"Hah?" pekik Rumaisha kaget. Ia takjub, tidak percaya dengan apa yang disampaikan Agung beberapa detik lalu. Mulut gadis itu bahkan sedikit ternganga. "Eh ...." Agung gelagapan. Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutnya, lepas kontrol oleh alam bawah sadarnya. Laki-laki itu menggaruk kepala yang tiba-tiba saja terasa gatal. Cengengesan, ia mengalihkan pandangan. Sementara Rumaisha, gadis itu berusaha menyembunyikan senyum. Ia merapatkan kedua sisi bibir, mengulumnya pada bagian dalam, menahan agar senyum itu tidak semakin melebar. Ucapan tidak sengaja Agung, ditambah gelagat salah tingkah yang ditunjukkan laki-laki itu membuat dadanya berdesir. Hatinya seolah dipenuhi bunga-bunga yang bermekaran, merona penuh warna. Tingkah Rumaisha yang mengulum bibir sendiri, menimbulkan se

