BAB 9 Foto Bareng Artis

1128 Words
Pagi yang biasa cerah, terlihat mendung. Abimanyu duduk di kursi kerjanya, hari ini ia tidak bersemangat untuk bekerja, pikirannya masih melayang pada permintaan Hazna, yang tergolong sedikit gila, mana ada seorang istri yang menyuruh suaminya menikahi kekasihnya. “Hazna, benar-benar tidak waras,” gerutu Abimanyu, seraya membuka laptop dihadapannya. Iseng Abimanyu membuka berita infotaiment, terlihat berita terupdate mengenai kekasihnya Angela Kana. Sebuah project film akan dirilis bersama aktor baru, tapi pesonanya sudah menghipnotis dunia hiburan, aktor tampan bertubuh atletis berkulit putih, Frans, aktor keturunan Indonesia Belanda itu akan bermain film dengan Angela kana. Melihat hal itu kekesalan Abimanyu bertambah, seketika dimatikan laptopnya dan berdecak kesal. Tiba-tiba pintu ruangan dibuka. Tampak Angela muncul dari balik pintu, dan melempar senyum pada kekasihnya yang terlihat cemberut. “Pagi, Sayang, maaf ya, kemarin siang aku pergi meninggalkanmu sama istri bodohmu itu,” ucap Angela, langsung memeluk leher Abimanyu dari belakang serta mendaratkan kecupan tipis di leher kekasihnya itu. Abimanyu hanya diam tanpa reaksi, ia masih kesal dengan berita dan foto shoot Angela dan Frans. “Kenapa Sayang, kamu tidak maafkan aku?” tanya Angela dengan mengubah posisi, kini ia duduk dipangkuan Abimanyu. “Kenapa kamu tidak bilang kalau ada project film bersama Frans,” sahut Abimanyu, dengan pelan melepaskan tangan Angela di lehernya dan menatap tajam wanita yang selalu berpakaian seksi itu. “Hemmm jadi itu yang membuatmu cemberut, ini bukan pertama kalinya ‘kan, aku ada project bareng Frans, lagi pula ini film hanya shooting sekitar dua bulan, dan di Jakarta, jadi kita masih bisa bersama selama kamu inginkan.” “Bukan masalah itu Angel, aku tidak suka dengan aktor itu. Dia itu jika memeluk kamu, seperti bernafsu, memanfaatkan kesempatan.” “Please, jangan kekanak-kanakan Abimanyu. Aku seorang aktris, adegan mesra itu sudah biasa. Tolong jangan baper, apalagi cemburu,” jawab Agela seraya bangkit dari pangkuan Abimanyu, dan berdecak kesal, lalu berjalan ke arah jendela. Abimanyu bangkit dari duduknya, menghampiri kekasihnya yang sedang merajuk, dipeluknya tubuh itu dari belakang, dan bisikannya, ”Maaf, aku sangat mencintaimu, sampai aku tidak bisa orang lain memelukmu meskipun hanya akting.” “Seharusnaya aku yang cemburu pada Hazna. Jawab dengan jujur, Abim, ini sudah 6 bulan lebih kalian menikah, apa kamu masih memegang janjimu untuk tidak menyentuh istrimu itu?” tanya Angela, dengan tatapan dalam dan serius, meragukan kesetiaan sang kekasih hatinya. Abimanyu terdiam, ia bingung harus menjawab seperti apa, tapi ia tidak bisa membohongi Angela. “Maaf Angela, aku dan Hazna telah melakukan hubungan suami istri, tapi percayalah, itu hanya sebuah kewajiban, karena Hazna yang memintanya,” balas Abimanyu pelan, tapi terasa tajam di telinga Angela. Seketika Angela mengurai pelukan Abimanyu, lalu berganti menatap tajam ke arah Abimanyu. “Haah, lihat dirimu di cermin, kamu merasa cemburu dan sakit hati pada patner kerjaku, tapi di sini kamu pengkhianat itu,” bentak Angela dengan kasar, lalu bergegas meninggalkan ruangan. “Angela tunggu sebentar!” teriak Abimanyu. Angela pergi, tanpa menoleh kebelakang, hatinya kini sakit, cinta yang dijaganya ternyata dikhianati, bukan hanya pernikahan sang kekasih, tapi juga kini raganya telah menjadi milik Hazna. Kemarahan begitu dalam masuk dalam jiwa Angela, dengan kecepatan tinggi dilajukannya mobil sedan mewah warna hitam menuju lokasi syuting film terbarunya. “Angela, ke mana saja sih, kamu terlambat 30 menit?” ujar Reyna sang