4. Curiga

1467 Words
Lilia LuzQiana: "Rara jangan bercanda! Cepatlah ambilkan baju ku di atas meja itu!" Ucap Lilia yang tidak tahu Bahwa di depan pintu ruang ganti nya adalah Raiyen. Raiyen Qin: "Baju?.. Ahh itu dia!" Membuka sedikit pintu Ruang ganti Lilia memasukan tangan nya memberikan baju Lilia. Lilia LuzQiana: "Hah.. ku pikir kau pergi! cepat lah masuk kita ganti baju bersama saja, kau tak ingin telat kan!" Ucap Lilia yang tidak mengetahui siapa yang sedang Ia ajak memakai baju bersama. "Hehehe.. jika saja aku bisa melakukan itu aku pasti tidak akan mandi selama mungkin!" Ucap nya dengan wajah memerah nya berjalan pergi Keluar ruangan ganti Lilia. Rara Ayundira: "Huh.. capek sekali, Eh?.. bukankah itu kak Raiyen? Sedang apa dia keluar dari ruang ganti Wanita? Li.. Lilia!" Ucap nya yang kaget langsung menghampiri Lilia yang berada di ruang ganti. Lilia LuzQiana: "Rara Mengapa kau tak menjawab ku tadi? Ahh makasih sudah mengambilkan baju ku tadi, sudah cepatlah ganti pakaianmu!" Ucap nya mendorong Rara masuk ruang ganti. "Jadi.. tadi kak Raiyen yang membantu Lilia!.. bukan kah kak Raiyen sangat dingin kepada semua orang! Mengapa ia membantu Lilia? Apa kah? Iss.. mana mungkin! itu hanya pemikiran ku saja!" Pikiran Rara sambil mengganti pakaiannya. Takk..tak..tak" Suara bola basket yang di mainkan Raiyen menyita pandangan para gadis tetapi tak menyita pandangan Lilia yang Asik memakan Es Lilin. "Aghhh kerennya!.. kak Raiyen kau milik ku!.. aku cinta pada mu.. Bisa kah dia berhentikan pesona nya, terlalu bercahaya aku ingin pingsan!"  Woi kaca mata kasih gua kaca mata cahaya nya kaya cahaya ilahi!" Ucap para kerumunan gadis gadis yang melihat Raiyen bermain basket. Rara Ayundira: "Wahh keren sekali, Abs nya membuat ku meleleh bukan kah begitu Lilia?" Ucap Rara yang hampir mengeluarkan Air liur nya yang sedang menatapi Raiyen dari kejauhan. Lilia LuzQiana: "Aghhh.. Enak nya! Panas seperti ini memang paling enak memakan Es Lilin! Apa kau mau?" Ucap Lilia yang tidak mendengar omongan Rara menawarkan Es Lilin yang sudah Ia jilat. Rara Ayundira: "Apa kau tak mendengar ku! hiss.. sudah lah buat mu saja! untuk apa aku memakan bekas mu!" Ucap Rara dengan nada kesal nya. Lilia LuzQiana: "Hahaha.. ya sudah!" Ucap nya melanjutkan memakan Es lilin itu tanpa memperdulikan orang di sekitarnya. Raiyen Qin: Menatap Lilia dengan tajam "Cih.. Apa kah Es lilin itu lebih penting dari pada melihat ku! Huh mengapa aku merasa kesal?" Melempar bola ke Arah Lion berjalan pergi dengan wajah kesal nya. Lion Ziling: "Adah!.. ada apa dengan cecunguk ini!" Gerutuan Lion dengan nada kesal nya mengikuti Raiyen pergi ke atas. Tik..tok..tik..tok suara jam di kelas Lilia yang sangat bergema di ruangan yang sunyi saat jam belajar. Rara Ayundira: "Lilia! Apa kau pernah menyukai seseorang?" Ucap nya menanyai Lilia yang sedang fokus belajar. Lilia LuzQiana: "Ada tapi dulu saat aku masih kecil berusia 5 tahun." Ucap santai nya sembari fokus mengerjakan soal. Rara Ayundira: "Benar kah? Apa kau masih menyukai nya? siapa dia? Dimana ia sekarang?" Ucap Rara yang sangat penasaran. Lilia LuzQiana :" Entah lah saat itu aku hanya bertemu nya sekali di festival dan aku harus pergi ke kanada, saat itu aku pun belum tau namanya, mengapa kau bertanya soal itu? Apa kau sedang menyukai seseorang?" Ucap nya sembari menghela nafas. Rara Ayundira: "Ya aku sangat menyukai nya dari kecil saat umur ku 7 tahun dan dia 9 tahun, dia itu tipe ku sekali! Seperti apa tipe mu? Lilia LuzQiana: "Hemm.. seperti dia!" Ucap nya yang menatap keluar jendela melihat Raiyen Qin yang tertidur di bawah pohon, wajah nya di tutupi Oleh buku. Rara Ayundira: "Dia? Seperti apa?" ucap Rara menatapi Lilia dengan wajah penuh penasaran. Lion Ziling: "Hah.. ku cari kemana mana ternyata di sini apa kerjaan mu hanya tidur saja? Cepat lah kembali ke kelas! Ucap kesal Lion yang langsung menarik tangan Raiyen ke kelas. "Hah.. padahal aku masih ingin melihat wajah nya yang sangat serius belajar!" Ucap Raiyen yang dari tadi melihat Lilia belajar dari bawah pohon sakura. Tring.. tring bel pulang sekolah pun berbunyi murid murid berhamburan keluar kelas. Lilia LuzQiana: "Rara kamu mau bareng dengan ku? aku akan antar sampai depan rumah mu?" Ucap Lilia memegang tangan Rara. Rara Ayundira: "Ah.. Engga usah kios ku deket ko dari sini! Lilia LuzQiana: "benerkah.. yaudah aku duluan ya!" Ucap Lilia berjalan pergi menuju mobil nya. Raiyen Qin: "Eh itu Lilia! Aku harus bicara dengan nya!" Ucap Raiyen berjalan menuju Lilia Rara Ayundira: "Dadah.. "ucap Rara sembari melambaikan tangan nya." Eh.. itu kan kak Raiyen mau kemana dia? Kak Raiyen!" Ucap nya memanggil Raiyen. Lion Ziling: "Apa kau tak melihat ku? Aku juga ada di sini tau!" Ucap Lion dengan wajah kesal nya. Rara Ayundira: "Ya.. ya Kak Lion." Ucap Rara dengan nada ketus nya." Eh apa kak Raiyen ingin pulang? Itu.. kaka boleh kah aku main ke rumah mu aku sangat kangen dengan masakan bibi From." Ucap nya sembari melihat kan wajah melas nya. Raiyen Qin: "Ya sudah! kalau ku bilang tak boleh kau akan tetap ingin ikut bukan?" Ucap ketus nya Raiyen menjawab Rara sembari memasuki mobil. Lion Ziling: "Hahaha.. lihat itu! " Tertawa terbahak bahak sembari menunjuk Rara. Rara Ayundira: "Bukkk!.. Diam kau! cepat lah Setir mobil nya Huh!" Ucap nya memukul perut Lion berjalan memasuk mobil. Cittttt.. suara mobil Raiyen yang berhenti di depan pintu rumah nya. Rara Ayundira: "Bibi! Aku sangat rindu padamu!" Ucap Rara berlari memeluk ibu Raiyen. From Qin: "Ahh.. sayang apa ayah mu tau kau kabur ke kota ini?" Ucap Ibu Raiyen mengelus kepala Rara. Rara Ayundira: "Ahh.. bibi! Bibi pasti tau dengan kekuasaan nya, bisa saja Ayah menyuruh orang mengikuti ku! Faton Qin: "Hahaha.. lihat lah ini gadis kecil ku hanya rindu pada bibi nya sampai mengabaikan paman nya!" Ucap Ayah Raiyen menatap Rara. Rara Ayundira: "Ah.. paman ku yang perkasa ini lihat lahh Rara sangat rindu!" Ucap nya berjalan ingin memeluk Ayah Raiyen. Faton Qin: "Huh.. sudah lah paman terlanjur tersinggung!" Ucap faton Qin sembari menghela nafas. From Qin: "Rara kau merindukan masakan bibi bukan Mari membuat masakan kesukaan mu!" Ucap nya membawa Rara masuk rumah menuju dapur. Rara Ayundira: "Bibi.. kelihatan nya bibi sangat senang apa kah ada hal yang tidak Rara ketahui?" Ucap nya menatap From Qin dengan serius. From Qin: "Hahha.. Apa begitu jelas ya? Bibi hanya senang Raiyen sudah menemukan gadis yang Ia Cari." Ucap nya sembari memotong motong sayuran. Rara Ayundira: "Gadis yang Ia cari? Maksud bibi Gadis yang waktu dulu menyelamatkan Raiyen? From Qin: "Ya! Bibi dengar dari Raiyen Ia bermarga Luz, haha pantas saja kita tak bisa menekukan nya waktu itu! Bukan kah mereka memang berjodoh?" Ucap nya yang sangat bahagia. "Luz? Apa yang di maksud bibi Lilia LuzQiana! Mengapa di antara semua orang harus dia!" Pikiran Rara sembari mengepal kedua tangan nya Rara Ayundira: "Bibi Aku pergi sebentar, ada yang harus kubicarakan pada Kak Raiyen." Bergegas menuju kamar Raiyen. Lion Ziling: "Hahha.. apa kau bilang? Kau serius menyukai Lilia? hahaha jika Rara tau dia pasti akan menangis!" Ucap Lion yang Asik mengobrol di kamar Raiyen. Raiyen Qin: "Cih.. Untuk apa aku memikir kan Rara! Toh dari dulu aku memang sudah berjanji akan menikahi Gadis itu, sekarang aku sudah menemukan nya kau bantulah aku mendekatinya!" Ucap Raiyen dengan wajah yang memerah! "Tidak perduli? Menikahinya? Mengapa kak Raiyen jahat sekali, hiks.. hiks.. hiks, pikiran Rara yang mendengar pembicaraan dari luar pintu Raiyen Berlari menuruni tangga. From Qin: "Rara ada apa dengan mu? Apa Raiyen memarahi mu lagi?" Ucap From Qin yang melihat Rara menangis menuruni tangga. Rara Ayundira: "Ahh.. tidak bibi, Aku pamit dulu!" Ucap nya dengan nada yang terisak isak. Faton Qin: "Eh.. Ada apa dengan anak itu? Tak biasa nya dia menangis?" Ucap faton Qin yang melihat Rara berlarian sembari menangis Raiyen Qin: "Ah.. Ibu makanannya terlihat Lezat!" Ucap nya sembari mengendus endus makanan yang ada di atas meja. From Qin: "Dasar kau anak nakal! apa yang kau lakukan pada Rara mengapa Ia menangis sehabis turun dari kamar mu!" Ucap nya menjewer Telinga Raiyen.   "Ehh.. Menangis? Apa dia mendengar pembicaraan ku soal Lilia? Bagus lah jika ia tau dari awal!" Pemikiran Raiyen yang tampak tak perduli. From Qin: "Pergi kalian berdua ke atas! Ini sebagai hukuman kalian tidak boleh ikut makan malam!" Ucap From Qin menendang b****g Raiyen dan Lion. Raiyen Qin: "Sudah lah nanti kita bisa meminta Bibi Jun mengambalikan makanan ke atas! Cuman makanan sedih bangat! Alay tau nggak!" Ucap Raiyen menenangkan kan Lion yang sangat Kelaparan sembari memasuki kamar nya. Kediaman Keluarga Luz. Lilia LuzQiana: "Kira kira siapa ya pria itu? Mengapa ia tidur di taman bawah pohon sakura saat jam belajar? Hah.. sungguh membuat ku penasaran! Kira kira seperti apa Wajah nya?" Ucap Lilia Sembari memandangi bintang bintang di langit. Raiyen Qin: "Ada apa dengan pikiran ku? Mengapa aku selalu memikir kan nya? Apa aku benar benar menyukainya? Bagaimana pun cara nya aku harus menemuinya besok!" Pemikiran Raiyen sembari melihat Bintang bintang di langit.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD