Lilia LuzQiana: "Eh? Bukkk!!" Suara pukulan Lilia yang memukul perut Raiyen." Ka.. kau menjauh lah!" Ucap gugup Lilia mendorong Raiyen.
Raiyen Qin: "Aww! Apa ini yang kau lakukan pada Pasien? Hiss.. Sakit sekali!" Ucap Riayen yang pura pura ke sakitan.
Lilia LuzQiana: "Ma.. maaf! Tadi ku kira kau ingin mencium ku!" Ucap Lilia dengan wajah bersalah nya.
Raiyen Qin: "Cih.. begitu ingin ku Cium kah? Kemarilah Aku akan mencium Mu!" Ucap Raiyen yang menyeringai."Heh? Aku di abaikan?" Menatap Wajah Lilia." Bibir nya Sangat Alus, dan mata nya bagaikan matahari yang terbit, sangat cantik!" Fikiran Raiyen yang fokus memandangi Lilia.
Lilia LuzQiana: "Suttt.. jangan banyak bergerak!" Ucap Lilia Menutup mulut Raiyen." Hah..Akhirnya sudah Selesai, Ingat Ya kau harus mengganti perban nya jangan Biarkan Luka mu terkena Air! Mengerti? Raiyen!" Ucap Lilia sembari tersenyum.
Raiyen Qin: "Hah? kau bilang apa?" Tiba tiba sadar karena terlalu fokus menatap Lilia.
Lilia LuzQiana: "Cih.. Dasar Tuli!" Ucap Lilia sambil berdiri." Sudah lah aku ingin pulang!" Berjalan pergi meninggal kan Raiyen.
Raiyen Qin: "Woi! Cepat tarik kata kata mu!" Ucap nya di abaikan Lilia." Tu.. tunggu aku huh! Nggak punya perasaan!" Gerutuan Raiyen mengejar Lilia.
Kediaman keluarga Luz di malam hari.
Lilia LuzQiana: "Apa kau ingin masuk dulu?" Ucap Lilia menatap Raiyen.
Raiyen Qin: Melihat ke Kiri terdengar suara pijakan kaki dari semak semak." Hmm.. Tak usah! Kau masuk lah duluan!" Ucap Raiyen menatap serius Lilia.
Lilia LuzQiana: "Baiklah.. Oh ya terimakasih untuk hari!" Ucap Lilia sembari tersenyum berjalan masuk.
Raiyen Qin: "Kau! Keluarlah! Aku tau Kau bersembunyi di sana!" Ucap Raiyen dengan tegas!" Srukk.. Sruk Meong!" Tiba tiba Seekor kucing keluar dari semak semak." Hanya kucing? Hah mengapa hari ini aku sangat Sial!" Ucap nya berjalan pergi dari rumah Lilia.
Drettt.. drett" suara handphone Rara berbunyi.
Rara Ayundira: "Ya, bicara lah!" Ucap santai Rara sembari melihat foto diri nya dan Lilia.
Penguntit: "Seperti nya keberadaan ku sudah Di ketahui seseorang, Apa yang harus ku lakukan Nona!" Ucap penguntit yang disuruh Rara mengikuti Lilia.
Rara Ayundira: "Tak berguna! Bukan kah kau mafia terbaik dari Ayahku? Cih.. kau pergilah kembali ke kota Beijing aku tak membutuhkan orang bodoh seperti mu!" Ucap Rara dengan nada kesal nya.
Penguntit: "Baik Nona! Maaf kan atas kecerobohan Saya!" Ucap nya mematikan Telefon.
Dewi Rintiani: "Heh? Apa Ayah mu benar benar bos mafia? Bagaimana bisa ia mempunyai Anak buah seperti itu tak berguna sekali!" Ucap nya dengan nada mengolok ngolok.
Rara Ayundira: "Kau benar Ia tak berguna, dan yang pantas di dapatkan orang tak berguna adalah kematian! Halo.. kau cepat lah bunuh penguntit yang kusuruh di kediaman Luz. jika kalian berani bilang ke Ayah ku Aku akan membunuh Kalian semua tut.. tut" Ucap nya mematikan Telepon.
Dewi Rintiani: "Dewi! Dewi kau sangat hebat setelah Rara membereskan Lilia aku akan membunuh Rara dan Raiyen! kau akan menjadi milik ku satu satunya!" Pikiran Dewi sembari meneguk jus Apel.
Keesokan Harinya Di SMA Bimasakti.
Lilia LuzQiana: "Terimakasih pak Kim, hati hati lah dalam berkendara!" Ucap Lilia melambaikan tangan nya."
Tap.. tap.. tap" suara langkah kaki Raiyen." Itu Lilia!" Ucap nya berlari ke arah Lilia.
Raiyen Qin: "Hei! Bocah pembawa Sial!" Ucap Raiyen merangkul Lilia.
Lilia LuzQiana: "Haiss.. minggir sana! Jangan mentang mentang kau menyelamatkan ku kemarin! Kau bisa dekat dengan ku!" Ucap Sinis Lilia melepas kan rangkulan Raiyen.
Raiyen Qin: "Cih.. sombong sekali!" Ucap Raiyen merapihkan rambut nya.
Lilia LuzQiana: "Dimana Lion? Aku harus meminta maaf soal kemarin." Ucap Lilia menatap Raiyen.
Raiyen Qin: "Cih.. berani sekali dia menanyakan pria lain di depan ku!" Pikiran Raiyen menatap Lilia." Entah lah! Apa kau tak ingin Mengganti perban ku? lihat lah aku belum mengantinya.
Siswa-Siswi: "I.. itu Tuan Raiyen dan Lilia? Wah lihat itu mereka sangat serasi bukan? Woah.. ternyata mereka benar benar pasangan! His.. iri nya! Eh? Tuan Raiyen melihat kita! Ayo ayo pergi jangan ganggu mereka!
Lilia LuzQiana: "Apa kau lihat itu! Mereka mulai berfikir yang aneh aneh!" Ucap Lilia menunjuk Raiyen.
Raiyen Qin: Mengigit jari telunjuk Lilia." Ingat lah aku tak suka di tunjuk tunjuk!" Ucap Raiyen menatap mata Lilia.
Lilia LuzQiana: "Aww! Apa kau seekor binatang? Mengapa menggigit ku!" Ucap Lilia yang kesakitan.
Raiyen Qin: "Sakit ya?" Memegang jari telunjuk Lilia." Sini biar ku bawakan Tas mu jadi Kita Impas!" Ucap Raiyen menarik tas Lilia Sembari berjalan.
Lilia LuzQiana: "Aaaaa! tu.. tunggu aku belum melepaskan tas nya!" Ucap Lilia Yang di tarik Raiyenn sembari membontang banting kan banda nya.
Raiyen Qin: "Hehehe.. "tertawa menyeringai Raiyen yang mengabaikan Lilia.
Dewi Rintiani: "Woahh.. kelihatannya Mereka menjadi begitu dekat, benar kan Rara?" Ucap Dewi sembari mengemut permen.
Rara Ayundira: "Cih.. itu tak akan lama! Lihat saja nanti!" Ucap Rara mengepal kedua tangan nya.
Lion Ziling: "Raiyen Sialan! Mengapa ia meninggal kan ku!" Gerutuan Lion memaki Raiyen.
Tring.. tringg waktu istirahat pun tiba.
Lilia LuzQiana: "Dimana Rara? Kantin tak ada, perpustakaan tak ada, taman juga! Dimana dia?
Dewi Rintiani: "Lilia! Apa kau mencari Rara kudengar tadi Ia terjebak di Toilet!" Ucap Dewi sengaja untuk menjebak Lilia.
Lilia Ayundira: "Benar kah? Astaga mengapa bisa?, Oh ya terimakasih." Ucap Lilia bergegas Ke toilet.
Lion Ziling: "Lilia! Tunggu mengapa kau
Belum membayar tagihan makan kemarin! Apa kau tau aku di suruh cuci piring disana!" Ucap Lion menghadang Lilia.
Lilia LuzQiana: "Maaf Lion aku harus pergi ke toilet!" Ucap Lilia dengan nada Cemas.
Lion Ziling: "Ada apa dengan dia? Terburu buru sekali ketoilet!" sembari mengangkat satu alisnya.
Lilia LuzQiana: " Rara! Rara! Kau dimana? Eh? Dimana dia? Bukan kah Rara di sini?" Ucap Lilia Melihat seluruh tempat.
Klekk.. Suara Pintu yang terkunci dari Luar.
Dewi Rintiani: "Gimana dengan Ekting ku? Bagus kan?" Ucap Dewi sembari tersenyum miring.
Rara Ayundira: "Sangat bagus! Kau lebih cocok menjadi Artis!" Ucap Lilia merangkul dewi berjalan pergi meninggal kan Lilia yang terkunci di toilet."Ah.. ya! Dewi apa kau yakin Lilia tak mengenal nama mu?.
Dewi Rintiani: "Tenang lah! Ia tak mengenal ku, Santai saja!" Ucap Santai Dewi.
Lilia LuzQiana: "Mungkin wanita tadi berbohong! Ceklek.. ceklek." Suara pegangan pintu yang coba Lilia buka." Eh? Mengapa tak bisa terbuka? Halo apakah di luar ada orang? Halo?" Ucapan Lilia sembari menggedor gedor pintu.
Waktu pulang sekolah pun tiba tak ada yang menyadari Lilia menghilang.
Lion Ziling: "Raiyen Apa kau merasa ada yang Aneh? Jelas tadi murid terakhir yang keluar, mengapa Lilia belum keluar dari kelas? Oh.. ya tadi saat istirahat Lilia terburu buru sekali ke toilet entah apa yang ingin ia lakukan?" Ucap Lion memandangi kelas Lilia.
Raiyen Qin: Bergegas masuk ke kelas Lilia. "Eh di mana dia? Apa dia sudah pulang? Lion kau pulang lah duluan ada yang harus ku urus!" Ucap Raiyen bergegas ke rumah Lilia.
Kediaman Keluarga Luz.
Loveta Luz: "Mana kaka? Ini sudah hampir menjelang malam! Pak kim pun belum pulang!" Ucap Loveta yang berdiri di depan Pager rumah.
Raiyen Qin: "Anak kecil! Apa kau Loveta Luz?" Ucap Raiyen yang tergesa gesa.
Loveta Luz: "Iya aku Loveta Luz? Kaka tampan ada apa kemari? Ingin menemui Ayah ku?" Ucap polos Loveta.
Raiyen Qin: "Ah tidak! Apa kaka mu Lilia, sudah pulang?" Ucap Raiyen menatap Loveta.
Loveta Luz: "Ah kaka? Kaka ku belum pulang apa kaka tampan ingin menemui nya? Kemari lah kita menunggu kaka ku pulang bersama!" Ucap Loveta Menarik Raiyen.
Raiyen Qin: "Belum pulang? Eh? Apakah? Haissss!" Ucap Raiyen bergegas menaiki mobil nya.
Loveta Luz: "Ada apa dengan kaka tampan itu? Seperti kehilangan sesuatu saja!
Raiyen Qin: "Hah.. hah.. hah." suara terengah engah." di mana kau Lilia? Aku sudah mencari di mana pun, dimana kau Lilia! Semoga kau baik baik saja" Ucap Raiyen sembari mengepal tangan nya." Tu.. tunggu? Sekolah!" Ucap Raiyen bergegas menuju ke sekolah.
Lilia LuzQiana: "Di.. dingin! To.. tolong aku! Huhuhu.. aku sa.. sangat takut!" Ucap Lilia Yang kedinginan.