5. Cafe Samdu

1924 Words
Siang hari di Cafe Samdu. Rara Ayundira: "Apa aku benar benar akan berbuat ini? Hah.. Tapi Lilia." Ucap Rara yang duduk sembari melamun. Dewi Rintiani: "Apa ini? Apa kau masih Ragu karna persahabatan mu dengan Lilia?" Tiba tiba datang Sembari memainkan Ujung Rambut nya. Rara Ayundira: "Kau Sudah datang? Ingin pesan apa?" Langsung Tersadar. Dewi Rintiani: "Heh.. Jadi benar ya, kau masih memandang persahabatan mu dengan Lilia? Cih.. aku kasian sekali dengan mu. Kau berhati baik. Tetapi mendapat kan teman seperti Lilia. yang tega merebut Kekasih mu!" Ucap nya mengompori Rara. Rara Ayundira: Menggertakan Gigi nya "Cih.. siapa yang ragu! dia bukan lagi teman Ku!" Ucap nya dengan tegas. Dewi Rintiani: "Hahaha Baiklah.. aku percaya padamu! Oh iya.. Bukan kah kita harus memberi pelajaran Pada nya." Ucap Dewi dengan senyum sinis di wajah nya. Rara Ayundira: "Ya! Kau benar. Apa yang harus ku lakukan? Eh Tapi, mungkin jika terjadi sesuatu pada Lilia kak Raiyen akan mengetahui itu Ulah ku!" Dewi Rintiani: "Hehehe.. Itu sangat Mudah. Kau hanya perlu berpura pura baik pada Lilia! Bukan kah lebih baik melihat musuh dari dekat ? dari pada melihat nya dari ke jauhan? Itu juga bisa menjauh kan mu dari Kecurigaan Raiyen." Ucap dewi yang penuh akal Busuk nya. Rara Ayundira: "Tak kusangka kau sangat cerdik Dewi! Aku sangat mengagumi mu saat ini! Baiklah kita akan Memulai nya besok." Ucap Rara sembari mengangkat satu alis nya. Keesokan hari nya di kediaman Keluarga Luz. Lilia LuzQiana: "Hah.. biasa Saat libur seperti ini Rara mengajak ku jalan jalan. Tapi Rara? Drett.. drett suara dari handphone Lilia." Eh.. Pesan dari Rara?" Hai Lilia maaf aku telah menjauhi mu beberapa hari ini, sebagai perminta maaf ku, hari ini mau tidak kita pergi bersenang senang?" Pesan dari Rara. Lilia LuzQiana: "Rara aku sangat merindukan mu! tunggu aku di dekat Cafe Samdu. aku akan segera ke sana!" Mengirim pesan ke Rara bergegas pergi. Vivia Luz: "Ahh.. From Qin sahabat ku! aku rindu sekali dengan mu! Eh.. mengapa kau datang sendiri? Dimana Pria kecil itu?" Ucap ibu Lilia menanyai Raiyen. From Qin: "Hhm.. maaf ya tadi aku ingin mengajak Raiyen kesini. Tapi tiba tiba ia pergi Entah kemana." Ucap ibu Raiyen yang berkunjung ke rumah Lilia. Luziang: "Haha tentu saja Anak itu tak mau ikut kesini! Ia selalu kesal saat aku memanggil nya pria kecil!" Ucap Ayah Lilia sembari tertawa. Lilia LuzQiana: "Tap.. tap.. tap.."Suara kaki Lilia yang tergesa gesa." Ibu! Ayah! Aku pergi dulu. Vivia Luz : "Lilia mau kemana? Di Sini ada teman ibu yang ingin menemui mu! Lilia setidak nya bawa lah mobil!" Ucap Ibu yang sangat Khawatir. From Qin: "Haha.. Tak apa Vivi. Anak muda jaman sekarang memang suka sekali keluar! Aku akan menemui nya lain waktu. Vivia Luz: "Ahh.. Maaf kan putri ku. Entah ada apa sampai membuat nya terburu buru seperti itu. jika ada yang mau di bicarakan dengan putri ku sampai kan saja pada ku aku akan menyampaikan nya. From Qin: "Eh? Hahaha sebenar nya ini. Drett.. drett" telefon dari Faton Qin." Halo.. Ah oke