Setelah acara lamaran minggu lalu, kini tibalah hari yg dinantikan setelah kesibukan dua keluarga yaitu hari pernikahan.Sekali lagi Yuda menghela nafas dan memastikan Jas yg Dia pakai rapi,itulah cara Yuda mengurangi rasa grogi dan tangan dinginnya.Dia tatap Hana yg duduk menunduk sekilas,Yuda melihat Hanapun jg terlihat sangat grogi dan berusaha menenangkan diri dengan menggengenggamkan jari jarinya dengan kuat.
Yuda mengambil posisi duduk disebelah Hana berhadapan dengan penghulu,lalu menerima uluran tangannya.
"Saya nikahkan dan kawinkan Engkau saudara Yuda Arman Futagami Bin Akihiro Futagami dengan saudari Hana Lusiana Binti Firman Maulana (alm) dengan mas kawin seperangkat alat Sholat dan uang sebesar RP.40.000.000,00 dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Hana Lusiana Binti Firman Maulana (alm) dengan mas kawin tersebut dibayar tunai !"Yuda berhasil mengucapkan Janji suci pernikahan keduanya dengan Hana sangat lancar dan lantang dalam satu tarikan nafas.Walau sebenarnya dia gugup panas dingin Yuda tetap mampu mengucapkan dengan lancar.
"Semuanya Sah?"tanya penghulu,kemudian Saksi dan tamu keluarga dan teman Yuda yg diundang menjawab.
"SAH!"
Kemudian semua mengucapkan Syukur ALHAMDULILLAH.Yuda mencium puncak kepala Hana beserta mengucapkan do'a,Dia tentu masih Hafal doa penting itu.Karena beberapa hari lalu dia mempelajari dan menghafalkannya kembali.
Kakek Yuda Itachi Futagami yg di Jepang hanya bisa menyaksikan pernikahan Cucunya yg kedua melalui panggilan Video Call, karena kondisi kesehatannya tak memungkinkan untuk penerbangan.Yuda berencana akan mengajak Hana untuk berkunjung ke Jepang setelah mereka resmi menikah.
Nek Sumi menangis bahagia,ahirnya Cucu kesayangannya telah dewasa dan telah memiliki keluarga.Sudah ada Yuda sebagai suaminya yg akan menjaga dan membimbingnya.Dia tidak perlu hawatir lg diusianya yg tua jika tiba tiba sakit dan dipanggil yg Maha Kuasa.Tapi Dia masih berharap bisa diberi kesempatan melihat Cucu terahirnya Sasa jg menikah kelak.
Dan dihari bahagia kedua keluarga ini ada 1 orang yg berusaha meredam rasa sakit dan kehilangannya,yaitu Danang.Ya dia dan Mamanya memang datang karena diundang dari pihak Hana tentunya.Danang berusaha mengihlaskan Hana berbahagia,walau rasa cintanya pada Hana sangat sulit untuk Dia lepaskan.Kini dia hanya akan bisa melihat gadis pujaannya menjalani hidup barunya bersama Yuda.Dia akan berusaha menerima takdir bahwa Dia hanya berjodoh sebagai teman.Tanpa Danang Sadari ada seorang Gadis kecil yg terus mengawasinya dengan tatapan Kagum dan Tatapan penuh Cinta.Manami Gadis 12 tahun yg sebentar lagi baru akan menginjak 13 tahun itu,hanya fokus pada Sosok Danang dihari pernikahan kakaknya.Gadis itu tentu tahu dan paham arti tatapan mata Danang pada Hana,entah bagaimana bisa diusianya yg belum menginjak remaja itu sudah paham pemikiran orang dewasa.
Aku tahu Mas Danang sangat mencintai mbak Hana,aku paham kesedihanmu Mas Danang...Aku berjanji akan membuatmu melupakan perempuan yg sudah sah menjadi istri kakakku.Apapun akan kulakukan untuk mendapatkan cintamu.Aku akan terus berusaha membuatmu hanya melihatku dan hanya mencintaiku.Aku Janji.Manami berbicara dalam hati meyakinkan dirinya untuk bisa mendapatkan Danang.Kemudian Dia mendekat pada Danang dan menyapa.
"Mas Danang..."
"eh Manami,apa kabar?"
"emm kabarku tidak baik Mas"
"Lho kenapa? Kan harusnya Kamu bahagia dihari pernikahan Kakakmu anak manis"Manami sedikit berbunga Danang memanggilnya anak manis.
"iya,tapi Kakak ku sudah menikah pasti waktu bermainnya berkurang denganku Dia pasti akan sibuk dengan Mbak hana"jawab Manami dengan memanyunkan Bibirnya Danang gemas melihatnya lalu menarik pipi Manami dengan gemas pula.Danang tidak tahu sikapnya membuat Gadis kecil dihadapannya menjadi baper,lalu memeluk erat Danang tiba tiba.Sontak Danangpun kaget dan entah apa yg terjadi d**a Danang berdegup kencang dan membuatnya terdiam sekerika.Setelah memeluk Danang Manami menarik Danang untuk ketempat hidangan makanan,lalu menyuruh Danang yg mengambilkan apapun yg Manami mau.Danang hanya menuruti keinginan gadis kecil itu,walau pikiran Danang kacau dia berusaha mengalihkan perasaan anehnya itu.Aduh Danang otak kamu konslet ya... Manami hanya gadis kecil sama halnya Sasa,mana mungkin punya perasaan seperti itu ke kamu.Ingat umur woi kamu bukan p*****l kan? Danang menceramahi dirinya sendiri dalam hati.
"Mas Danang aku mau Jus jeruk jg ya"
"Ok Princess"Danang mengutuki dirinya sendiri huh Danang jangan lebay panggilan princess layak untuk anak kecil apalagi gadis seumuran Manami,itu bukan panggilan buat kekasih lah...ngapain kamu salting begitu.
Setelah selesai menemani Manami makan dan bercerita Danang berpamitan pulang bersama Mamanya,Dia gak mau lama lama disana Danang kuwalahan menghadapi kemanjaan Manami.Jangan lupa adegan dimana Manami mencium pipinya ketika Danang bilang mau pamit pulang dulu.
"emm yah kok cepet banget pulangnya"
"iya kan Mas Danang besok harus kerja"
"Ya Udah tapi ada satu Syarat"
"Hah Syarat?apa?"
"Mas Danang nunduk dulu Manami kasih tau"
"oh ok"Danangpun menuruti permintaan Manami dan
CUP ...
sebuah kecupan mendarat dipipi kanan Danang.Sontak detak jantungnya seakan berhenti sejenak pikiran Danang jadi tak karuan,malu campur aduk karena Manami mencium pipinya didepan banyak orang.Didepan Bu Nindi dan Pak hiro yg melongo melihatnya didepan Mamanya sendiri dan Jangan lupa didepan Hana dan jg Yuda yg geram mengepalkan tangannya.Yuda merasa tidak terima dan takut adik kecilnya dipermainkan Danang DASAR p*****l SIALAN Yuda mengumpat sambil bergeming lirih hanya Hana yg mampu mendengar.
*
Acara Resepsi pernikahan sudah Selesai dan tamu Undanganpun sudah berpamitan pulang.Kini Hana dan Yuda berada dikamar dengan perasaan masing masing.Hana menyiapkan baju tidur Yuda dengan perasaan yg campur aduk.Sedangkan Yuda memperhatikan tiap gerak gerik Hana yg baginya terlihat sangat lucu.Hana yg sadar diperhatikan suaminya pipinya menjadi merah merona dan salah tingkah.Untuk menutupi rasa gugupnya Hana mengambil baju gantinya dan minta ijin mandi Dulu.
"Mas.."
"iya Sayang"
"emm...anu Hana...mau mm..mandi dulu boleh ya"Hana sangat gugup sampai kata kata yg mau diucapkanpun sangat sulit diucapkan.Yuda tersenyum jahil lalu mendekati Hana.Dia mendekatkan wajahnya tepat depan hana dan tersenyum menggoda.
"hmm kayaknya mandi bareng lebih asyik deh Sayang..yuk"dengan jahilnya Yuda mengatakannya sangat dekat di sebelah telinga Hana.Mampu memberikan sensasi hangat dan aneh yg Hana rasakan dia tahan nafasnya sejenak, lalu memukulkan tangannya ke d**a Yuda.
"Dasar m***m !"Hana berlari kekamar mandi dengan muka merah Dia benar benar malu dan sebal dikerjai Yuda.
"aduh Sayang blm jg malam pertama kok udah kdrt sih"Yuda pura pura mengeluh manja pada istrinya,Yuda tertawa melihat Hana salah tingkah begitu benar benar menggemaskan.
Didalam kamar mandi Hana mematung didepan Cermin melihat dirinya yg begitu cantik dengan kebaya pengantin muslimahnya.Dia tersenyum bahagia,tak menyangka sekarang dia bukan gadis yg bisa bermanja manja pada neneknya lagi.Sekarang Dia telah menjadi seorang Istri.hampir 30 menit dia berdiri depan cermin dengan bermacam pemikiranya,kemudian tersadar Dia harus cepat mandi namun,
"aduh ini kembennya kenapa sulit banget dibuka kancingnya,Ya Alloh...masa iya Hana minta tolong Mas Yuda untuk bukain.Hana kan masih malu..ih...ini gimana sih"
Sedangkan Yuda yg di atas ranjang penasaran kenapa hampir setengah jam gak ada suara air gemericik kalau Hana sedang mandi.Ahirnya Yuda memanggil Hana menanyakan apa Dia baik baik saja.
tok tok took !! Yuda mengetuk pintu kamar mandi.
"Sayang..are you ok?"
"Kok sepi sih Yang,gak ada suara kamu mandi"
"Sayang..Kamu ketiduran ya?"
"Yang...kam-"Yuda menghentikan peryanyaanya ketika Hana membuka pintu kamar mandi.Tapi Hana belum mandi dan Yudapun bingung.
"Mas bantuin..."
"bantuin apa Sayang"
"nih gak bisa buka kancing resletingnya, tangan Hana gak nyampai"jawab Hana cemberut manja bikin Yuda ketawa gemas.
"Jadi setengah jam dalam kamar mandi kamu hanya berusaha buka ini sendiri?"Hana mengangguk malu.Ketika sudah terbuka Hana cepat masuk lagi kekamar mandi dan dengan cepat menutup pintu serta menguncinya.Dia sangat malu setelah kemben terbuka,Yuda belum beruntung kali ini niat mau mengecup pundak Hana yg menggoda malah ditinggal lari,alhasil Dia hanya mencium angin saja untuk gak kena pintu yg ditutup dengan kencang oleh hana.Bisa bisa bibirnya bisa bengkak dimalam pertama.Bukan benkak karena sangking ganasnya malam pertama tapi malah karena nyium pintu.
Aduh Maaf teman teman sinyal internet hari ini sangat tidak bersahabat.Saya harap kalian tetap sabar ya menunggu update episode kelanjutannya.Terima Kasih...Salam Sehat Selalu.
Bersambung...