I Stand Beside You

2286 Words

Mata Erik tidak mampu terpejam meski jam dinding pun penunjuk waktu digital di layar ponselnya telah bergerak menuju pukul tiga dini hari. Tubuh semakin lelah jika hanya berbaring di atas ranjang sementara otak tak mau berhenti beristirahat barang sejenak. Semakin lama semakin frustasi. Bukan hanya karena berjauhan dengan orang yang diharapkan berada di sisinya saat ini, tapi juga karena obrolan yang tak sengaja di dengarnya tadi. Ketika Danisa mulai tertidur saat koneksi video call masih tersambung, Erik sengaja mematikan lampu kamarnya. Ia tak mau Danisa merasa terganggu karena tidur di bawah tatapan mata yang tak bisa lepas, terus ingin memandangi sepanjang malam. Di saat itulah, Erik melihat bagaimana Danisa terbangun kembali dan berbicara dengan Cempaka. Ia merekam semua gerak tubu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD