Pelukan Tuan Kin kali ini terasa berbeda. Lebih hangat dan...lebih mendebarkan. Entahlah, tapi Raihana seperti merasa kalau dia baru jadi pengantin baru. Setelah selama beberapa hari bermarahan, ketika berdekatan langsung terasa begitu berbeda. Ada semacam perasaan malu-malu. Ah, mungkin inilah indahnya bermarahan dengan pasangan. Ketika baru berdamai, hati kembali berdebar. Apa yang dirasakan oleh Raihana, sedikit berbeda dengan apa yang dirasakan Tuan Kin. Jika Raihana hatinya berdebar-debar, Tuan Kin justru merasakan hasratnya yang meningkat. Maklumlah sudah beberapa hari dia tidak bisa memeluk dan mencium Raihana. Apalagi lebih dari itu. "Mas aku rasa berpelukannya cukup," ucap Raihana. Dia sudah pegal tubuhnya menyondong ke depan. Tuan Kin terhenyak dan kemudian melepaskan peluk

