Mata Raihana melebar begitu melihat hamparan laut di luar jendela. Meskipun gelap, dia bisa dengan jelas melihat keindahan ciptaan Tuhan yang satu ini. Dia tidak menyangka kalau mereka akan berbulan madu di tengah laut. "Wah, indah sekali," gumam Raihana dengan tatapan takjub. Rasanya dia ingin keluar dan menyetuh dinginnya air laut. Tuan Kin yang baru saja selesai berbicara dengan Cakra lewat ponsel, menoleh pada Raihana dan tersenyum. Dia senang melihat Raihana menyukai tempat ini. Tuan Kin mendekat pada Raihana. Dia memeluk istrinya itu dari belakang. "Kamu suka dengan tempat ini, sayang?" Raihana terhenyak oleh pelukan Tuan Kin yang tiba-tiba dari belakang. Pelukan suaminya itu terasa berbeda dengan pelukan Tuan Kin ketika akan tidur. Entah mengapa. Sepertinya Tuan Kin memeluknya

