Agung memindai wajah Rumaisha. Sementara tangannya meremas kuat kartu nama dokter Reza yang tadi sempat terjatuh. Dadanya terus bergemuruh, bahkan kini hatinya terasa panas. Ia tidak bisa melupakan bagaimana dokter Reza menatap Rumaisha dengan pandangan berbeda saat di puskesmas dan rumah sakit tadi siang. Begitu juga celetukan-celetukan ringan dokter muda itu, masih saja terngiang di telinganya. Agung menduga apa yang diucapkan dokter Reza bukanlah sekadar kelakar. Ia yakin, ucapan yang mengatakan bahwa Rumaisha terlalu menarik berasal dari relung sanubari terdalam dokter genit itu. Dia saja setuju, Rumaisha memang sangat menarik. Agung memerhatikan setiap inchi wajah itu. Kulit yang putih bersih alami, begitu menggemaskan seperti kulit bayi. Matanya yang bening, kini lebih tegas ole

