak seorang supir dan Ibu mu Raiva! Kau sama sekali tidak mempunyai Darah ku! Namun gara gara mu! Aku terpisah dengan Diana Dan putra ku dan membuat ku kehilangan Cinta sejati ku!" Teriakan Xuan sambari memegang Tangan Rara." Anak supir? Ayah Berbohong kan man mungkin Ibu melakukan itu dengan Seorang supir! Ibu adalah wanita terhormat!" Saut Rara." Cih! lalu Kenapa kau berada di Dunia ini dan berdiri di hadapan ku? Apa kau tau sejak Kau masih Berada di dalam Perut Ibu mu Aku sudah membenci mu! Karena aku yang menanggung perbuatan Tercela Ibu mu itu dengan Pria supir itu! seenak nya Ibu mu menuduh ku kalau janin yang berada di perut mu adalah Anak ku bersama nya! dan setelah kelahiran mu Ibu mu meninggal dan meninggalkan barang yang ku benci! Itu kau! Betapa ingin nya aku membunuh mu Rara! Bersyukur lah jika kau masih hidup sampai sekarang! Diana! Dia menyuruhku untuk mengurus mu dan menganggap mu sebagai anak ku! Padahal Jika jadi Dia.. aku pasti akan merasa sulit tinggal bersama seorang Yang menghancurkan kebahagiaannya! Maka dari itu Mulai sekarang Anggap lah Diana sebagai Ibu mu dan Davit sebagai Sodara mu! Bagaimana pun juga Davit yang akan meneruskan MV( MaVia ) Ayah." ujar Xuan.
3menit kemudian di kamar Rara.
"Tidakk! Tidakk mungkin! Aku bukan Anak seorang supir! Ibu ku tidak mungkin melakukan Itu! Ini semua pasti siasat Davit! Ia pasti telah mengelabui Ayah! ...? Catatan! Catatan Harian Ibu! Salah satu pelayan pernah memberikan aku catatan itu! Aku harus mencari nya!" ujar Rara Bergegas mencari Buku Itu di Laci bawah tempat Tidur nya." Ketemu!" Ujar Rara langsung membuka dan membaca Buku Harian Ibu nya." Buku Harian Raiva Blen." Betapa Hannyutnya perasaan ku jika melihat mu tersenyum kepada ku kau adalah Cinta pertama ku Arlon ku harap Ayah dan Ibu akan merestui kita.. tanggal 12 bulan april. Aku berharap Anak yang berada di Janin ku ini Akan memiliki sifat dan Keberanian mu Arlon. Tanggal 18 bulan Mei, Bagaimana ini Ayah Dan Ibu akan marah jika mengetahui aku mempunyai hubungan dengan Supir ku Arlon aku tak ingin membiarkan Arlon terbunuh.. tanggal 23 Mei.. Lucu nya Aku menikah dengan pria yang tidak kucintai, Maaf kan Aku Diana Aku tidak bisa membiarkan Arlon Mati! Maaf jika aku harus merebut Xuan Dira Dari mu, kuharap kau memaafkan Ku ini." Tes!.. tes!.. suara tangisan Rara yang terjatuh di buku Harian Ibu nya itu." Tidakkkkk! Ibu.. ibu! Kenapa melakukannya! Ibu membuat ku menjadi terlihat bodoh karena di tempat kan di keluarga ini! Dan kenapa ibu melakukan itu pada Seorang supir! Akuuuu.. aku benci Ibu!!" Brakk!" Teriakan Kesal Rara langsung melempar Buku itu ke dinding.