Rasa Cemburu Tuan Kin

1093 Words

Jam menunjukkan pukul dua dini hari ketika Tuan Kin terbangun oleh suara rintihan seorang wanita di sebelahnya. Dia tersentak kaget begitu mengetahui yang merintih itu adalah Raihana yang memanggil-manggil seseorang. “Ayah… ayah… aku mau bertemu ayah. Ayah…ayah… aku sakit… ayah… aku mau ayah… aku rindu ayah…” Setetes bening mengalir di pipi Raihana bersama dengan rintihannya. “Hana…” Tuan Kin langsung membuka selimutnya dan mengambil posisi duduk tepat di samping Raihana. Tangannya yang kekar dia tangkupkan di kening gadis itu. Matanya membesar seketika. “Panas sekali…” Dengan panik, Tuan Kin turun dari tempat tidur. Dia lalu mengambil ponselnya untuk menelpon Dokter Arif. “Hallo Tuan Kin…” Terdengar suara dari seberang setelah panggilan Tuan Kin tersambung. “Dokter, kamu ini bagaima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD