Hari ini Yuda sudah diperbolehkan pulang dan sudah sehat.Hanapun bisa pulang setelah 4haridi RS ditambah 3 hari menginap dirumah Yuda. Hana dapat ijin tidak kerja untuk menemani Yuda,Ya iya lah Bosnya kan calon emak mertua sendiri.
Dan hari ini Hana sudah bisa pulang kerumah sendiri.Pulang langsing mandi membersihkan diri.Setelah dia selesai mandi tubuhnya merasa segar bisa menghirup udara diluar Rumah Sakit.
"tok tok tok.."
tiba tiba suara pintu rumahnya diketuk Hana membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum..."Ucap Danang menyapa.
"wa'alaikum salam...Mas Danang masuk Mas"
"iya makasih,Sasa sudah berangkat sekolah ya?"
"Iya Mas udah berangkat diantar Paman sama sekalian antar Bibi ke toko Roti,Mas Danang libur kerja?"
"aku kan yg punya bengkel jd bisa libur kapan sj"
jawab Danang dengan ketawa,Hanapun jg ikut tertawa benar jg kata Danang.Danang memang Bos pemilik Bengkel walau kekayaannya kalah jauh dengan Yuda Danang masih bisa dibilang cowok mapan dan mandiri.Dia jg ramah baik dan sederhana,karena memang dia membangun usahanya benar benar dari nol.Danang lebih suka tinggal di komplek perumahan sederhana seperti tempat Hana dan keluarganya tinggal .Baginya hidup sederhana lebih bahagia yg terpenting dia bisa Berpenghasilan dan bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain.
"iya jg, Mas Danang benar heheehee"
"aku Dengar Yuda habis kecelakaan,dan beberapa hari ini kamu yg menemani di RS ya?"
"emm...iya Mas tapi gak parah kok sekarang sudah boleh pulang"jawab Hana Canggung
"Hana..."
"ya Mas.."Hana menatap Danang bingung dan canggung.
"jadi benar kamu dan Yuda akan menikah?"
"iya Mas"jawab Hana lirih
Danang yg mendengar langsung dari Hana Hatinya serasa dicubit cubit,tapi Dia tetap mencoba terlihat tersenyum walau sebenarnya sakit hatinya karena kekalahannya sebelum berperang.Bahkan sampai sekarang Danang tak pernah berani mengungkapkan perasaannya namun sudah ada Yuda yg maju duluan dan memenangkannya.
"Selamat ya aku ikut senang ahirnya teman baikku jodohnya datang lebih cepat"ucap Danang sambil tertawa ya tawa yg dia paksa agar Hana tak melihatnya lemah karena kekalahan.
"iya Mas Makasih, Mas Danang juga Hana do'ain biar cepet ketemu jodohnya"jawab Hana dengan senang.
"Mas Danang mau minum apa Hana buatin? sampai lupa sangking asyik ngobrol"
"eh nggak usah Hana,tadinya aku cuma mampir pengen ketemu Sasa yg gemesin tapi ternyata udah berangkat.Aku pamit dulu ya ada janji ketemu teman jam 10"
"ya udah Mas hati hati ya dijalan"
"iya ntar kalo Sasa pulang bilangin ya minggu Mas Danang janji ajak jalan jalan main lagi"
"baik Mas"
"ya udah aku jalan dulu,Assalamu'alaikum"
"wa'alaikum salam"
*
Setelah berkunjung dari rumah Hana,Danang langsung pergi naik motor menuju Kafe dimana dia janjian sama temennya bertemu.Dengan lesu dia berjalan menghampiri Rio sahabatnya yg sdah datang duluan menunggunya.
"Muka kamu kenapa Nang..lusuh banget macam cucian belum kering?" tanya Rio penasaran
"patah hati"jawab Danang malas
"Hah? kamu baru nembak gadis idaman mu ya si Hana itu,kamu ditolak?"
"bukan nembak ditolak,tapi belum sempat nembak udah mau nikah duluan"jawab Danang bete.Rio pun ketawa ngakak mendengarnya.
"hahahaaa lagian jaim banget jadi orang tinggal ngomong suka aja susah amat.pas udah keduluan orang langsung lemes macam sayur kangkung kematangan"Danang menendang Kaki Rio dengan kesal.Teman patah hati bukanya dihibur malah di ejek.Tiba tiba Yuda, Jonathan dan Andrian datang ke kafe yg sama dengan Danang.Mereka mengambil tempat tepat dibelakang Danang Dan Rio tanpa saling menyadari.
"Sialan Lo Yud punya cewek gak ngenalin ke saudara sendiri,pelit amat tau tau dah mau kawin"protes Jonathan pada Yuda dengan tampang ngeselinnya.
"kawin kepala Lo,Nikah Man"jawab Yuda meralat ucapan Jonathan yg frontal.
"ya tau nikah ujung ujungnya kawin jg kan"Yuda menampol kepala Jonathan dengan buku menu yg tadi dia bolak balik untuk memilih pesanan disert.
"aduh..dendam apa sih lu ma gue Yud,Aset penting Gue nih awas kalo lecet"
"Si Hana jg tak kalah Cantik dari Yurisa Tan Lho gak penasaran? barang kali minat jd pengagumnya kya dulu lagi mengagumi Yurisa dan menjadi sepupu ipar kesayangannya"Dengan jahil Andrian memancing Jonathan yg otaknya memang macam Kadal buntung itu.Yuda hendak menampol kepala Andrian tapi tiba tiba Danang berdehem disebelah Yuda.
"ehem.."
Yuda menghentikan gerakan tangannya dan menoleh ke samping bersamaan dengan Andrian dan Jonathan.
"boleh aku bicara sebentar?"Tanya Danang to the point.
"silahkan"jawab Yuda singkat.
"Apa benar kamu akan menikahi Hana?"
"tentu"
"Apa kau benar benar mencintainya?" Yuda terdiam mencerna pertanyaan Danang apakah dia benar benar mencintainya sedangkan hatinya masih penuh dengan Yurisa.
"Apa kau yakin bisa membahagiakan dia?"dengan muka marah Danang terus bertanya walau Yuda masih terdiam.
"Ya pasti gue akan membahagiakannya dengan bukti bukan Janji"Jawab Yuda meyakinkan dirinya sendiri karena merasa ditekan dan diragukan Danang.
Danang terkekeh lalu menjawab Yuda kembali.
"Dengan apa?apa kamu yakin tanpa Cinta mampu mempertahankan Hana? Dengar Yuda kamu boleh merasa menang sekarang karena Hana memilihmu.Tapi Ingat aku yg jauh lebih dulu mengenalnya dan selalu ada buat Dia,jika Aku tahu kamu menyakiti dia dan membuatnya terluka aku adalah orang pertama yg akan mengambilnya darimu."
Kemudian Danang berbalik dan melangkah pergi meninggalkan kafe diikuti Rio dibelakangnya.Yuda merasa tak terima diancam lawannya yg masih bocah jauh lebih muda darinya.
"Dan gue Yuda orang yg terlambat mengenal Hana tidak akan membiarkan istriku melihatmu lebih dari sekedar teman"jawab Yuda dengan percaya diri,membuat Danang menghentikan langkahnya lalu berbalik menoleh Yuda.
"Kau begitu percaya diri,Ingat aku tidak akan melepaskan pandanganku pada kalian.Untuk melihat Kau mampu membahagiakannya atau membuatnya menguraikan Air mata kesedihan."Setelah menjawab Yuda Danang berbalik dan melanjutkan langkahnya meninggalkan Kafe tersebut.Dengan geram Yuda mengepalkan kedua telapak tangannya menatap punggung Danang dan Rio yg terus berjalan menjauh.Andrian dan Jonathan yg melihatpun hanya diam membaca suasana.
"Duduklah dulu Man.."kata Andrian menenangkan Yuda yg terpancing emosi.
"Gue tau Lo masih blm bisa move on dari Yurisa,tapi ingat Lo udah mengambil keputusan membawa Hana dalam kehidupan Lo mulai saat ini.Itu artinya Hana lah Prioritas Lo sekarang,bukan berati menyisihkan Yurisa dari hati Lo tapi,tempatkan dia ditempat yg berbeda dan lihatlah sekarang Lu punya Hana yg menggantikan tugas Yurisa dalam hidup Lo sekarang"
"Atau kalo masih ragu bolehlah gue yg gantiin Lo sebagai Suami Hana,itung itung Gue membantu Lo sebagai Saudara"celetus Jonathan tanpa dosa membuat Yuda menendang Kaki Jonathan kembali.Dan yg ditendangpun hanya mampu meringis mengumpati Yuda dengan kata kasar ala bule dengan fasih.Andrian yg melihatnya hanya tersenyum menggelengkan kepala dua sahabatnya tidak pernah berubah dan tidak pernah akur.
Yeah ahirnya Malam Minggu tiba,selamat menikmati Malming kalian dengan meluangkan waktu untuk membaca kisah Yuda dan Hana teman teman.Tetep ingat Follow akun Saya dan tekan gambar hatinya nya Ya..
Heheehee Lop yuuuu
Bersambung...