Sarapan Tuan Kin sudah siap di atas nampan. Kini Aster sedang merapikan penampilannya agar tampak mempesona di depan Tuan Kin. Dia bahkan membuka dua kancing bajunya agar belahan dadanya terlihat sedikit. Dia berharap, jika nanti Tuan Kin melihat belahan dadanya maka pria itu akan terpikat. Kebetulan dia mempunyai d**a yang cukup besar. Yang pasti lebih jauh besar dari punya Raihana. Dengan kata lainnya, Aster menganggap Raihana itu tidak seseksi dirinya. Gadis itu hanya punya wajah yang imut saja. Setelah dirasanya sudah siap, Aster lalu mengambil nampan sarapan tuan Kin dan keluar dapur menuju kamar Tuan Kin. Karena sidik jari Aster belum terekam oleh mesin yang ada di pintu, Nichol, penjaga pintu gerbang kamar yang sidik jarinya sudah terekam, mengantarnya dan membukakan pintu untuk A

