43. Kawan Lama

2421 Words
Kediaman Luz Selasa Pagi yang kini terlihat kebingungan melihat begitu banyak bawaan makanan yang di pegang Orang Tua Raiyen." Ya.. ampun, From jika kau ingin bersilahturami datang saja tidak perlu membawa makanan sebanyak ini." ujar Vivia Luz." Mana mungkin setelah sekian lama aku berkunjung kerumah teman Karib ku ini tidak membawa apa pun! Jangan omong kosong! Kemari lah aku ingin mencium mu." ucap Akrab From Qin Ibu Raiyen sembari mencium Pipi Vivia Luz." Jangan terlalu lama itu istri ku." ujar Luziang." Dulu dia itu istri ku aku suami nya ketika SMA lalu kau merebut nya dari ku!" ujar ketus From Qin menatap tajam Luziang." Aku tak peduli! Dia sekarang istri sah ku." Saut Luziang. " Ibu apa bisa jelaskan keadaan ini?" ujar bingung Lilia yang melihat tingkah Aneh Ayah nya dan Ibu Raiyen." Hehehe.. Ibu akan jelas kan Jadi dulu sebelum kalian lahir mungkin saja kalian masih menjadi kecebong di Got.. saat itu Ibu dan Ibu Raiyen masih SMA kami sekolah bersama Ketika itu Ibu orang nya sangat lemah mudah sekali di Buly para teman teman Ibu dan Saat itu From Qin datang dan selalu menyelamatkan Ibu dari perbulian ketika Itu Ibu dan From Qin membuat hubungan kami sering menyebutnya hubungan suami istri tentu saja From Qin jadi Suami Ibu dan soal perseteruan ini.. saat Ibu Kuliah Ibu juga satu Campus dengan From Qin namun berbeda kelas dan saat itu ibu bertemu Ayah mu Luziang Dia dulu Pria tampan yang di kenal sebagai penyihir Hati entah sihir apa yang Ayah mu gunakan Ibu sampai terpicut dengan nya." ujar Vivia Luz tiba tiba di sela. Luziang" Sihir Cintaahhh! Love love love." ucap Konyol Nya sembari mengedip kan matanya. From Qin" Hentikan Konyol! Itu sangat menjijikan!" Duakk! ujar kesal From Qin sembari memukul Kepala Luziang sampai cenat cenut. "Sakit ya Sayang? Sebentar ya Aku cerita Dulu.. dan Saat itu Ibu berpacaran dengan Ayah mu ibu jadi sering melupakan From dan karena Itu kini From sangat kesal jika bertemu dan Ayah mu!" ujar Vivia Luz." Yaa.. tapi karena Vivia sering melupakan From itu yang membuat peluang besar Bagi Ayah mengapa Ayah bisa menjadi Ayah mu sekarang." Saut cepat Faton Qin Suami From Qin Ayah Raiyen." Hmmm.. begitu ya? Silahkan Cerita aku tau Ayah ingin cerita juga kan?" ucap Dingin Raiyen." Tentu saja Hohoho.. suatu kebanggaan bisa menceritakan Cerita cinta ayah kepada generasi muda seperti kalian, Jadii saat From ibu mu masih dekat dengan Vivia Ayah susah sekali mendekati nya karena Dulu setiap Ada pria yang mendekati Ibu mu Ia Akan langsung marah dan memukuli Sampai babak belur dulu Ayah pernah kena karena di kira Ayah ingin mendekati Vivia saat itu Ayah di Pukuli habis habisan Oleh Ibu mu Sampai Datang lah hari di mana ibu mu sendirian Karena Vivia berkencan dengan Luziang saat itu Ayah mencoba mendekati nya dan seiring berjalan nya waktu Kami dekat dan saat itu kami kebablasan dan hadir lah kau Raiyen saat itu pun kami bisa menikah dan mendahului Vivia dan Luziang, Hahahaha.. Aneh bukan siapa yang dekat duluan siapa yang nikah duluan." Ucap Riang Faton Qin. Luziang" Hei! Harus nya kau bersyukur jika aku tidak berkencan dengan Vivia kau tak akan jadi dengan From! Kalian ingin mendengar cerita Ayah Juga bukan? Jadi Ayah dan Faton dulu Teman sekampus Kami berdua di cap sebagai wajah nya Kampus karena bisa di bilang kami pria tampan dalam satu Kampus itu dan soal kami bertemu pertma kali dengan Ibu kalian Itu ketika kami bermain Basket Kami melihat Dua Wanita yang kehausan lalu meminum Air dengan begitu Cantik nya, memang bisa di bilang Selera Ayah Dan Ayah mu Raiyen hampir mirip dari saat itu kami terus memperhatikan Vivia dan From dan Sampai lah sekarang kami berhasil membuat nya melahirkan Anak kami!" ucap Nya menceritakan sedikit kisah perjuangan cinta nya." Patut di banggakan Bukan! Hohoho." ujar bersamaan Luziang dan Faton dengan wajah penuh kebanggaannya. " Hahahaha.. Sama sekali tidak bisa di banggakan." Saut bersamaan Lilia dan Raiyen yang dari tadi duduk menyimak cerita kisah cinta kedua Orang tua nya. "Hehehe.. sudah lah untuk apa kita menceritakan kisah Kuno kepada anak jaman New seperti mereka!" Ayoo Duduk masa berdiri terus, bagaimana jika kita bermain UNO?" ujar Vivia Luz." Yaa.. Ayoo siapa yang kalah tepung melayang di wajah!" ujar From Qin. Mereka pun mulai bermain permainan UNO Seperti Biasa From Qin dan Luziang Selalu kalah jika bermain UNO wajah mereka pun Kini di penuhi dengan Tepung terigu." Hahaha.. Ibu sungguh memalukan Aku saja yang baru belajar Bisa menang tuh." ujar tengil Raiyen." Ayah! Baru kali ini aku melihat Ayah bedakan Dan Cemong seperti Bayi." ucap Konyol Lilia secara Halus menghina Ayah nya Luziang." FFFtt.. Lihat itu wajah nya sangat jelek ketika di kasih tepung sama seperti Dulu." ucap Luziang dengan nada ngeledek nya." Hei! Lihat juga wajah mu sangat Cemong seperti b****g Bayi." Teriakan From Qin." Apa kau bilang!" b****g bayi! Apa kau tuli!" Kemari kau! Cepatt! Kemari!" ucap Luziang dan From Qin yang selalu berantem jika bertemu. 5 menit kemudian.." Hahaha.. Asik Ya kita bisa kabur dari para mulut berisik itu." ujar Lilia yang kini berada di Taman Rumah nya sehabis kabur bersama Raiyen" Hahaha.. Ternyata Kisah Orang Tua kita cukup Aneh! Aku juga tak menyangka mereka memiliki hubungan yang sangat dekat." Saut Raiyen." Kalau di pikir pikir Aku terkejut dengan Sikap ibu mu tadi tak menyangka Ibu mu dan Ayah ku Partner Gelud wkwkwk.." Tertawaan Riang Lilia sembari menduduki Ayunan." Kalau Itu si memang tak usah di Ragu kan Lagi! Ibu ku terkadang memiliki sifat Ganda Ia akan dermawan di waktu Ia harus dermawan tapi jika Bebas dari waktu Itu Ia akan berubah menjadi seperti ini! Aneh ya? Aku saja merasa ibu ku itu Aneh." ucap Raiyen sembari mendorong Ayunan yang di naiki Lilia." Tidak Kok Ibu mu itu sangat Lucu aku suka dengan nya mungkin sifat mu juga turun dari nya." ucap sembrono Lilia." Hehehe.. sikap yang mana nih? Jadi kau suka Sikap ku yang mana?" ucap penasaran Raiyen." Eh? I.. itu hanya gurauan ku saja! Mari lupakan." ucap Panik Lilia. Syunggg!.. Syunggg! Suara Dorongan Ayunan yang kini semakin kencang." Cepat katakan jika tidak ayunan ini akan membawa mu ke planet lain loh." ujar Raiyen." Tak mau! Pokok nya nggak mau! Cepat hentikan!" Teriakan Lilia." Katakan Atau meluncur!" ucap Raiyen masih kokoh dengan Tekad nya dan menambah kecepatan dorongan nya yang membuat Lilia terpental dari Ayunan Itu." Eh! Aaaaaaaaaa!" Teriakan Lilia. Drapp.. drapp.. drap pluk!" Pesawat sudah mendarat dengan selamat Ting nong." ujar konyol Raiyen yang kini menangkap Lilia dan memeluk nya agar tidak terjatuh mengenai tanah." Kau ini! Jantung ku hampir saja mau copot tau! Kau dengar Tidak Dia terus berdetak!" ujar Lilia dengan nada kesal nya." Masa sih? Coba aku ingin mendengar nya." ujar Raiyen sembari meletakkan kepala nya di d**a Lilia yang membuat Lilia tersipu. Raiyen" Dheg! Dag.. dig.. dug suara jantung Lilia yang kini Raiyen dengar." Wah hebat! Seperti suara bom! Aku curiga di dalam jantung mu ini ada yang sedang berperang." ujar nya sengaja menggoda Lilia. Lilia" A.. Apa sih! Mana ada yang seperti itu. Cepat angkat kepala mu itu!" ucap nya yang terlihat semua wajah nya hampir memerah. "Ada kok! Kau mau dengar?" Tuk!.. " bagaimana? Suara nya Kencang sekali bukan?" ujar Raiyen sembari meletakkan Kepala Lilia di d**a nya agar Lilia mendengar detak kan jantung Raiyen yang kini berdetak sangat kencang." Ke.. kencang sekali! Apa dia merasakan Berdebar juga? Da.. d**a nya jika di lihat dari dekat Perfect juga Toh.. Ya ampun! Aku memikir kan apa tadi! Lilia sadar! Jangan m***m duluan." fikiran Lilia yang tidak karuan." sudah selesai mendengar.." ujar Raiyen tiba tiba di sela." Kalian sedang Apa?" ujar Loveta tiba tiba berada di taman Itu." Aaaa! Lo.. loveta! Kami sedang saling mengecek jantung sama lain! Yaaa.. bisa di bilang mengecek kehidupan." ucap Gurauan Lilia yang kini terlihat panik." Aneh! Jika kalian bisa mengecek satu sama lain bukan kah menandakan kalian masih hidup? Sudah lah aku yang salah datang di waktu yang tepat!" ucap Loveta." Tuh tau lain kali perhatiin keadaan." Saut tiba tiba Raiyen. "Iya iya maaf.. tapi kalian bisa melakukan itu lagi nanti kan? Sekarang Kak Raiyen dan kak Lilia di panggil tuh." ujar santai Loveta." Eeeee! melakukan lagi nanti apa? Kaka tadi benar benar hanya.. I.. itu kok." ujar panik Lilia." Iya iya.. apaaa tadi? mengetes kehidupan?" ucap santai Loveta sembari berjalan pergi." Kenapa wajah mu seperti itu kaka tidak berbohong." ucap Panik Lilia mencoba meyakinkan Loveta." Iyaa siapa yang bilang kakak berbohong!" saut santai Loveta." Wajah mu mengatakan kalau kaka berbohong." ujar Lilia." Memang benar kok Lilia berbohong kita kan tadi mengetes seberapa berdebar nya jantung kita." ucap polos Raiyen seketika membuat Lilia ngeblus dan semua wajah nya menambah memerah seperti habis terbakar. Sore hari pukul 05:00 Keluarga Raiyen pun pulang sehabis mengenang Dan bermain permainan yang sangat melegenda itu." Vivia aku pulang dulu Ya.. Hati hati dan katakan saja jika Luziang melukai mu saat itu juga aku akan menikahi mu." ujar From Qin Ibu Raiyen." Lalu bagaimana dengan ku? Aku tak ingin di duakan!" ucap cepat Faton Qin suami From Qin." Dari pada kau aku lebih memilih Vivia Ku!" Saut From Qin." Sudah sudah aku yakin Mamas ku enggak akan seperti itu." ujar mesra Vivia sembari merangkul Pinggul Luziang Suami nya." Menjijikan!" Gumaman Raiyen." Jadi pulang atau tidak!" ujar Raiyen yang terlihat bosan melihat prilaku Ke empat Orang Tua itu." Hehehe.. iya Iya, pulang dulu yaa!" ujar From Qin sembari memasuki Mobil nya. "Aku pulang dulu.. Dan jangan Lupa perbannya di ganti." ucap Raiyen sembari tersenyum." Iya! Tanpa kau bilang aku juga akan menggantinya!" Saut Lilia." Tentu saja karena mulai saat ini aku lah yang akan mengurus mu." ucap Raiyen." Tak perlu.. Toh Aku mempunyai Davit Ia yang akan mengurusku." ujar Cepat Lilia." Tidak! Mulai sekarang aku lah yang mengurus mu! Bukan Davit namun Aku! Terbiasakan lah dengan itu.. Sampai jumpa, Cups!" ucap Raiyen tiba tiba mencium hening Lilia dan bergegas pergi menaiki mobil." Sampai jumpaa Vivia! Calon bessann ku!" Teriakan From Qin. Dikediaman Xuan Dira. "Sungguh anak Yang merepotkan! jika saja Ia bukan Keturunan ku akan ku bunuh sejak Ia lahir! Dan tak usah repot repot menuruti kemauannya yang mengesalkan ini" ujar kesal Xuan Dira tiba tiba mengingat Pada malam Hari di Ruang Pribadi Xuan Dira." Ayah! Ini semua tidak akan terjadi jika pria itu tidak menghalangi Lilia Di tusuk pisau! Kalau saja saat itu Lilia mati aku tidak akan bertekad menabrak Lilia!" ujar Rara." Jangan salah kan orang lain Rara karena mu Ayah rugi besar! Banyak nyawa para mafia Ayah mati! Itu pun karena ulah mu yang sangat sembrono itu!" ujar Xuan Dira." Ayah lebih memperdulikan Nyawa Para mafia ayah dari pada diriku? Kalau begitu biarkan aku bunuh diri sekarang agar ayah tidak sama sekali memiliki penerus keluarga Dira!" teriakan Rara." Kau mengancam Ayah! Jangan berani berani kau melukai diri mu Rara! Buang pisau itu!" ujar Xuan Dira yang melihat Rara sedang memegang sebuah pisau buah dan ingin menggorok Lehernya." Aku akan bunuh diri! Untuk apa aku hidup lagi Ayah! Cinta ku telah membenci ku dari kecil pun ayah sama sekali tidak menyayangi ku! Ibu meninggal ketika melahirkan ku! Kenapa! Kenapa aku tak pernah memiliki Cinta! Kenapa Ayah!" Teriakan Rara seketika membuat Xuan Dira terdiam." Berhenti kumohon berhenti! Jatuhkan pisau itu, maaf jika selama ini Ayah terlihat dingin kepada mu.. Ayah hanya ingi kau tumbuh menjadi Anak yang mandiri." Ucap Xuan mencoba menenangkan Rara." Tidak ada seorang anak bisa tumbuh mandiri sendiri! Walaupun hanya sedikit seorang anak itu pasti membutuh kan Cinta!" Saut Kesal Rara." Ayah salah Ayah minta maaf.. Jatuh kan pisau itu Rara Ayah berjanji akan menuruti permintaan mu jika kau jatuh kan pisau itu." ujar Xuan Dira. Rara" Hehehe.. kena juga! Siapa yang ingin bunuh diri! Aku sangat menyayangi nyawa ku! Dia adalah Xuan Dira jika Ia mengatakan Janji Ia pasti akan menepati nya! Perjuangan ku tak sampai di sini Raiyen! Jika aku tak bisa mendapat kan mu! Aku akan menghancurkan Mu dan mengajak mu ke nereka bersama ku!" Fikirannya. " Ayah mengatakan dengan bersungguh sungguh kan!" ujar Rara." Ayah tidak pernah mengngikari janji Rara." ucap cepat Xuan dira." Kalau begitu! Aku ingin Ayah membunuh Davit! Ia lah pengganggu sebutir batu yang selalu membuat ku tergelincir!" ucap Rara." Davit? Apapun keinginan mu Ayah akan mengabulkannya! Kirim saja Identitas beserta Wajah nya dan latar belakang keluarga nya, Ayah berjanji akan membunuh Ia dengan kedua tangan Ayah sendiri." Saut Xuan Dira. Trang.. tuk! Suara Pisau yang terjatuh ke lantai." Cepat bersihkan badan mu dan istirahat lah." ucap Xuan Dira bergegas pergi." Hehehe.. malang sekali nasib mu Davit! Tinggal hitung hari nama mu akan berada di pemakaman! Dan habis itu Lilia! Hahahaha.. puas! Puass sekali." Gumaman Rara Sembari menyeringai. Keesokan Hari nya di Rumah sakit Lintang7." untuk apa kalian kesini! Ruangan ku jadi sempit tau." ucap ketus Davit." Heh! Sudah baik kami jauh jauh datang untuk menengok mu! Seharus nya senang sedikit lah!" ucap ketus Raiyen." Aku bukan tipe orang bermuka Dua!" Saut Davit yang sengaja menyindir Raiyen." Jadi kau menyindir ku?" Jika kau merasa berarti itu kau." Coba Katakan sekali lagi!" Bermuka Dua! Telinga mu di penuhi tanah Hah?" Lilia" Berhenti! Mulut kalian itu hanya di gunakan untuk berkelahi Hah? Akhhhhh.. sudah lah Aku hukum kalian Tinggal berdua Di kamar ini! Sementara Itu aku dan Loveta akan mencari makanan! Sebelum aku kembali tidak ada satu orang pun yang boleh keluar dari Ruangan ini!" teriakan marah nya bergegas keluar Ruangan sembari membanting pintu Brakk!" Huft.. Dia marah lagi!" Ujar bersamaan Raiyen dan Davit. Sementara Itu" Kaka.. Aku ingin menanyakan Sesuatu." ujar Loveta dengan nada seriusnya." Tanya saja, kenapa harus bertanya? Kau ini terkadang menganggap kaka mu ini orang lain ya? Pak Rasa Coffee nya 2 mangga 1 Vanili 1" ujar Lilia yang sedang Memesan Eksrim." Mmmm.. Jika ada seseorang yang mencintai Kaka melebihi cinta Kak Raiyen, apa kaka ingin menerima pria itu?" ujar Cepat Loveta." Apa sih yang kau katakan.. Yaa.. walaupun ada pria lain yeng mencintai kaka melebihi Raiyen Kaka tak berani menjamin Itu karna kaka sendiri saja tidak mengetahui seberapa besar Raiyen menyukai Kaka. Ini mas kembalian nya simpan saja." Saut Lilia sembari membayar Ekrim itu." Sudah jawab saja! Kan itu hanya misal nya." ujar Loveta yang terdengar memaksa." Kalau itu benar benar ada.. Kaka akan memilih Raiyen, Kaka hanya cukup dengan Cinta yang Ia berikan sudah jelas bukan? Kenapa kau menanyai ini?" ucap Lilia dengan wajah penasaran nya." Tidak apa.. Loveta hanya penasaran, Kaka boleh kah aku mengatakan sesuatu." ujar Riang Loveta." Ng... Ya? Apa itu?" Saut cepat Lilia." Aku sangat Iri dengan kaka yang selalu di kelilingi Cinta." ucap Loveta menatap Lilia dengan senyum lebarnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD