Arina menarik kopernya ke kamar sebelah. Rencananya mau dia rapikan. Tapi karena merasa lelah, dia akan merapikannya besok pagi saja. Alhasil, setelah menarik kopernya sampai kamar, Arina langsung membersihkan tubuhnya dan kemudian membaringkan tubuhnya yang lelah itu di atas tempat tidur. "Drrrrt... Drrrt..." Arina terhenyak begitu mendengar ponselnya bergetar. Dia memiringkan tubuhnya dan mengambil ponselnya tersebut. Dia melihat nama Pandu di layarnya. Arina pun memutuskan untuk menerima telpon dari Pandu tersebut. "Halo." "Ar, bagaimana kabarmu? Kapan mau ke kampus lagi? Kangen nih ke klub bareng kamu lagi. Rasanya ada yang kurang tidak ada kamu." "Aku belum tau. Tapi secepatnya aku akan berangkat ke kampus lagi." "Eh, tadi aku lewat depan rumah kamu. Ramai sekali. Ada apa ya? Se