aku akan segera kesana! Vivi mungkin kita akan bicara di waktu yang tepat saja." Ucap nya sembari terseyum. Vivia Luz: "baiklah! Sampai jumpa. Kira kira apa ya, yang ingin From bicarakan." ucap nya menatap From Qin berjalan menuju mobil nya. Hah.. hah.. hah suara terengah engah Lilia sehabis berlari menuju Cafe Samdu yang sangat jauh dari rumah nya. Lilia LuzQiana: "Di mana Rara? Sudah lah Telefon saja." Sembari berjalan melewati zebra cross menuju Cafe Samdu. Lion Ziling: " Heh.. ada apa ini! Tumben sekali kau mengajak ku keluar berjalan kaki!" Ucapan Cemooh Lion. Raiyen Qin: "Jika tidak mau, pulang lah!" ucap ketus Raiyen sembari memasukan kedua tangannya ke saku celana. Lion Ziling: "Baper sekali aku hanya bercanda! Eh? Bukan itu Lilia? Bukankah berbahaya menyebrang sembari menelepon?" Ucap Lion yang melihat Lilia. Breumm.. breummm." Dua suara motor yang sedang berjalan di kecepatan penuh. Raiyen Qin: "Motor itu? Lilia!" Ucap Raiyen berlari ke Arah Lilia dan menarik nya jatuh di atas tubuh nya." Brakk.. Ah! Apa kau baik baik saja?" Ucap Serius Raiyen Memegang kepala Lilia. Lilia LuzQiana: Sadar dan langsung Bangun dari badan Raiyen "Ah maaf! Apa kau bercanda? Kau yang terluka lihat lah siku mu! maaf ini semua salah ku jika saja aku memperhatikan jalan! Huhuhu.." Ucap nya sembari menangis. Raiyen Qin: "Huft.. sudah lah tak apa, ini tak begitu sakit! Berhentilah menangis!" Ucap Raiyen memeluk dan menenang kan Lilia. Rara Ayundira: "Me.. mengapa Kak Raiyen ada di sana! Di..dia me.. meluk Lilia! Tak bisa ku biarkan!" Mengepal tangan nya berlari menghampiri Lilia." Lilia! Apa kau baik baik saja?" Ucap nya langsung menarik Lilia dari pelukan Raiyen. Lilia LuzQiana: "Rara Aku sangat takut! Hampir saja aku tertabrak motor untung ada orang ini menyelamatkan ku." Ucap Lilia memeluk Rara. Rara Ayundira: "Ah.. benarkah untung kau baik baik saja." Ucap Rara sembari tersenyum. Lion Ziling: "Bukan kah ini sangat Aneh? Jelas jelas lampu lalu lintas berwarna hijau, tapi kedua motor itu?" Ucap nya memprediksi keadaan. Raiyen Qin: "Kau benar seperti ada yang merencanakannya!" Ucap Raiyen menatap tajam Rara. Rara Ayundira: "Eh.. Lilia aku sudah memesan kursi di Cafe Ayo kita kesana!" Ucap Rara yang sangat gugup. Lilia LuzQiana: "Ayoo! Apa kau tau aku sangat merindukan mu!" Ucap Lilia menggandeng tangan Rara. Raiyen Qin: "Bisakah kami bergabung dengan kalian? Kau tidak keberatan kan Rara?" Ucap Raiyen sembari tersenyum sinis. Rara Ayundira: "Hahaha.. tentu saja tidak mari ikut dengan ku!" Lion Ziling: "Yeah! Ini sangat Asik Ayo kita bersenang senang! Sesampai di Cafe Samdu. Lilia LuzQiana: "Pilihlah sesuka kalian Aku yang akan menteraktir hari ini. Lion Ziling: "Haha.. baiklah aku tak akan sungkan. Bukan kah begitu Raiyen haha!" Ucap nya sembari memukul Pundak Raiyen. "Raiyen Qin menatap sinis Lion." Haha Maaf.. maaf." Ucap Lion langsung membersihkan pundak Raiyen. Lilia LuzQiana: "Ah.. kelihatan nya kalian berdua sangat akrab dengan Rara apa kalian bersaudara?" Ucap Lilia sembari memakan kue coklat. Lion Ziling: "Ya! Kami bertiga berteman sejak kecil, ketika kecil Rara selalu menangis jika Raiyen Tak mau berbicara dengan nya!" Ucap nya berbicara Asik dengan Lilia. Rara Ayundira: " Setop Lion.. itu masa lalu berhenti lah mengungkitnya!" Ucap Rara yang tersipu malu. Lilia LuzQiana: "Hahaha.. benarkah? Eh Raiyen nama nya tak Asing, Eh itu!" Terkejut langsung memandangi Raiyen. Raiyen Qin: "Apa kau masih bocah! Makan kue coklat saja masih berantakan!" Ucap Raiyen sembari mengelap mulut Lilia dengan jempol nya. Lilia LuzQiana: "Tu.. Tunggu! Ka.. kau! pria yang membuat meja di kelas ku menjadi kebun bunga kan?" Serontak berdiri sembari menunjuk Raiyen. Lion Ziling: "Eh? Haha " tertawa canggung Lion." Lilia maaf kan aku itu semua A..! Raiyen Qin: "Ya! Aku yang mengirim nya! Lalu kenapa?" Ucap santai Raiyen sembari Melipat kedua tangan nya. Lilia luzQiana: "Kenapa!? Apa kau tau gara gara kau! Aku selalu di bilang nyonya Qin! Dasar kau! kemari lah biar ku pukul kau!" Ucap Lilia dengan nada marah, ingin memukul Raiyen yang duduk santai di kursi. Rara Ayundira: "Li.. Lilia! Jangan seperti ini bagaimanapun Raiyen telah menyelamatkan mu!" Ucap Rara yang langsung menghadang Lilia. Raiyen: "Ya! Apa kau ingin memukul orang yang telah menyelamatkan mu?" Ucap Raiyen sembari mengangkat satu alis nya. Lilia LuzQiana : "Ya.. ya! Maaf kan Aku!" Ucap Lilia menatap sinis Raiyen. Raiyen Qin: "Cih.. Wajah Apa itu jelek sekali! Tapi mengapa Jantung ku terus berdegup kencang!" Pikiran Raiyen menatap Lilia yang sedang asik memakan Keripik. Lion Ziling: " Hei Lilia ternyata kau sangat Asik juga! Hahaha pantas saja Raiyen sangat menyukai mu!" Ucap Lion tanpa berfikir. Lilia LuzQiana: "Eh? "serontak menatap Raiyen. Raiyen Qin: "Hei bodoh! Jika sudah mengetahui Aku suka padanya, bisa kah kau menjauhi nya!" Menatap tajam Lion dengan wajah yang memerah. Rara Ayundira: "A.. aku per.. permisi ketolilet sebentar." Ucapnya yang sangat gugup Bergegas pergi. Lilia LuzQiana: "Rara, tunggu biar ku antar!" Ucap Lilia yang ingin mengejar Rara. Raiyen Qin: "Sudah lah jangan mengejar nya. Dia hanya ke toilet sebentar." Ucap santai nya memegang tangan Lilia. Lilia LuzQiana: "Cih.. hei! Dengar lah soal kau menyukai ku aku tak akan menerimanya, walaupun kau menunggu ku aku pun tetap tak akan menerimanya! Menyerah lah, kau cari lah wanita lain saja!" Ucap Lilia Dengan nada sombong nya. Raiyen: "Cih.. pede sekali kau! Siapa yang akan menunggu mu! Aku hanya bercanda menyukai mu! Itu hanya untuk meningkatkan kepopuleran ku saja! Lagian kau sama sekali bukan tipe ku" Ucap Raiyen Sembari minum. Lilia LuzQiana: "Hah.. kalau begitu bagus la!" Ucap Santai Lilia. Lion Ziling: "Apa ini Lilia baru saja menolak terang terangan! Haha Raiyen sepertinya kau bukan lagi Dewa para penakluk Wanita!" Pemikiran Lion yang mencemooh Raiyen. Raiyen Qin: "Uhukk.. uhukk," tersedak karena mendengar ucapan Lilia." Cih.. apa kata nya? Bagus lah!" Pikiran Raiyen sembari menatap Lilia. Lion Ziling: "Raiyen! Mengapa kau bisa tersedak!" Pura pura khawatir. Rara Ayundira: "Aaaaaa! Brakk.." teriakan Rara yang menendang tempat sampah." Me.. mengapa kak Raiyen menyelamat kan nya! Jika tidak ada kak Raiyen Li.. Lilia kau sudah tiada! Hahaha.. Lihat saja nanti Aku akan membuat mu mati!" Ucap nya sembari bercermin di Toilet. Dewi Rintiani: "Lihat ini! Apa Raiyen Menyelamatkan nya? Hahaha.. Rara-Rara, seperti nya Raiyen sangat mencintai Lilia!" Ucap dewi mengompori Rara. Rara Ayundira: "Aku tak akan membiarkan nya! Dewi, Apa yang harus kita lakukan sekarang!" Memegang pundak Dewi dengan Erat. Dewi Rintiani: "Rara apa imbalan ku jika aku membantu mu!" Ucap Dewi melepaskan pegangan Rara. Rara Ayundira: "Apa pun yang kau ingin kan akan ku beri, jika kau bisa membuat Lilia mati!" Ucap Rara sembari Mengepal tangan nya. Dewi Rintiani: "Hehehe.. kita kembali saja sekarang ke rumah mu! Buat Alasan kau tak bisa kembali. Rara Ayundira: "Baiklah! Tik..tik..tik." mengetik mengirim pesan ke Lilia. Lilia: "Ini sudah terlalu lama dimana Rara? Drett..drett suara handphone Lilia." Eh ada pesan dari Rara!" Lilia seperti nya aku tak bisa kembali ada hal yang perlu aku urus maaf yaa." Hah padahal aku ingin sekali Berbicara dengan nya, ya sudah lah pulang saja!. Raiyen Qin: "Kau ingin pulang? Biar ku antar!" Ucap nya dengan Nada Tegas. Lilia LuzQiana: "Tak Usah biar ku sendiri Saja! Siapa diri mu sampai mengtur ku!" Ucap Lilia yang sangat Acuh. Raiyen Qin: "Kau tanya diri ku Siapa bagi mu? Baiklah, Mulai sekarang Aku pelindung mu! Diam lah Gadis ceroboh dan ikut saja!" Ucap nya menarik tangan Lilia bergegas pergi. Lion Ziling: "Cih.. Lihat lah dia! Melupakan sahabat nya! Ya sudah lah pulang saja. Pelayan Cafe: "Maaf Tuan anda harus membayar Pesanan nya!" Ucap Lion Ziling: "A.. apa? Jadi ini semua belum di bayar? Liliaa! Kembali kau!" Teriakan Lion yang sangat menggelegar. Lilia LuzQiana: "Seperti nya aku melupakan sesuatu? Tu.. tunggu! Aku belum membayar tagihan makanan Tadi!" Ucap Lilia dengan wajah terkejut nya Raiyen Qin: "Sudah Lah.. Lion akan Membayar!" Ucap Santai Raiyen. Lilia LuzQiana: "Apa sungguh tak apa membiarkan Ia bayar? Hah mengapa aku bisa melupakan hal ini!" Ucap Lilia yang melamun. Awas Nona Cepat lah Minggir dari situ!" Ucap seorang Bibi yang melihat Pot bunga terjatuh dari atas gedung. Raiyen Qin: "Lilia Awass! Brak.. Kau baik baik saja apa kau terluka!" Ucap Raiyen memeluk Lilia dengan Erat. Tess.. tes" suara Darah mengalir dari kepala Raiyen karena melindungi Lilia. Lilia LuzQiana: "Raiyen! Kepala mu berdarah! Cepat lah ikut aku kesana!" Ucap nya dengan nada khawatir menarik Raiyen duduk di dekat taman. "Tunggu lah di sini aku akan membeli bebrapa obat. Tap.. tap.. tap" suara langkah kaki Lilia menghampiri Raiyen. Lilia LuzQiana: "Hah.. hah, Maaf terlalu lama menunggu ya? Kemarilah biar ku obati Luka mu!" Ucap Lilia duduk di sebelah Raiyen sembari terengah engah. Raiyen Qin: "Lilia Aku sangat suka dirimu yang seperti ini!" Ucap Raiyen dengan senyum Di wajah nya." Lilia??" Ucap nya sembari memegang pipi Lilia
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD