6. Persengkongkolan.

1611 Words
Sebelum pertemuan di Cafe Samdu. Pertengahan tahun pun tiba Saat nya bagi para murid SMA Bimasakti menghadapi Ulangan Tengah Semester. Pak kim: " Hati hati nona Lilia, telpon aku jika sudah pulang sekolah!" Ucap Supir Lilia bergegas pergi. Lilia LuzQiana: "Hah.. Ia selalu saja khawatir, Aku kan bukan anak kecil lagi!" Ucap Lilia sembari mengerutkan Mulut nya. Rara Ayundira: "Apa yang harus ku lakukan jika bertemu Lilia? Hah.. mengapa harus dia di antara banyak wanita!" Pikiran Rara sembari melamun. Lilia LuzQiana: "Eh? Itu kan Rara. Rara! aku disini!" Teriakan Lilia yang memanggil Rara sembari melambaikan kedua tangan nya. Rara Ayundira: "Eh Lilia? Ah maaf." Ucap nya memalingkan wajah nya bergegas pergi. Lilia LuzQiana: "Eh? Apa dia tak mendengar ku ya? Ya sudah lah masuk saja!" Ucap nya berjalan masuk kelas. "Wahh,apa ini bunga dan coklat di meja Lilia!.. " Wahhh lihat ada surat pengirimnya, Tuan Raiyen Qin!.. " wah, apa kah tuan Raiyen Qin menyukai Lilia?.. " ini akan menjadi berita ter hot di seluruh penjuru!.. " Ucap para murid murid di kelas Lilia. Lilia LuzQiana: "Eh.. Ada apa mengapa Ramai sekali di dekat kursi ku? Ini Bunga dan coklat? " Ucap Lilia yang terkejut di kursi nya ada Bunga dan coklat. "Ehh.. lihat ini siapa yang datang!" Nona Lilia! Calon Nyonya keluarga Qin!" Wah iri nya aku!" Ahh.. mereka berdua memang cocok bukan? saling memiliki latar keluarga yang besar. Rara Ayundira: "Cih.. berisik sekali! mengapa Harus dia dan bukan Aku!" Pikiran nya sembari mengepal kencang kedua tangan nya. Lilia LuzQiana: "Apa ini benar untuk ku? Cih Cowo bodoh macam apa dia? Menyatakan cinta padahal tak saling kenal! Akan ku kembalikan Nanti!" Ucap Lilia yang sangat tidak suka. Bu Erika: "Anak anak kembali ketempat kalian, ibu akan membagikan kertas Ulangan. Lilia LuzQiana: "Suttt.. Rara? Rara? Eh.. Ada apa dengan Rara ya? tak biasa nya Ia seperti ini!" Ucap Lilia memanggil Rara. Rara Ayundira: "Apa dia tak bisa diam mengganggu ku saja! Hah.. lihat ini ulangan nya susah sekali bagaimana aku menyelesaikan nya tanpa bantuan Lilia?" Ucap nya yang kebingungan sembari menggaruk garuk kepalannya. Tuk.. suara segumpalan kertas yang di lemparkan Lilia ke kepala Rara! Sembari mengedip kan mata kanan nya. Rara Ayundira: "Eh apa ini? Isian Ulangan? Ada tulisan nya " Rara aku tau mungkin kau sedang ada masalah tapi tenang lah ada aku yang selalu bisa membantumu! " Cih Apa kau bisa membantu ku? Jika masalah nya adalah keberadaan mu? "Pikiran Rara langsung membuang Isian Ulangan dari Lilia. Tringg.. tringg" suara bel sekolah berbunyi murid murid berhamburan meninggalkan sekolah. Bu Erika: "Baik lah anak anak jam ulangan telah selesai Kalian di persilakan pulang! Nona Lilia supir mu sudah ada di depan sekolah Lilia LuzQiana: "Terimakasih Bu Erika, Eh.. dimana Rara tadi ku lihat ada disini? Eh itu dia, Rara!" Ucap nya memanggil Rara sembari membawa bunga dan coklat yang di berikan Raiyen. Lion Ziling: "Lilia! Hah.. ternyata kau di sini Aku mencari mu kemana mana! ayo cepat ikut aku ada seseorang yang ingin menemui mu!" Ucap Lion yang memegang tangan Lilia menarik nya pergi. Rara Ayundira: "Ka Lion? Cih.. sepertinya kau tak bisa membantu ku Lilia!" Menggertak kan gigi nya berjalan pergi. Lilia LuzQiana: "Tunggu sebentar! Apa kau mengenal Raiyen?" Ucap nya melepas pegangan Lion. Lion Ziling: "Tentu Saja aku mengenal nya dia yang menyuruh ku membawa mu menemui nya!" Ucap Lion dengan wajah percaya diri. Lilia LuzQiana: "Hah.. Bagus lah kalau begitu! Bilang pada nya aku tak akan menemui nya dan tolong kembalikan bunga dan coklat ini! Aku tak akan menerima cinta dari seorang pria bodoh!" Ucap Lilia dengan nada sombong nya berjalan pergi meninggal kan Lion. Lion Ziling: "Eh? Apa ini? Raiyen baru saja di tolak! Haha.. Raiyen kau benar benar di tolak, dan kau di sebut pria bodoh! Hhaha!" Tertawaan Lion yang sangat bahagiaa. Raiyen Qin: "Diam kau bodoh.. jika tidak ingin mati cepat lah pikir kan cara untuk menemui nya!" Ucap Raiyen yang memukul kepala Lion. Lion Ziling: "Huh.. kau ini sangat menyeram kan! sekali bercanda kau akan menawarkan kematian! Siapa orang yang suka di tawarkan kematian? Pantas saja Lilia yang baik itu Menolak mu!" Gerutuan Lion sembari memanyun kan mulutnya. Raiyen Qin: "Berani bilang sekali lagi! aku akan menurunkan mu di tengah tengah pegunungan!" Ucap Raiyen dengan wajah yang sangat kesal sehabis di tolak. Lion seketika menjadi batu tak dapat bergerak atau pun berbicara. Rara Ayundira: "Cih mengapa Lilia yang mendapat kan cinta Kak Raiyen mengapa bukan Aku!" Ucap Lilia dengan nada kesal nya menendang tempat sampah yang ada di jalan. Dewi Rintiani: "Hahaha.. Lihat ini Ada yang cemburu! Hei kau tempat sampah itu tak bersalah. kau salah melampiaskan kemarahan mu!" Ucap nya sembari melipat kedua tangan nya. Rara Ayundira: "Apa Maksud mu!" Ucap Rara dengan nada marah nya. Dewi Rintiani: "Hehehe.. bukankah kau sedang Marah? Karena cinta mu di rebut sahabat mu? aku punya Rencana jika kau ingin balas Dendam!" Ucap dewi sembari memasukan kertas yang berisi nomer handphone nya ke dalam saku Rara. Rara Ayundira: "Pergi kau! Apa kau pikir aku akan tertipu dengan omongan dan akal busuk mu! Cih buang waktu ku saja!" Ucap Rara menepas tangan Dewi berjalan pergi. Dewi Rintiani: "Hei dengar lah, aku tau siapa kau, dan dari keluarga mana diri mu! Jika kau membutuhkan seorang partner. Lihat saku mu dan telpon aku!" Ucap Dewi dengan senyum sinis di wajah nya. Kediaman keluarga Luz Vivia Luz: "Sayang apa kau merasa ada yang aneh dengan Lilia dia dari tadi terus memandangi telepon nya." Ucap Vivia Luz Sembari memberikan kopi ke suaminya. Luziang: "Haha.. sayang putri kita sudah dewasa! Pasti dia sedang menunggu kabar dari pacarnya!" Ucap Ayah Lilia sembari memegang pinggang istri nya. Lilia LuzQiana: "Hah.. ada apa dengan Rara tak biasa nya dia mengabaikan pesan dan telepon ku? Apa aku telah melakukan hal yang salah ya? Sudah lah besok aku akan bicara dengan nya!" Ucap Lilia melihat handphone nya. Vivia Luz: "Ah sayang berhentilah! di sini masih ada anak anak!" Ucap Vivia Luz yang terdengar malu. Luziang: "Benarkah? Mau pindah kekamar?" Ucap Luziang dengan wajah m***m nya. Vivia Luz: "Eh???" Terdiam tak bisa berkata kata semua wajah memerah. Loveta Luz: "Ayah! Ibu! Bisa tidak keromantisan kalian tidak di tunjukan di depan ku!" Ucap Loveta sembari mengunyah keripik di mulut nya. Lilia LuzQiana: "Ah.. Ayah Ibu aku akan membawa Loveta Tidur! Bersenang senang lah!" Ucap Lilia pergi membawa Loveta kekamar. Citt.. cit "Suara burung berkicau di sekolah, Angin angin berhembusan seperti sedang menari, matahari pun ikut menerangi sekolah. Lilia LuzQiana: "Hari ini sangat indah.. semoga aku bisa bicara dengan Rara!" Ucap Lilia memasuki kelas. "Wahh Lihat ini banyak sekali bunga Di meja Lilia.. " Wahh beruntung nya jadi Lilia! Kelihatan nya Tuan Qin sangat mencintai nya!" Ucap para murid Murid yang berkerumun di meja Lilia. Lilia LuzQiana: "Apa ini? Ulah pria itu lagi? Apa dia ingin menjadikan meja ku, menjadi kebun bunga? Hei kalian jika ingin bunga ini ambil lah semua nya!" Ucap nya menyuruh orang lain mengambil bunga yang ada di atas meja nya. Rara Ayundira: "Cih.. lihat lah sikap nya apa pantas ia mendapat kan cinta kak Raiyen! Hei kau aku ingin duduk di sana kau duduk di sini saja!" Menggertak kan giginya pindah tempat duduk yang jauh dari Lilia. Tring.. "waktu istirahat pun tiba, Lilia keluar mencari Rara yang pergi setelah Bel istirahat berbunyi. Lilia LuzQiana: "Rara kemana ya? Sejak waktu istirahat tiba tiba menghilang!" Ucap Lilia yang sedang berdiri di atas tangga. Rara Ayundira: "Maaf kan aku Lilia! Ahhhhhh!!" di tarik Raiyen dan membungkam mulut nya. Lilia LuzQiana: "Eh tadi suara Rara apa dia ada di ruang komputer ?" Berjalan pergi menuju ruang Labkomputer. Raiyen Qin: "Apa kau berencana Mendorong nya? Apa kau gila dia sahabat mu!" Ucap Raiyen menggenggam keras bahu Rara. Rara Ayundira: "A.. aku, Raiyen Lepas kan Itu sakit!" Ucap Rara meneriaki Raiyen. Raiyen Qin: "Cih.. ku anggap kau memang mau mendorong nya, Rara dengar lah jika sesuatu terjadi pada nya kau lah orang pertama yang ku cari!" Ucap nya menatap Rara dengan mata mencengkram. Rara Ayundira: "Dia bukan lah sahabatku! mengapa kau sangat peduli pada nya! Apa kau tak pernah peduli pada perasaan ku sekali saja!" Ucap Rara menepis tangan Raiyen. Raiyen Qin: "Bukan kah kau sudah tau jawaban nya! Mengertilah aku tak akan pernah mencintai mu!" Ucap nya dengan nada sombong berjalan pergi. Rara Ayundira: "Cih.. Mengapa! Mengapa! Huhuuhuhuu." Ucap nya Tersungkur ke lantai Sembari menangis. Bu Erika: "Waktu belajar telah selesai jangan lupa kerjakan PR kalian! Lilia LuzQiana: "Hah.. Rara di mana ya Dari Abis istirahat tidak ada! Di ruang Lebkomputer pun tak ada! Dia di mana ya?" Ucap Lilia sembari berjalan keluar. Tap..tap..tap "suara langkah kaki Raiyen Yang mengikuti Lilia. Lilia LuzQiana: "Siapa di sana? Eh kok ngga ada orang? Apa hanya pemikiran ku saja? Ngomong ngomong di mana pria yang biasa tertidur di pohon sakura itu?" Ucap Lilia sembari melihat Pohon sakura. Pak kim: " Nona Lilia! Ah.. ternyata nona di sini, Ayo nona segera masuk kemobil! seperti nya Akan turun hujan yang sangat lebat." Ucap pak kim membawa Lilia masuk ke mobil. Lion Ziling: "Hei! Apa kau masih Raiyen Qin yang ku kenal? Ini tidak seperti gaya mu! Mengikutinya? Huh.. seharus nya kau langsung ajak bicara saja!" Ucap Lion sembari melipat ke dua tangan nya. Raiyen Qin: "Diam Kau? Kau tidak akan mengerti!" Memasukan kedua tangan nya kedalam kantong celana berjalan pergi. Lion Ziling: "Apa yang tidak aku mengerti? Raiyen tunggu aku!" Ucap nya mengejar Raiyen. Zressssss.. "Suara Hujan yang sangat lebat, di malam hari yang gelap Gulita, Drettt.. drett Suara handphone yang bebunyi. Dewi Rintiani: "Halo! siapa ya?" Ucap Dewi mengangkat Telepon. Rara Ayundira: "Ini Rara! Mari kita bertemu besok di Cafe Samdu! Ada yang harus ku bicarakan padamu!" Ucap Rara sembari mengepal Satu tangan nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD