Agung menarik Rumaisha di lorong yang agak sepi. “Sebenarnya siapa dia?" tanya laki-laki itu ketus. Ia menatap Rumaisha tajam. Tangannya masih mencekal pergelangan tangan Rumaisha kencang. "Enggak tahu, Mas. Aku juga enggak kenal," sahut Rumaisha polos. Dia memang tidak mengenal siapa laki-laki itu. "Kalau enggak kenal, kenapa mengobrol? Pakai bilang jodoh segala?" tanya Agung gusar. "Aku cuma menjawab sapaan dia saja. Bukan mengobrol." "Ya sama saja! Apa lagi namanya kalau bukan mengobrol? Mestinya tidak usah diladeni!" "Iya, Mas, maaf." Rumaisha menjawab pasrah. Bingung, salahnya dia di mana? "Kamu tahu? Dia lihatin kamu itu beda!" Intonasi bicara Agung naik satu oktaf. Ia benar-benar tampak gusar. "Beda bagaimana? Aku enggak tahu, Mas," sahut Rumaisha terbata. Ia terkejut

