Adam baru akan masuk ke dalam lift ketika dia bertemu dengan Aryaguna. Keduanya lalu naik lift bersama. "Kenapa kamu sudah berangkat kerja, Dam? Padahal aku sudah mengizinkan kamu untuk tidak masuk kerja. Harusnya untuk beberapa hari ini kamu bersama Arina dulu. Kalian harus saling mengenal satu sama lain." Adam tersenyum. "Sepertinya kami sudah mulai saling mengenal kok, pa. Dalam dua hari ini, Ari sampai ngambek beberapa kali padaku. Lagian, Ari sudah ingin kuliah. Sebelum menikah, papa sudah mengurungnya bukan? Dia bilang, dia sudah banyak ketinggalannya pelajarannya." "OOO jadi begitu. Ya sudah kalau kalian memang sudah memutuskan untuk kembali beraktivitas seperti biasa." Aryaguna memasukkan tangan kanannya ke saku celana. "Oya, bagaimana rasanya mengurus Arina? Apakah kamu merasa

