Waspada

1230 Words

"Siapa dia, Umi?" tanya Nita. "Entahlah, yang jelas kamu harus waspada, Ratini perempuan licik, dia bagai belut yang sulit di tangkap jadi tak menutup kemungkinan kalau Hendi juga suruhannya bahkan kaki tangannya untuk menyingkirkan kita dari rumah ini. Kita harus berhati-hati!" "Iya, Umi." "Baik, aku keluar dulu menemuinya, pergilah istirahat kekamar!" Nita mengangguk dan langsung naik kelantai atas, aku bergegas kedepan untuk menemui Hendi. Seorang laki-laki tinggi dengan postur tergap tengah berdiri dengan tangan di pinggang. "Seperti bos saja!" pikirku. "Assalamualaikum... Ada yang bisa bantu?" tanyaku basa-basi. "Wa-Waalaikumsalam," jawabnya tergagap. Kaget seperti melihat hantu saja! "Aku di sini mau bertemu dengan nyonya di sini!" jawabnya tanpa rasa sungkan. "Nyonya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD