Tuan Kin mengecup pucuk kepala Raihana dengan penuh kasih. Wangi shampo tercium di rambut wanita itu. "Ya sudah tidak apa-apa. Tapi bagaimana kalau malam ini kita bercerita tentang sesuatu." Raihana mendongakkan wajahnya sedikit. "Bercerita apa?" "Hmm...begini. Aku berencana untuk mengadakan pesta resepsi pernikahan kita. Aku akan mengundang rekan-rekan bisnis dan orang-orang yang aku kenal. Tujuanku adalah untuk mengumumkan pada dunia kalau kita ini sudah menikah. Dengan begitu, hidupku akan tenang. Semua orang akan tau statusku dan tau siapa istriku. Bagaimana?" Raihana terdiam. Dia merenungi rencana Tuan Kin. Haruskah resepsi pernikahan itu diadakan? Sebenarnya, apa yang difikirkan Tuan Kin sangat berbeda dengan apa yang di difikirkan Raihana. Dia belum bersedia untuk memperlihatkan

