Yuda benar benar tak mampu menahan isakan tangisnya,ketika semua memory tentang Yurisa teringat kembali.Hana yg baru memejamkan mata sejenak jadi terusik ketika merasa ada sesuatu diatas pipinya.Ranjang yg dia tumpangi kepalanyapun sedikit berguncang,dia buka kedua matanya.Hana melihat Yuda yg sudah tersadar dan menangis membuat Hana merasa hawatir.
"Mas Yuda.."
Yudapun menarik tangannya terkejut melihat Hana terbangun dan melihatnya menangis.Kemudian dia mencoba bangun untuk duduk,Hana yg melihatnyapun membantu.Tapi tanpa Hana duga tiba tiba Yuda menarik tubuhnya dan memeluk erat.Hana sontak berusaha menjauh tapi Yuda makin mengeratkan pelukannya.
"Sebentar saja,jangan bergerak"Yuda menumpahkan tangisnya tanpa memikirkan Hana yg mati matian menahan gejolak didadanya.Jantungnya seperti habis lari maraton.Perutnya benar benar seperti disetrum dari dalam.Hana merasakan kepala Yuda menempel sempurna diperutnya.Hana merasakan bajunya basah gara gara air mata dan ingus Yuda mungkin.Hana juga merasakan kulit perutnya hangat karena hembusan nafas yuda.
"Mas Yuda..Hana pengen ketoilet tolong lepasin"
Yuda tau Hana berbohong karena dia mendengar jelas detak jantung Hana yg berdegup kencang.Yuda tersenyum dan malah mempererat pelukannya lalu menghirup aroma tubuh Hana.Sensasi geli dan nyeri Hana rasakan.
"Dasar m***m pura pura sedih cari kesempatan, Lepasin..!" protes Hana dan Yudapun melepasnya.Hana langsung lari masuk toilet,Dia tutup pintunya keras lalu berdiri menempel tembok mencoba menenangkan detak jantungnya yg tidak normal.
"benar benar nyebelin...bisa bisanya lagi sakit malah m***m begitu,kan belum halal"Hana menggerutu dengan memanyunkan bibirnya sebal.
*
Untuk beberapa hari Yuda harus rawat inap di RS untuk pemulihan,dan Hanapun jadi korban yg harus merawat dan menjaga Yuda.Hana sudah menolak tapi Bu Nindi ngotot pengen dia semakin dekat dengan Yuda.
Tiap Hari Yuda bersikap manja dan usil membuat Hana kuwalahan,tapi pada Suster perawat dia bersikap dingin acuh dan suka semena mena.Apalagi dokter yg menanganinya teman dekat Yuda sendiri.
"Wah seorang Yuda Arma Futagami bisa jatuh cinta lagi kayaknya,Calon lu lumayan jg rupanya"Goda Andrian pada Sahabatnya yg suda 5 tahun melajang ahirnya mulai bisa move on dari mendiang istrinya.Andrian adalah sahabat Yuda selain si Playboy Jonathan.Mereka bertiga berteman dari masa SMP sampai SMA kuliah sj mereka berbeda tp tetap setia kawan karena memang orang tua mereka jg berteman akrab.Selain itu Yuda dan Jonathan jg masih Saudara sepupu.
"Diam lo mentang mentang yg paling beruntung udah punya Bini dan anak"
"gimana ceritanya gadis polos macam dia mau sama Lu Yud,lo paksa ya?"tanya Andrian dengan tawa mengejek.
"tanpa gue paksa sudah jelas mau lah Man, Siapa sih yg gak terpesona seorang Bos tampan macam gue.tapi gadis ini berbeda Yan,aneh sih tapi cuma dia yg bisa bikin gua jatuh cinta dan nyaman."
"gue penasaran gimana klo Jonathan tau lo dah punya Dia siapa namanya?"
"hana"
"Oh ya..Hana.pasti si kampret Jonathan bakal ijo matanya seperti saat dia mengagumi Yurisa dulu hahahaa"
"kalo itu bakal terjadi bakal gua penggal kepalanya lempar ke madagaskar"Andrian tertawa mendengar sahabatnya kesal,karena mengingat dulu Jonathan jg sangat tertarik dan mengagumi Yurisa ya walaupun Jonathan hanya sekedar mengagumi dan tau diri itu bini sahabat plus sepupunya sendiri Yuda tetap Cemburu dan membuat mereka sering bertengkar konyol.
"Mas Yuda ini nenek masakin buat makan siang sebent...eh maaf ada Dokter Andrian ya?"Hana membuka pintu dan membuat kedua sahabat itu menoleh bersamaan.Kemudian Andrian pamit akan keluar memberi waktu Yuda untuk makan bersama Hana.
"Hallo Hana,masuk saja aku dah beres ngobrol sama Yuda kok.Kalau dia nyusahin kamu kasih tau aku ya ntar tak kenalin temenku aja gak kalah keren dr Yuda kok" Goda Andrian membuat Yuda kesal dan melempar bantalnya tepat pada kepala Andrian.
"eh...maksud Dokter gimana?"tanya Hana bingung
"hahaaha kamu benar benar polos pantes Bujang tua itu ngejar ngejar kamu Hana,aku keluar dulu bye.."
"bye Dok..."
"Nenek masak apa?"
"sop buntut,nih Mas Yuda makan dulu"
"Suapin"
"Makan sendiri,Mas tu udah sembuh.Lagian capek 3 hari Hana ngurus Mas tuh macam anak kecil disuapin"
"Ya udah kamu makan aja sendiri,aku gak jadi lapar"Yuda pura pura ngambek dan berbaring membelakangi Hana.
"ya ampun Mas Yuda...ya udah buruan duduk !" jawab Hana terpaksa.Yudapun tersenyum menang.dengan telaten Hana menyuapi bayi gedenya.Yuda terus fokus menatap Hana dengan perasaan Hangat.Tiga hari dirawat di Rumah Sakit membuatnya semakin dekat dengan Hana.Dan kemarin Hana sudah menjawab untuk menerima Yuda menjadi Calon Suaminya.Dengan perasaan bahagia dia pandangi wajah Cantik Calon Istrinya lalu tangannya mengulur menyentuh Pipi Hana mengelusnya dengan lembut membuat Hana seketika diam.Mata mereka saling menatap dan mencari kenyamanan Jantung mereka berdegup kencang,dan Yudapun beralih menatal bibir manis Hana tanpa bisa ditahan Yuda mendekatkan wajahnya pada wajah Hana
Cup...
Sebuah Ciuman singkat Yuda berikan membuat pipi Hana merona merah dan salah tingkah.
"terima Kasih telah bersedia memutuskan untuk menerimaku Hana"
Hana masih terdiam beku tanpa mengedipkan mata dari semenjak Yuda menciumnya singkat.
"Bernafas Hana,jangan sampai kamu mati kehabisan nafas sebelum kita jadi menikah"kata Yuda sambil menjawil ujung hidung Hana dengan gemas.
"Hhuuh..."Hana menarik Nafas dan menghembuskanya kembali setelah dia tahan benerapa detik karena terkejut mendapat ciuman dr Yuda yg singkat tadi.
"Iiih Mas Yuda suka banget sih jahilin Hana,belum boleh tau.Halalin dulu baru Cium"
"Oh jadi kamu pengen cepet cepet dinikahi aku ya...ternyata Calon istriku sudah gak sabar ya.."goda Yuda
"apaan sih,buruan habisin ini makanannya atau Mas Yuda makan sendiri aja"
"jangan ngambek dong Sayang"
Hana benar benar tak habis pikir,dulu awal bertemu Yuda sombong banget suka marah marah muka dingin dan tatapan tajamnya benar benar bikin Hana kesal.Tapi beberapa hari ini berubah manja.Setelah 2 minggu menghilang dan hana kira dah lupa ma Hana, Hana kira sebelum menghilang ngaku ngaku calon suami itu cuma bercanda mempermainkan Hana.Mana mungkin sih Anak si bos mau sama dia pikirnya.Tapi ternyata kini statusnya benar benar calon Istri beneran,pernikahan mereka akan dilakukan minggu depan terburu buru memang.Yuda tak mau menunda nunda toh Hana sudah menerimanya,keluarga jg setuju.Makanya Bu Nindi dan Bi Asih disibukkan mengurus semua persiapan pernikahan mereka,sedangkan Calon pengantinnya masih manja manja di Rumah Sakit.
Hallo teman teman Maaf telat sedikit ya Updatenya.Jangan Lupa Follow akun Saya Ya terima Kasih
Bersambung...