Yuda POV
Aku berjalan menyusuri sebuah taman rumput yg luas,ada beberapa tanaman bunga jg disana.Kulihat seorang wanita cantik sedang bermain bersaman gadis kecil yg lucu diatas rumput,tapi hanya terlihat punggung mereka.Aku semakin mendekat karena penasaran,hingga wanita dan gadis kecil itu menoleh padaku.
"Mas..."Sapanya sambil tersenyum.Jantungku seakan berhenti berdetak sejenak,bibir dan lidahku kelu untuk memanggil namanya.Airmataku tak tertahan kuhampiri mereka dan langsung kupeluk erat wanitaku.Kutumpahkan tangisku kuelus lembut punggung dan rambut indahnya. kemudian sebuah tangan kecil menarik ujung bajuku,lalu aku menoleh kearahnya gadis kecil itu tersenyum dan memanggilku.
"Papa..."
"iya Sayang..ini Papa"
Aku langsung menggendongnya dengan tangisan bahagia.kuciumi kedua pipi lembutnya bergantian.Dia Sangat cantik,Kecantikan Yurisa benar benar menurun padanya sedang Mata tajamnya benar benar mewarisiku.Bahagia benar benar bahagia kali ini kurasakan.
"Mas jangan hawatir Yuri akan selalu merawat dan mendidiknya dengan baik"
Yurisa tersenyum padaku Senyuman yg benar benar sangat kurindukan.
"terima kasih Sayang..kita akan merawat dan membesarkannya bersama"jawabku pada Yurisa meyakinkan.Tapi Yurisa menggeleng lalu mengambil alih Untuk menggendong putri cantikku.
"tidak sekarang Mas..Jika saatnya nanti tiba kita pasti akan bersama lagi,bersabarlah"
"apa maksudmu Sayang?"tanyaku bingung
"Mas jaga diri baik baik ya,jangan bersedih terus Yuri tau Mas sangat merindukan kita disini..Kita akan sabar menunggu Mas bersama Dia yg Mas Janjikan padaku"
Yuri dan putriku perlahan menjauh.Entahlah jarak kami perlahan terus menjauh.Tubuhku seakan membeku tak mampu meraih Yuri dengan tanganku yg mengulur untuk menahannya yg terus menjauh.Tangisku semakin kencang Dadaku sesak Hatiku bagai diremas sangat menyakitkan.
"Yuri...Sayang..Kumohon kembalilah.."
"Yuri....Yuri...YURII...!!!"
Dan pada ahirnya Istri dan putriku menghilang dari pandangan mataku.
Perlahan sekelilingku berubah menjadi hamparan ruang hampa, hanya warna biru langit yg kulihat,kosong sendiri tanpa siapa siapa.Aku menangis aku berteriak memanggil Nama Istriku tapi semuanya sia sia.Sampai tiba tiba Cahaya putih terang yg membuat mataku silau menyorot,kututup kedua mataku dan akupun terbangun dalam ruangan kotak,disitu kusadari tubuhku lemah berbaring diatas ranjang dan kulihat samar samar seseorang terlelap disebelahku dengan posisi duduk dan kepala diatas sisi ranjangku.
**
Author POV
Malam ini Bu Nindi Pak Hiro dan Manami pulang untuk mandi dan istirahat dirumah. Karena setelah mendapat kabar Yuda kecelakaan mereka langsung menuju ke Rumah Sakit dimana Yuda dirawat.Mereka tidak perlu hawatir karena Bi Asih dan Hana yg menggantikan mereka menunggui Yuda yg masih tertidur lelap dari pingsan karena kecelakaan belum jg sadar sadar.Dokter bilang itu karena benturan dikepalanya dan kemungkinan Yuda mengalami shock.Bi Asih sedang keluar untuk membeli makan malam untuk dimakan berdua bersama Hana.Hana menunggui Yuda,dia perhatikan wajah Yuda yg pucat dan wajah yg luka luka.Tapi sama sekali tak menghapus ketampanannya sama sekali.
"kalo emang dasar cetakannya ganteng mau muka bonyok pun tetap ganteng" kata Hana sambil tertawa kecil.
"bahkan wajah pucatpun Mas Yuda tetap terlihat tampan,eh ganteng dan tampan kan sama saja hehehee..aduh alisnya yg agak tebal dan tegas ini,hidung mancungnya, mata sipit dan tajam kaya elang, bibirnya yang...yang..emm..aduh ngapain aku berfikir yg enggak enggak sih"
Hana menggeleng gelengkan kepala ketika ingatanya kembali pada adegan first kissnya bersama Yuda diatas ranjang Rumah Sakit waktu itu.Pipinya tiba tiba panas dan merona, detak jantungnya semakin kencang bahkan seakan di dalam perutnya ada kupu kupu berterbangan geli geli ser seran gimana gitu.
"Apa iya Hana jatuh Cinta sama Mas Yuda yg Sombong dan nyebelin ini?"
"ah pasti ini nggak benar,orang tiap kali ketemu dia kan Hana sebel terus."
"eh tapi kalo gak ketemu Hana juga sedikit kangen karena penasaran kenapa dia ngilang gitu aja"
"ah nggak mungkin,tapi...Hati Hana deg degan terus kalau dekat Mas Yuda apa lagi kalau ditatap pas tepat di mata Hana,ser seran gimana gitu"
"ah Pusing ah mikirin Mas Yuda terus,belum tentu jg dianya mikirin Hana.Buktinya 2 minggu ngilang gak ada kabar kok"
"hhuh..."
Hana menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan berat,lalu dia letakkan kepalanya diatas pinggiran ranjang sebelah kanan Yuda dengan berbantalkan lengannya sendiri.Dia tatap wajah Yuda yg terlelap dan pucat.lambat laun matanya mulai sayup terpejam.Rasa kantuk mulai menyerangnya perlahan dia ikut terlelap menyusul Yuda mengarungi alam mimpi.
Sedangkan Yuda masih terjebak dalam mimpinya bersama Yurisa.Penuh kesedihan dia mengarungi alam mimpinya.Luka Yuda yg lama seakan terbuka kembali.Rasa kehilangan almarhumah istrinya timbul kembali.
"Yuri...Sayang..Kumohon kembalilah.."
"Yuri....Yuri...YURII...!!!"
Yuda mengigau memanggil nama Mendiang istrinya,tanpa sadar mata Yuda berurai air mata.Kemudian Yuda terbangun samar samar dia lihat ruangan dimana dia terbaring.Sepi hanya seorang Gadis terlelap disampingnya.
Yuda mulai sadar dia sedang tidak baik baik saja.Ingatanya kembali pada kejadian sebelum dia pingsan,kecelakaan ya dia mengalami kecelakaan.Kemudian dia tatap Hana yg tertidur pulas.Yuda mengulurkan tangannya menyentuh pipi Hana,Halus dia usap halus penuh kasih sayang Yuda tersenyum.
Namun setelah itu Yuda teringat mimpinya bersama Yurisa dan putrinya terasa begitu nyata.
"Mas jaga diri baik baik ya,jangan bersedih terus Yuri tau Mas sangat merindukan kita disini..Kita akan sabar menunggu Mas bersama Dia yg Mas Janjikan padaku"
Kata kata terahir Yurisa benar benar membekas di memory Yuda.Benarkah Yurisa ihlas jika Yuda memulai hidup baru bersama Hana?.Pertanyanyan itu terbersit difikiran Yuda.Mampukan Yuda memberikan Cintanya untuk Hana, sedangkan Yurisa benar benar sulit untuk dilupakan.Ya memang Tidak akan pernah melupakannya tapi Yuda akan menyimpanya diruang hatinya yg Yuda sisihkan untuk Yurisa.Ruang teristimewa untuk Wanita yg pernah menghabiskan hari harinya bersama Yuda dengan bahagia,hingga suatu hari Maut memisahkan mereka.
Kemudian memory Tentang kejadian kecelakaan yg merenggut nyawa Yurisa jg Bayi dalam kandungannya waktu dulu terputar ulang.kejadian menyedihkan yg menyayat hati Yuda waktu itu hingga sekarang.Sebenarnya Kecelakaan waktu itu ada yg merencanakan Yuda blm tau siapa pelakunya,kasusnyapun sampai sekarang belum terungkap.Airmata Yuda mengalir kembali tak tertahan,tubuhnya bergetar karena isakan tangisnya hingga membuat Hana merasa terusik dan terbangun karena merasa ada sesuatu diatas pipinya jg Ranjangpun terasa berguncang.
"Mas Yuda..."
Terima Kasih Teman-teman yg masih setia membaca kelanjutan Cerita Hana dan Yuda.
Jangan lupa difollow akun Saya ya
Sehat selalu ya....
Bersambung...