"Mau apa, Yan?" ucap Danisa tidak suka dengan kehadiran tamu tak diundangnya itu. Ia tidak lupa bagian Adrian banyak membantunya dalam segala hal termasuk soal vila liburan kemarin. Thanks God, Papa memaksa untuk membayar, kalau tidak? Ia harus menanggung derita berhutang hudi seumur hidup! "Hmm... Bisa kita keluar? Ada yang harus aku bicarakan sama kamu." "Aku capek, Yan, pengin istirahat. Kamu ngomong saja sekarang," tolak Danisa memalingkan wajahnya. Sadar dirinya tidak bisa menyembunyikan kesal, tapi tidak ingin Adrian mengetahuinya. Lagi-lagi Adrian tersenyum. Apa-apaan para lelaki ini, entah Erik entah Adrian, gemar sekali tersenyum dengan tatapan yang menelanjangi. "Nggak baik kalau diomongin sambil berdiri begini, Sa." Mood Danisa hari ini sangat berantakan, mulai dari pembic

