Pelukan Mama

1367 Words

Arina ngambek. Dia langsung masuk kamar dan menguncinya. Ternyata Adam sama menyebalkannya dengan papanya. Hobi mereka sama, sama-sama suka mengomelinya. Menurutnya, satu-satunya orang yang benar-benar menyayanginya adalah almarhum mamanya. “Mama, seandainya kamu masih hidup.” Tak terasa setetes bening mengalir dari kedua sudut Arina. Dia sangat merindukan mamanya. Dulu waktu zaman mamanya masih hidup, meskipun dia sudah remaja, mamanya masih sering memeluknya dan menciumnya seolah dia masih kecil. Jika dia ada masalah di sekolah dan bersedih, maka mama akan dengan siap menyediakan pangkuannya sebagai tempatnya merebahkan diri. Tapi sejak mamanya tiada, dia kehilangan semua itu. Tak ada tempatnya mengadu membuang kesedihan. Dan dia juga tak lagi mendapatkan pelukan dan ciuman yang pen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD