Tuan Kin menatap satu persatu wajah pemuda yang ada di sekelilingnya. Mereka masih muda-muda, beberapa tahun di atas Raihana. Memang pria-pria seumuran mereka ini yang lebih pantas mendapatkan Raihana, bukan dirinya yang usia jauh lebih tua dari pada Raihana. Apalagi istrinya tersebut mempunyai wajah imut sehingga wajahnya masih seperti anak SMA. Tapi, suami jauh lebih tua dari istri itu bukanlah masalah. Malah bagus karena bisa mengayomi. "Om, gimana, om? Kok diam saja?" tanya salah seorang dari pemuda itu. Tuan Kin mengela nafas berat. "Begini ya adek-adek. Yang tadi itu sudah punya calon suami. Jadi, tidak bisa dimiliki lagi oleh kalian." Akhirnya Tuan Kin menjelaskan seperti itu. Karena kalau menjelaskan Raihana adalah istrinya takutnya mereka pingsan di tempat. Berabe 'kan mau menga

