Sebagai perempuan berprinsip praktis minimalis, Danisa harus menimbun jengkel ketika berhubungan dengan orang yang tidak sejalan. Selama ini, ia teramat nyaman dengan diri dan prinsip hidupnya, termasuk membawa sedikit barang ketika melakukan perjalanan. Pulang ke Jakarta paling hanya membawa satu ransel tersampir di punggungnya, berisi oleh-oleh untuk orang rumah. Pakaian? Ia sengaja hanya membawa sebagian kecil pakaian ketika awal ke Bali dan meninggalkan sisanya di rumah, supaya tidak merepotkan. Toh di Bali ia hanya butuh pakaian kerja kasual, dan pakaian santai di kos. Tidak perlu membawa yang berlebihan. Matanya bulat membelalak, Erik datang dengan membawa dus besar. "Itu apaan?" tanya Danisa tergugu. "Sudah aku siapkan oleh-oleh buat rumah. Supaya kamu nggak usah repot beli lagi,

