BAB TUJUH BELAS

1880 Words

Hanya butuh waktu setengah jam bagi Ello untuk sampai di Jakarta Medical. Dan seperti biasanya, senyuman jahil Rio menjadi pembuka utama dalam serangkaian hari panjangnya. Kalau tadi Rio tersenyum  menggoda, sekarang senyuman itu terganti dengan pandangan aneh. Seakan Ello seekor kecebong yang tengah berevolusi menjadi kodok. “Ehm, sebelum gosip dibuka, kayaknya ada yang lebih spekta—” Rio meneliti wajah Ello dengan sangat intens. “Nah! Hidung lo kenapa, El? Hidung lo gede banget hari ini! Warnanya merah lagi! Oh, My, pasti sakit! Gue panggilin dokter, ya?” Rio sudah akan berlari kalau Ello tidak segera meraih kerah jas putih sahabatnya dan menariknya mundur membuat Rio menoleh dan mengernyit. Ello memasang wajah yang amat sangat datar ke arahnya. Seperti garis lurus. Yang amat sangat lu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD