*** Aku tak tahu apa yang sedang merasuki hingga tahu-tahu aku membiarkan Axel membawaku ke tempat tidur. Lelaki itu saat ini telah berada di atasku, menatap dengan tatapan dalamnya yang penuh dengan napsu. “Xel,” lirih aku menyebut namanya. “Iya, Feya ada apa?” Axel pun bertanya dengan suaranya yang berat. Demi apapun suaranya yang serak membuatku tak bisa menjawab tanyanya. Aku hanya diam sambil membalas tatapan Axel. “Feya,” Kini giliran Axel yang menyebut namaku dengan suara beratnya. “Apa yang sedang kita lakukan?” tanyanya kemudian. Kali ini pun aku tak bisa menjawab pertanyaannya. Aku hanya diam mengamati sembari sesekali melirik benda kenyal yang tampak menggoda pada bagian wajahnya itu. “Fe … ” “Iya Axel aku juga nggak tahu kita lagi ngapain!” ujarku memotong ucapan

