Raihana Yang Tidak Ingin Kembali

982 Words

Ceklek. Pintu ruangan presiden direktur bernuansa coklat tua itu terbuka. Dari baliknya Cakra muncul. Tapi pria itu langsung tercenung begitu melihat Tuan Kin memandang Lembayung sore dengan berdiri di depan dinding kaca ruangan tersebut. Wajah tampannya muram. Tidak ada kebahagiaan yang terpancar dari sana. Pria itu kembali seperti dulu, menjadi kotak emas yang kosong. Hatinya hampa. Sudah seminggu Tuan Kin seperti itu. Yaitu sejak Raihana di antar ke rumah Pak Pramudia. Dia berdiri menatap sore sampai lupa pulang. Ketiadaan Raihana di sisinya jelas membuat hidupnya tidak berarti. Cakra menghela nafas prihatin. Suara dia membuka pintu jelas kuat tapi Tuan Kin bahkan seperti tidak menyadari kedatangannya. Keadaan ini tidak bisa dibiarkan. Cakra sebagai assisten yang sangat menyayangi T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD