Sekitar pukul 7 pagi, Tuan Kin terbangun dari tidurnya. Bukan tanpa alasan, adik kecilnya itu mulai bertingkah lagi. Bangun di saat dirinya sendiri masih enggan untuk bangun. Tuan Kin menolah. Dia mendapati Raihana masih tertidur lelap dalam balutan pakaian tidur tanpa lengan. Memperlihatkan area leher, bahu, dan d**a bagian atas Raihana yang mulus dan cerah. Tuan Kin tidak tahan untuk tidak menjamah. Dia pun mengusap lembut kulit leher sampai bahu. "Istriku ini memang cantik sekali. Aku jadi ingin mengagahinya lagi. Tapi sayang, dia masih tidur dengan nyenyak. Kasihan kalau diganggu." Tapi setelah berkata seperti itu, adik kecilnya menyeruduk pakaian dalamnya. Tuan Kin pun menipiskan bibir kesal. "Bisa sabar tidak, sih. Tadi malam 'kan sudah berhasil. Masak masih mau minta lagi?" uca

