part 10

1020 Words
ini sudah bulan ketiga aku bekerja di tempat oma, alhamdulilah pesanan juga makin banyak bahkan sudah ada beberapa yang berlangganan untuk acara kantor, dan lain lain, aku juga sudah mempekerjakan 3 remaja yang menganggur di sekitar rumah ibuku ,aku juga masih bekerja di tempat oma, karna mereka begitu baik terhadapku "mba hana , belum berangkat?" ucap tono salah satu pegawaiku, "ini mau berangkat ton, seperti biasa ya kirim kirim bagian kamu sama kiki, ada sebagian yang belum di bakar untuk jam makan siang alamatnya sudah ada di buku catatan" ucapku "mba hana ga berhenti kerja? usaha mba hana kan sudah lumayan maju, biar waktu sama dek zifa juga banyak mba" "ah iya yah ton, biar nanti mba pikirkan yaa? sekarang mba mau berangkat dulu bye bye" "ati ati mba hana," kali ini aku mampir ke pasar dulu untuk membeli buah ,ayam dan ikan ikanan karna stok di rumah oma sudah habis "hallo pak amirrr 2 kg yaaa potong seperti biasa"sapaku "oke hana, tumben pagi sekali," "hehe iyaa pak, stok di rumah oma habis nanti hana bingung mau masak apa" "oke oke hana" "pak amir hana tinggal membeli yang lain dulu yaa ,nanti hana balik kesini lagi" pak amir hanya mengacungkan jempol tanda setuju setelah berbelanja aku langsung ke rumah oma seperti biasa beberes dan memasak, oma juga sudah tau bahwa aku punya usaha di rumah, tapi tidak pernah protes karna aku selalu datang tepat waktu dan bekerja seperti biasa, "hana, kamu masak apa hari ini, bikinin makan siang buat arka sama widi juga nanti kamu anter ke kantor gausah beberes taman, oma udah manggil orang biar kamu ga terlalu cape"kata oma "baik oma, ohya oma bulan ini hana mau ambil cuti ya 3/4 hari, hana mau temenin anak anak kepernikahan ayahnya anak anak" "oh yaa? kapan? hana gimana kalo kalian gausah dateng nanti jalan jalan sama oma, sudah agak lama juga kamu ga bawa zifa kesini buat main sama oma" zifa memang beberapa kali aku ajak kesini kalau mas arka dan pak widi sedang keluar kota setelah ini aku dan oma berbincang bincang hingga waktu sudah menunjukan pukul 11 siang, aku sedang menyiapkan bekal untuk anak dan bapak itu "han, kamu belum mau menikah lagi?" tanya oma aku yang di tanya demikian menjawab dengan terbata bata "ah, be-belum oma, hana masih mau fokus untuk anak anak saja, biar kebutuhan mereka juga tercukupi" jawabku "tapi han, mereka masih kecil, butuh sosok figur ayah, kamu juga masih muda dan butuh pemimpin untuk keluarga kecil kamu yang bisa membina kamu dan anak anak"ucap oma lagi "hehe baiklahh omaa"beliau memang sayang sekali denganku, aku selalu di perlakukan special, seperti anak sendiri. ini alasan aku belum mau resign, kapan lagi punya majikan rasa keluarga, "hana, menurut kamu arka gimana?" tanya oma "mas arka baik oma,hanya saja kadang cuek sekali"jawabku "chaa dah siap semua oma, hana antar ke kantor dulu yaa?" "baiklah hana, hati hati yaa" sampai di kantor aku mengantar makanan, sampai di meja receptionist "wah mba hana, kita ketemu lagi, ada perlu apa mba?" "yuni saya di suruh oma mengantar makanan untuk mas arka dan pak widi apa beliau ada?" "wah sayang sekali mba hana, pak arka dan pak widi baru saja keluar sepertinya gimana kalo mba hana taruh di sini saja makanannya, nanti kalau mereka sampai di kantor lagi akan aku sampaikan" "Yaudah mba aku pamit yaa" lalu aku bergegas untuk pulang Tiba tiba "hana!!" "Mas arka? Katanya keluar ? Pak widi mana bukanya keluarnya barengan" "Iya keluarnya barengan tapi kan tujuannya ga sama hana, ngomong ngomong kamu ada apa ke kantor?"tanya mas arka "Di suruh oma nganter makanan buat mas arka sama pak widi. Yaudah hana pulang dulu ya mas" pamitku,mas arka hanya mengangguk lalu beranjak keluar "Eh hana ,gimana kalo pulangnya nanti aja temenin aku makan ,lagipula kamu bawa 2 porsi kan? Mungkin aja papah ga balik kantor lagi karna ketemu klien" ucap mas arka Aku hanya melongo baru kali ini mas arka yang auranya dingin kaya es batu tiba tiba bisa ngomong panjang lebar gini "Gimana hana ? Kok bengong . Nanti aku yang ngomong sama oma tenang aja"ucap mas arka lagi "Emm iya boleh mas" "Yaudah ayo ,makanannya mana ?katanya bawa makanan?" "Oh itu d resepsionis" "Oke ayo makan di ruangan aku aja" Sepanjang jalan ke ruangan mas arka aku melihat karyawan sini berbisik bisik "aaa rasanya canggung sekali" ucapku dalam hati "Wah soto , asik ayo makan hana" saat sampai mas arka langsung melihat apa yang aku bawa di dalam kotak makan Setelah selesai aku pamit pulang karna sudah hampir jam 1 , "mau di antar han?" "tidak mas"lalu aku pergi terburu buru aku bergegas pulang ke rumah oma, *** "gimana han? arka suka ngga?"tanya oma tiba tiba saat aku baru masuk rumah "i-iya suka kok oma" "kamu kondangan ke mantan suami kamu sama siapa han? zifa ngga di bawa kan?" "sepertinya hanya dengan zahra oma, kasian zifa kalo di bawa takut kecapean" jawabku "sebenernya zahra juga tidak mau oma, hana bingung bagaimana memaksanya" sambungku lagi "loh kenapa bingung han? kalo mereka tidak mau ya tidak usah di ajak apalagi kan zahra sudah mulai besar sudah mulai ngerti han, oma yakin mungkin psikisnya tidak baik baik saja, bagaimanapun perpisahan orang tua itu seperti mimpi buruk bagi seorang anak," "iya oma, nanti hana pergi sendiri juga, hana juga tidak mau mengajak ibu, takut ada omongan yang tidak enak di dengar dari keluarga mas dimas" "kamu cari teman saja hana, apa tidak ada teman laki laki?untuk menguatkanmu"tanya oma "hehe tidak oma, oma kan tau hana di sibukan dengan pesanan yang alhamdulilah sekali sekarang. siangnya hana bekerja di sini" "iya juga yaa gimana kalo arka saja yang menemani kamu han? nanti bisa aja zifa kan pake mobil dan zahra jika dia mau" "aah tidak tidakk oma, mas arka kan sibuk dia juga pasti tidak mau lah oma ini ada ada saja" "berarti kalo arka mau, kamu juga mau han?" "tidak omaa" "ayoo oma sekarang harus tidur, dan istirahat biar tidak terlalu lelah, nanti kalau sudah sore, hana bangunkan" "baiklahh" lalu oma mulai berjalan ke dalam kamar "entah kenapa beliau selalu membahas mas arka hari ini, ada ada saja" ucapku dalam hati,
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD