Tuan Kin berbalik. Waktu dia berdoa, dia merasa Raihana sudah bangun. Tapi ternyata, istrinya itu masih tidur. Hm...itu artinya itu hanya perasaannya saja. Tuan Kin berdiri dari sajadahnya dan mendekati Raihana. Dia duduk di tepi tempat tidur dan memandang wajah Raihana yang masih terpejam. Satu yang sangat disyukurinya pada Tuhan, gadis yang dicintainya dapat dia miliki. Semalam, dia dan Raihana membicarakan masalah resepsi pernikahan. Rencana yang sebenarnya sudah ada lama dalam benaknya. Bahkan sebelum mereka menikah. Dari dulu dia memang mengkhayalkan resepsi pernikahan yang mewah jika bisa menikahi Raihana. Dan sekarang keinginannya itu terwujud. Raihana sudah menjadi miliknya. Maka resepsi pernikahan impiannya tentu harus dia wujudkan. Selain itu, resepsi pernikahan diharapkannya

