Bikin Ketagihan

1183 Words

Tuan Kin menelan salivanya. Bagaimana dia bisa berhenti sampai di sini sedang miliknya sudah tidak sabar untuk masuk. Tidak enak sekali rasanya kalau tanggung begini, berhenti di saat belum tuntas atau berhenti di saat-saat detik-detik keberhasilan. Tuan Kin mendekatkan wajahnya ke telinga Raihana. “Tidak boleh seperti ini, sayang. Kamu memang tidak masalah, tapi mas? Sangat bermasalah. Mas harus menuntaskannya dulu baru berhenti.” “Mas-nya kasar tadi. Masak terburu-buru menyeruduk begitu. Sakit punyaku mas.” “Kesalahan mas memang karena terburu-buru itu. Tapi, kalau sakit, di kali pertama bagi wanita memang sakit sayang. Itu dialami oleh seorang wanita. Mas ‘kan sudah cerita sama kamu kalau ini memang sakit.” “Jadi bagaimana dong biar tidak sakit?” “Tidak bisa. Pasti sakit. Hanya ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD