Hal Baru Untuk Raihana

1183 Words

Raihana menelan ludah. Menurutnya kalau Tuan Kin sudah bicara serius itu menakutkan sekali. Apalagi di posisi mereka berdua sekarang yang sangat emergency. Khilaf sedikit maka yang tidak diinginkan bakal terjadi. "Lepaskan tanganku. Berapa lama lagi anda akan mencengkramku seperti ini?" ucap Raihana sembari menatap wajah Tuan Kin dengan jantung berdebar-debar. Dia berharap Tuan Kin diberi ketabahan dan kesabaran oleh Allah Subhanahu wata'ala serta tidak memaksakan kehendaknya. "Aku akan melepaskanmu kalau kamu sudah mengerti dengan apa yang aku katakan. Nah, apakah kamu sudah mengerti?" ucapnya lirih tapi penuh penekanan. Membuat Raihana mau tidak mau harus mengangguk daripada jadi bumerang. "I-iya." "Apa?" tanya Tuan Kin cepat. "Apa yang kamu mengerti?" Mata Raihana bergerak ke kana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD