Setelah Jenny mengikuti langkah Cakra meninggalkan ruang tamu, Tuan Kin menoleh pada Raihana yang sejak tadi berdiri di sampingnya. Tuan Kin sudah ketakutan kalau-kalau Raihana akan marah karena sikap dan perkataan Jenny. "Hana soal Jenny..." "Dia calon istri anda?" sela Raihana. "Kalau anda sudah punya calon istri kenapa anda bersikukuh ingin menikahi aku? Kalau anda tidak menikahi aku, aku 'kan bisa menikah dengan Kak Adam?" Deg. Jantung Tuan Kin berdegup kencang. Wajahnya langsung memucat. Pertanyaan-pertanyaan Raihana tadi jelas tidak bernada cemburu, tapi kesal karena pernikahannya dengan Adam telah digagalkan oleh pria yang ternyata sudah punya calon istri. Tuan Kin menggeleng panik. "Kamu salah paham, Hana. Aku tidak pernah menganggap Jenny sebagai calon istriku. Jenny dan pap

