Setelah berpelukan, Tuan Kin memilih untuk tetap berada di ruang kerja memeriksa pekerjaan yang sudah lima hari ditinggalkan, sementara Cakra memilih untuk berjalan-jalan di sekitar rumah Tuan Kin. Dia memandangi sekeliling. Dari mulai anak-anak tangga, sampai interior yang ada di rumah itu. Sudah Lima tahun dia mengabdi di rumah ini, menjadi sosok yang disegani selain Tuan Kin. Para pelayan akan langsung takut jika dia mulai menampakan wajah kesal. Cakra kemudian melangkah keluar. Dia berjalan dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana panjangnya. Hawa dingin malam yang berhembus, tak membuatnya ingin mengurungkan niatnya menyusuri halaman luas rumah Tuan Kin. Meskipun rumah ini bukan miliknya, tapi dia sudah mencintai rumah ini seperti miliknya sendiri. Jika nanti dia akan

