Berhasil bangun pukul sembilan pagi! Rekor terlambat bangun di hari kerja berada di tangan Danisa. Kalau bukan karena dering telepon kesebelas kali dari Kristo, mungkin kelopak matanya belum juga membuka. "Sa, kamu di mana?" Seperti biasa, Kristo langsung bicara ke pokok bahasan tanpa basa-basi. Danisa menguap, kepalanya masih berputar-putar ketika tangannya yang lebih dulu sadar dan mengambil ponsel untuk menerima panggilan telepon Kristo. "Masih di kos, kamu ngapain bangunin aku pagi-pagi, Kris?" "Pagi? Oh, my God! Ini sudah jam sembilan, Bu! Coba lihat matahari sudah terang banget. Cepat ke kantor, kamu ditunggu owner. Tadi aku kasih mereka excuse kamu masih ada urusan di luar. Tiga puluh menit sampai kantor ya, Sa. Nggak perlu mandi!" cerocos Kristo tanpa memberi Danisa kesempatan m

