I Stand Beside You 2

2198 Words

"Nak Erik nanti mau menginap di sini? Biar disiapkan kamarnya di atas." Tawaran itu, semenggoda duduk bersisian dengan Danisa. Duduk saja, tanpa embel-embel apapun sudah bisa membuat jantung Erik melorot sampai ke jempol kaki. Ia menahan agar raut wajahnya tidak terlalu kentara menginginkan. Dan untung saja kali ini bibir tidak mengkhianati otaknya. "Tidak, terima kasih, Oma. Saya menginap di hotel dekat kantor. Kristo sudah booking untuk saya di sana." Oma Indri mendesah lega. Laki-laki muda di hadapannya masih memegang prinsip sopan santun, dan menampik basa basinya. Bagus, punya harga diri, kata Oma Indri dalam hati. Melihat senyum Danisa terbit, Erik tergoda untuk bertanya. "Kenapa, Babe? Salah ya, nolak tawaran Oma?" "Nggak." "Terus kenapa kamu mesam mesem nggak jelas gitu?" "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD