Yuda merebahkan tubuhnya diatas ranjang setelah selesai mandi dengan hanya memakai celana boxer dan kaos tipis yg membuat pahatan tubuhnya yg sempurna menjadi indah bagi kaum hawa yg melihatnya.
"Huh tiga hari ini berturut turut sangat melelahkan bolak balik kerumah Hana,gadis aneh ini benar benar banyak menyita waktu liburku"
Yuda mulai membayangkan pertemuan pertama mereka sampai adegan kiss diatas ranjang Rumah Sakit yg membuat jantungnya berdetak lebih agresif ada desiran lain pada hatinya Yuda tersenyum ketika mengingat Hana yg Sebal karena kejahilannya beberapa hari ini.
"Huft..bukan hanya menyita waktu liburku saja,tapi dia jg sudah berhasil menyita pikiranku karena terus membayangkannya tiap malam ketika mau tidur begini"
Yuda menatap photo pengantinnya bersama Yurisa yg dipajang ditembok kamarnya
"Sayang maafkan Mas ya jika nanti akan ada Wanita lain yg mengisi hatiku,tapi kamu akan selalu memiliki tempat yg istimewa disini dan tak akan tergantikan oleh siapapun.
Sayang...kamu tahu kan Mama ingin Aku memulai hidup baru lagi Mama sangat mendambakan seorang Cucu dariku bukan berati Mama tak lagi menyayangimu,kamu akan selalu jadi Putri Mama yg terbaik tapi Mama hanyalah seorang Ibu yg selalu ingin Aku bangkit dan tidak terus terpuruk karena kehilanganmu dan Calon Anak kita.Percayalah Suatu Saat Alloh akan mempertemukan kita diSurga dan Maaf jika Mas menemuimu tidak hanya Sendiri tapi dengan Wanita lain Kamu ihlaskan Berbagi dengan Dia? ya Dia Hana Lusiana Gadis pilihan Mama yg sudah banyak menyita perhatianku beberapa hari ini tapi....Bisakah Aku membuka lembaran Baru? apakah Dia akan menerimaku,mampukah Aku menjadi adil untukmu dan untuknya? Sayang bisakah kamu datang kemimpiku sekali lagi Aku sangat merindukanmu..."
Yuda tak mampu lagi menahan air matanya Kenangan kenangan Manis bersama Yurisa terulang kembali dalam fikirannya. Besok pagi Yuda harus terbang ke Jepang dia akan menjenguk Kakeknya,Selama 2 minggu Yuda akan tinggal di jepang untuk mengurus pekerjaan jg di Perusahaan keluarganya disana,dia akan mencoba melupakan Hana mungkin rasa uring uringanya bisa hilang saat sibuk disana dia takut akan melukai perasaan Yurisa dialam sana. Entahlah atau justru Yuda akan sangat merindukan Hana,Yuda merasa tidak mungkin bisa menaruh rasa pada Hana gadis yg jauh lebih muda darinya dan mereka baru saling mengenal 3 hari saja.
**
"Mama.."
"iya Sayang kok belum tidur?"
"hmm..Mama serius mau jodohkan Kakak sama Mbak Hana?"
"iya dong,Mama udah terlanjur Sayang total sama Hana dia Baik manis rajin masih muda lg pokoknya dimata Mama Hana the Best"jawab Bu Nindi penuh Semangat
"well..mau sama Mbak Hana sama Yunita sama Si Angel sama Diana atau sama siapapun terserah Mama deh Manami angkat tangan sekarang"
"memangnya Siapa lagi sih Ma,Hana siapa? memangnya Yuda mau? Mama gak capek apa ditolak mulu sama Yuda,ntar uring uringan lg..ujung ujungnya Papa jg yg kena"dengan penasarananya Pak Akihiro yg terkenal dengan panggilan Tuan Hiro bertanya
"ih Papa gimana sih dukung Mama dong kasih Support memangnya Papa Mau Yuda terus jd duda lapuk anak itu gak boleh terus terusan terpuruk dgn masa lalu harus membuka lembaran baru kalau bukan kita orang tuanya siapa lagi yg akan peduli..Papa gak pengen apa gendong Cucu pertama Kita?" protes Bu Nindi sama suaminya
"Tentu saja mau dong,tapi jangan terlalu memaksa ya biarkan Yuda menentukan jalan hidupnya sendiri"
"ehem Manami mau tidur dulu Ma Pa, oh ya Ma...Meskipun Manami setuju Mama jodohin Kakak sama Mbak Hana, please Mama jangan sampai punya rencana jodohin Manami dengan siapapun untuk jadi Suami Manami karena Manami bisa Cari sendiri Calon Suami Manami" dengan sok dewasa Manami mengancam Mamanya membuat Bu Nindi dan Pak Hiro melongo
"ih Manami kan Masih kelas 1 SMP jangan mikir jodoh jodoh dulu belajar aja yg bener atuh"
"Mama lupa tanpa belajar Manami jg selalu juara 1 dengan nilai (A+) "jawab Manami lalu berjalan menuju kamar dengan angkuh meninggalkan ruang keluarga
"ni anak mulutnya pedes bgt,orang lain bangga punya anak genius tapi aku malah dibuat pusing tiap hari sangking pintarnya dia" omel Bu Nindi dengan kesal membuat Pak Hiro ngakak melihat istrinya kesal kalah debat sama anak sendiri "Papa ketawain Mama? "
"enggak kok mana berani Papa begitu bisa bisa disuruh tidur kamar tamu lagi malam ini,Masuk kamar yuk" jawab Tuan Hiro memainkan kedua alisnya naik turun menggoda sang istri
"apa? ngapain main mata begitu malam ini gada jatah Papa puasa aja dulu Mama mau tidur yg nyenyak malam ini" jawab Bu Nindi kesal
"Yah Mama kok tega sih,padahal Papa udah olahraga lho sore tadi sudah minum obat kuat jg apa Mama yakin ni gak mau elus elus roti sobek papa,yakin?" goda Pak Hiro dengan percaya diri
"buruan masuk kamar ! atau papa beneran Puasa 1bulan"
"eh kok gitu"Pak Heru langsung buru buru ngintil istrinya masuk kamar.
***
"Nduk Hana..belum tidur ta?"
"belum Nek baru selesai sholat Isya' Nenek jg belum tidur?"
"Belum"Nek Sumi mendekati Hana duduk diranjangnya
"Nenek pengen ngomong sama kamu nduk,kemarin Bu Nindi menyampaikan keinginanya pada Nenek dan Bibi jg Pamanmu untuk menjadikan kamu Menantunya,Bu Nindi Baik Nenek jg melihat Nak Yuda jg baik Nenek Paman jg Bibi setuju saja tapi semua itu kembali sama kamu mau tidaknya"
"emm..tadi di Butik Tante eh Bu Nindi jg tanya ke Hana Nek,tapi Hana masih bingung Hana kan masih pengen kuliah klo dah ngumpul uang buat pendaftarannya dan biaya lainnya,Hana jg Seneng kalau punya Ibu Mertua kaya Bu Nindi tapi Nenek jg tau sendiri Hana sama Mas Yuda gak pernah akur.Mas Yuda selalu nyebelin bikin Hana sebel terus Nek, kita kenal jg baru kemarin 3hari saja" Nek Sumi tersenyum mendengar Hana cucu kesayangannya curhat,dulu Nek Sumi dan Suaminya jg begitu menikah karena perjodohan dan awalnya tidak akur jg dan pada ahirnya langgeng Sampai takdir maut karena usia menua yg memisahkan Mereka
"iya Nenek tau,tapi kalau laki laki suka menggoda perempuan dan bikin kesel terus itu biasanya tandanya dia sayang sama perempuannya lho.kemarin Nenek jg liat ada adegan kecemburuan antara dua Laki laki dirumah ini"Jawab Nek Sumi sambil tersenyum menggoda Hana dan berhasil membuat kedua Pipi Hana merona merah menahan rasa malu.
"ih Nenek kok ikutan jail sih"
Nek sumi ketawa senang melihat tingkah cucunya
"apapun keputusanya yg penting kamu pikirkan baik baik ya dan bilang sama Nenek,Kalau memang Jodoh tidak baik ditunda tunda keburu nak Yuda di ambil orang lho"
"ih Nenek..."
Bersambung...