Arina terbangun ketika dia mencium aroma masakan yang sangat harum. Dia tahu itu pasti Adam yang sedang memasak. Namun, kemudian dia terhenyak begitu melihat keadaan dirinya yang masih memakai mukena. "Rupanya aku tidur dengan mukena ya?" gumamnya. Dia langsung membuka mukenanya dan mencuci muka sebelum akhirnya berlari ke dapur. "Selamat pagi, kak!" sapa Arina riang. Adam menoleh. "Pagi juga, cantik." Arina menarik kursi makan. "Kakak masak apa?" "Kakak masak udang asam manis. Kamu mau?" "Mau dong. Aku sudah lapar." Adam menaruh udang yang sudah dimasaknya ke sebuah mangkok dan kemudian ditaruhnya ke atas meja. "Nih, makan yang banyak biar gemuk." "Ih, kakak. Mana mau aku gemuk. Nanti aku tidak cantik lagi." "Biar tidak cantik, yang penting sudah punya suami tampan." "Kakak somb

