Allah sebaik-baiknya penolong. Rumaisha percaya ketika ia sudah berpasrah sepenuhnya kepada Sang Khalik, maka kesulitan apapun akan teratasi. Setelah menghabiskan s**u, Naira dibawa kembali ke ruang tindakan. Kali ini, bagai sebuah keajaiban, proses pengambilan darah tidak sesulit sebelumnya. Petugas menemukan sebuah pembuluh Vena yang cukup tebal. Rumaisha dan Agung mengembuskan napas lega. Pengambilan sampel darah berhasil. Selanjutnya mereka diminta untuk menunggu beberapa lama, sebab proses analisis laboratorium cukup memakan waktu. "Kita makan siang, ya," ucap Agung saat mereka keluar dari laboratorium. Saat ini sudah lewat jam dua belas siang. Mereka hanya makan dua potong kue sejak pagi. Perut mereka perlu diisi. Mungkin mereka tidak merasa lapar. Namun, kebutuhan tubuh haru

