Tapp.. tap.. tap" Suara langkah kaki Raiyen bergema di sekolah yang sangat Sunyi dimalam hari.
Raiyen Qin: "Lilia! di mana Kau! Liliaa! Tap.. tap.. tap!" Teriakan Raiyen berlari mencari Lilia.
Lilia LuzQiana: "Di.. dingin! Siapapun di sana Tolong Aku!" Ucap Lilia tersungkur di Lantai.
Raiyen Qin: "Hah.. hah, Dimana Diaa! Eh? Toilet! Tap.. tap.. tap," suara Lari Raiyen." Lilia semoga kau baik baik saja!" Ucap Raiyen berlari ke Toilet Wanita.
Bang!.. bang!" Suara Pintu yang di Dobrak!
Raiyen Qin: "Hah.. hah!" Lilia Apa kau baik baik saja! A.. aku mohon sadar lah!" Ucap Cemas Raiyen memeluk Lilia.
Malam hari Kediaman keluarga Qin
Lion Ziling: "Raiyen kau sudah pilang?" Ucap nya memasuki kamar Raiyen." Ah ya, Ayah dan ibu mu pergi keluar negri! Eh.. itu Lilia?" Ucap nya terkejut melihat Lilia yang berada di kamar Raiyen.
Raiyen Qin: " Oh.. bagus lah jika ibu melihat Lilia seperti ini? Apa yang harus aku katakan pada ibu! Ini semua salah ku yang tidak menjaganya!" Ucap Raiyen memegang tangan Lilia yang pingsan.
Lion Ziling: "A.. apa yang terjadi? Mengapa bisa Lilia Sampai seperti ini?
Raiyen Qin: "Ada yang mengunci nya di Toilet, Aku Raiyen Qin bersumpah akan membunuhnya! Siapa pun yang berani menyentuh wanita ku! akan ku cabut nyawanya!" Ucap nya sembari menggertak kan gigi nya.
Lion Ziling: Mengepal kedua tangan nya." Aku akan mencari cctv dekat Toilet itu! Kau tenang kan lah diri mu!" Ucap Lion berjalan keluar kamar Raiyen.
Drett.. drett. Suara Pesan Headphone Lilia Dari Vivia Luz Ibu Lilia.
"Sayang kau kemana? Pulang lah ini sudah malam."
Raiyen Qin: "Pesan dari ibu Lilia? Aku tak bisa membiarkan Bibi mengetahui keadaan Lilia sekarang!" Ibu sepertinya aku tak bisa pulang, aku sedang menginap di rumah teman ku! Aku akan pulang besok." Membalas Pesan Ibu Lilia." Hah.. "Menghela napas menatap wajah Lilia.
Pesan dari Vivia Luz "Owalah.. Tidur yang nyenyak putri ku!" Ucap ibu Lilia.
Raiyen Qin: "Sukur lah bibi percaya, Eh Seperti nya ini sudah Dingin, akan ku ganti!" Ucap nya mengganti kompresan Lilia dengan lembut.
Lilia LuzQiana: "Heummmmm" Suara dengusan Lilia.
Raiyen Qin: "Sakit sekali ya? maaf kan aku Lilia, ini semua salah ku." Ucap nya Memeluk Lilia yang tertidur pulas.
Pagi hari di kediaman Rara
Rara Ayundira: "Ini hari ulang tahu kak Raiyen. Aku akan membawa kue ini dan membuat nya Terkejut." Ucap Rara bergegas ke Rumah Raiyen.
Cit.. cit.. " Suara burung berkicau dari luar jendela kamar Raiyen.
Lilia LuzQiana: "Heummmm!" Suara dengusan Lilia Yang terganggu Sinar matahari yang menyinari wajah nya.
Raiyen Qin: Menatap Wajah Lilia" Silau Ya?" Ucap nya segera menghadang Sinar matahari dengan tangan nya.
Lion Ziling: "I.. ini? Rara dan Dewi? Jadi Rara lah yang menjebak Lilia? Jika Raiyen mengetahui ini dia pasti akan membunuh nya! Aku tak bisa Biarkan dia membunuh Rara! Maaf kan aku Raiyen." Ucap nya segera menghapus cctv.
Rara Ayundira: "Paman Bibi Rara datang! Hai kak Lion, apa kak Raiyen ada di atas? Ini kue ulang tahun untuk nya." Ucap Rara masuk Rumah Raiyen.
Lion Ziling: Menghadang Rara" paman dan bibi sedang pergi! Pulang lah kau tak bisa bertemu Raiyen sekarang!" Ucap Lion menatap tajam Rara.
Rara Ayundira: " Minggir! Siapa dirimu berani melarangku? hanya anak seorang supir kau tak berhak mengaturku!" Ucapan tajam Rara mendorong Lion berjalan ke atas Kamar Raiyen sembari membawa kue.
Tap.. tap.. tap" suara langkah kaki Rara berjalan ke kamar Raiyen.
Rara Ayundira: "semoga kak Raiyen menyukainya! Ceklek!" Suara pintu Raiyen yang di buka Rara." I.. itu? Lilia mengapa Dia bisa ada disana!" Ucap nya menjatuh kan Kue yang Ia bawa." Huhuhuhu.. mengapa Lilia selalu beruntung!" Ucap nya yang terisak isak melihat Raiyen memeluk Lilia yang sedang tertidur pulas.
Lion Ziling: "Rara mengapa kau menangis tenang lah!" Ucap Raiyen memegang tangan Rara.
Rara Ayundira: "Lepaskan! Ka.. kau senang kan melihat ku seperti ini! Huhuhuhu!" melepas pegangan Lion dan berlari sembari menangis.
Lion Ziling: "Rara! Tunggu!" Ucap Lion dengan Lantang" Mengapa kau tak melihat ketulusan ku ini!" Pikirannya yang selalu di Abay kan oleh Rara.
Raiyen Qin: "Biar kan dia pergi!" Ucap Raiyen menatap Rara yang berlari sembari menangis.
Lion Ziling: "Kau sengaja kan! Biar kan Rara Melihatmu! Apa kau tau Rara sangat menyukai mu!" Ucap lantang Lion menatap tajam Raiyen.
Raiyen Qin: "Lalu? Apa aku harus menerima cinta nya! Ingat lah Lion, aku ke hilangan bibi ku Diana Morgan karena dia! Jadi tidak ada tempat di hati ku untuk nya!" Ucap nya dengan tegas Berjalan pergi meninggal kan Lion.
Lilia LuzQiana: "Hmmm.. aku di mana? Ahh.. kepala ku sakit sekali!" Ucapnya terbangun dari kasur Raiyen melihat keluar jendela.
Raiyen Qin: Memeluk Lilia" Kau sudah bangun? Apa ada yang masih sakit?" Ucap nya menatap Lilia.
Lilia LuzQiana: Melepas kan pelukan Raiyen" Kau! Mengapa aku bisa di rumah mu?" Ucapnya ingin terjatuh karena pusing.
Raiyen Qin: Menangkap Lilia" Apa ini? Baru ku lepas saja kau ingin terjatuh! Apa kau suka sekali ku selamatkan ya!" Ucap Raiyen menggoda Lilia.
Lilia LuzQiana: Tersipu malu" Bu.. bukan seperti itu! Kepala ku hanya pusing saja!" Ucap nya yang tak berani menatap wajah Raiyen.
Raiyen Qin: Mengangkat Lilia membawanya duduk di kasur" Kau diam lah Dulu Aku akan membawa dokter untuk mengecek mu!
Lilia LuzQiana: "A.. aku harus pulang keluarga ku pasti sangat khawatir!" Ucap Lilia memegang tangan Raiyen.
Raiyen Qin: Kaget" ka.. kau tenang lah! Aku sudah mencari Alasan dan bibi! Maksud ku ibu mu mempercayainya" Ucap nya dengan wajah yang memerah.
Lilia LuzQiana: Tersenyum manis "Terimakasih Raiyen! aku ada satu permintaan boleh kah kau menyiap kan baju ganti untuk ku! Aku ingin membersih kan badan ku dulu! Aku tak mau bau badan ku di tercium dokter nanti!
Raiyen Qin: "Kalian para gadis Sangat memperdulikan ini? Hiss.. aku harus berterimakasih pada ibu ku karena melahirkan ku sebagai Laki laki! Baiklah akan ku siapkan! kau bersihkan dahulu badan mu! aku akan keluar membelinya!" Ucap kesal Raiyen berjalan pergi.
Lion Ziling: "Kau ingin kemana?" Ucap Lion melihat Raiyen yang terburu buru.
Raiyen Qin: "Apa para gadis seperti itu! Haiss.. Sudah lah merepotkan sekali!" Ucap nya dengan tegass meninggal kan Lion.
Lion Ziling: "Aku merepot kan? Ada apa dengan? Haiss.. sudah lah" ucap nya kembali bermain game online.
Bang!.. bang!" Suara permainan game online Lion" Haha.. lihat itu pecundang! Drett.. drett" suara telfon dari ibu Raiyen." Ahhh.. siapa yang berani menggangu ku! Eh? Bibi?" Ucap nya langsung mengangkat telefon.
From Qin: "Lion sayang bibi dan paman sudah di perjalan pulang, jangan biarkan Raiyen tahu ini kejutan untuk nya!" Ucap ibu Raiyen langsung mematikan telefon.
Lion Ziling: "Tu.. tunggu! Bibi! Bibi! Ahhhhh.. anak dan ibu sama saja membuat ku kesal! Bagaimana ini! Dirumah masih Ada Lilia." Ucap nya yang sangat cemas.
Di toko perbelanjaan Bikvos.
Wahh tampan sekali! bukan kah itu tuan Raiyen Qin? Lihat lahh otot otot nya! huh dia milik ku! Eh? Tapi seperti nya dia salah ruangan ini kan toko baju dalam wanita!" Ucap para pelayan Toko.
Raiyen Qin: "Kau! bisakah membantu ku mencarikan sesuatu?" Ucap santai Raiyen.
Pelayan toko: "Tentu tuan? Tapi seperti nya tuan salah ruangan ini tempat baju dalam wanita." Ucap pelayan toko.
Raiyen Qin: "Aku tidak salah ruangan! cepetlah ambil kan 3 set baju dalam wanita! yang terbagus jika kalian salah memilih aku akan membakar satu gedung ini!" Ucap Raiyen menatap tajam para pelayan toko.
Pelayan toko: "Baik tuan! Kami akan mempersiapkannya!" Ucap pelayan yang ketakutan." Ini tuan, semua ini produk terbagus dan terbaik dari toko kami.
Raiyen Qin: Menatap baju dalam itu" Ya! " ucap nya yang sangat dingin berjalan pergi.
Kediaman keluarga Qin
Raiyen Qin: "Apa ini sesuai ukuran tubuhnya? Hah.. sudah lah jika tidak muat apa peduli ku!" Ucap Raiyen khawatir melihat Ukuran baju dalam wanita yang ia beli.
Duarr!" Suara kertas kembang api ulangtahun." Kejutan! selamat ulang tahun putra ku!" Ucap Ayah dan ibu Raiyen yang sangat bersemangat.
Raiyen Qin: "Heh? Mengapa Mereka berdua ada di sini? Lilia!!" Ucap nya yang terkejut langsung melihat ke Arah kamarnya.