manajer, perempuan muda itu mengikuti langkah cepat Angela menuju ruang make up artis. “Aku ada urusan dengan Abim,” jawab Angela dengan kesal. “Uhhh dia lagi, Angela, kamu harus fokus pada projecmu kali ini,” sahut Reyna dengan nada kesal. “Aku selalu fokus Rey, apa aku tidak boleh punya privasi,” tukas Angela kesal. “Okay.. maafkan aku, ini naskahmu, bacalah, satu jam lagi kamu take.” Reyna, wanita berkacamata itu menyerahkan naskah kepada Angela untuk dibacanya. Satu jam berlalu, Angela mulai take dengan Frans, keduanya tampak mesra di depan kamera, adegan demi adegan dilakukan dengan sempurna, membuat puas sang sutradara yang begitu mencermati setiap akting kedua aktor pemeran utama dalam adegan. Sepasang mata menatap sendu, ada rasa cemburu yang membuncah ketika sang kekasih dipeluk, digengam dengan mesra walau pun hanya menuruti skenario, tapi hal itu tetap membuat Abimanyu cemburu Selain Abimanyu, terihat wanita setengah baya tersenyum sumringah menyaksikan langsung, idolanya melakukan shooting. Bu Mega terlihat dari jauh sedang asyik menonton adegan demi adegan yang dilakukan Angela Kana. “Bu, ini ganti ruginya, dan silahkan ibu segera pergi dari sini!” perintah Reyna pada Bu Mega. “Mbak, saya ingin foto bareng dengan Angela, boleh ‘kan?” pinta Bu Mega. “Maaf Bu, ada saatnya Angela akan menyapa fansnya, saat ini dia sedang sibuk,” balas Reyna, sedikit kesal. “Mbak, saya itu, datang dari jauh, hampir satu jam untuk sampai di tempat ini, naik bus lagi. Kalau saya tidak diizinkan untuk foro bareng Angela, maka kasus kecelakaan ini, akan saya laporkan pada polisi,” ancam Bu Mega dengan serius. Reyna, hanya bisa pasrah, ia pun mengikuti kemauan dari Bu Mega untuk foro barang Angela. Setelah Angela selesai shoting, bergegas Reyna membawa Angela menemui Bu Mega. “Angela, Pak Derma yang kemarin terlibat kecelakaan denganmu, istrinya datang ke sini untuk minta ganti rugi,” ucap Reyna. “Kasih saja, selesai ‘kan,” sahut Angela dengan tenang. “Masalahnya, dia mau foto bareng sama kamu, bagaimana? Kamu mau, ‘kan?kalau tidak mau, dia akan mengancam membawa kasus ini ke polisi,” pinta Reyna “Okay.” Angela dan Reyna pun menemui Bu Mega yang sudah menunggu di luar ruang make up. “Oh, cantik sekali Angela Kana,” ucap Bu Mega seraya tersenyum lebar melihat idolanya ada di depan matannya. “Mari Bu, kita foro bareng,”ajak Angela Bu Mega mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan pada Reyna untuk minta tolong mengambil gambarnya bersama Angela, lewat kamera ponsel. Beberapa menit kemudian, selesai sudah, foto bareng Angela Kana, senyum kepuasan tergambar jelas di mata Bu Mega, dengan senang ia pun melangkah pergi meninggalkan lokasi. Tapi langkahnya terhenti, ketika ia melihat sosok pria yang dikenalnya dengan sangat baik. “Abimanyu,” panggil Bu Mega. Pangilan Bu Mega sontak membuat Abimanyu menghentikan langkahnya, ia sangat terkejut melihat ibu mertuanya ada di lokasi shooting Angela. Abimanyu mulai khawatir, ia takut Hazna sudah bercerita tentang perselingkuhan dirinya dengan Angela pada ibunya. “Ibu Mega, ada apa ke sini?” tanya Abimanyu tampak ragu. “Oh, apa Hazna tidak cerita, jika kemarin Bapaknya ditabrak oleh seorang aktris, dan ibu ke sini minta ganti rugi,” balas Bu Mega. “Hazna tidak cerita Bu,” jawab Abimanyu, sedikit lega. “Ya sudah, tidak penting, Kamu sendiri, ada perlu apa ke sini?” “Masalah pekerjaan, aku cerita pun, Ibu tidak akan mengerti.” “Iya, kalau begitu Ibu pulang dulu,” pamit Bu Mega pada menantunya itu. Abimanyu hanya mengangguk, ia kembali mencari keberadaan Angela, setelah memastikan, jika Ibu mertuanya sudah pergi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD