Kembali Ke Pulau Tuan Kin

1254 Words

"Tidak baik kamu bersikap seperti ini, Hana. Bagaimana pun Tuan Kin adalah suamimu. Memangnya kamu tidak takut dosa?" Raihana menunduk dalam. Tak urung sikapnya ini membuat dirinya sendiri gelisah. Sebenarnya dia tahu kalau dirinya salah. Tapi dia tidak bisa mengendalikan rasa benci lama yang datang kembali kepadanya. Karena itu dia curhat kepada Tari. "Kalau mau menuruti rasa benci itu, kapan kamu akan hidup bahagia? Kenapa kamu tidak bisa melihat sisi baik seorang Tuan Kin? Dia adalah pria yang akan melakukan apa pun demi kamu. Hargailah dia." Raihana masih terdiam. "Jangan lagi melihat ke belakang, Raihana. Karena kamu tidak akan bisa melupakan luka. Kamu harus menatap ke depan dan hiduplah bahagia. Oke?" Tari mengusap pundak Raihana. Raihana menghela nafas panjang. "Aku tidak jan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD