Tuan Kin tersentak kaget melihat Raihana yang menabrak pintu. "Hana!" Dia lalu menghampiri Hana dan langsung memegang kepala Hana. "Mana yang sakit? Tidak terkena luka lama kamu 'kan?" Fokus Tuan Kin adalah pada luka di kening kanan atas Raihana yang terdapat kain kasa dan plester. Raihana menggeleng. "Aku tidak apa-apa." Dari kening, pandangan Tuan Kin turun ke wajah Raihana. "Makanya kalau berjalan lihat ke depan, jangan terus menerus lihat aku. Aku tau aku ini tampan rupawan dan tak ada yang menandingi, tapi 'kan aku ini memang milikmu." Mendengar itu, Raihana menyeringai. "Ih, ge-er." Lalu dia mendorong pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya dengan wajah kesal bercampur malu. Tuan Kin tersenyum geli. Entah apa yang membuat Raihana terus memperhatikannya hingga istrinya tersebut

